7 March 2014 1 Comment

Asuransi Penyakit Kritis ? SALAH

Tweet Asuransi Penyakit Kritis salah? Lho? kok salah? kenapa salah?…. Saya sendiri kurang mengerti darimana asalnya terjemahan tersebut yang menurut saya pribadi salah dan membingungkan banyak orang. Di dalam dunia asuransi terdapat produk “asuransi tambahan” yang bernama Critical Illness. Sekilas kalau diterjemahkan secara gamblang begitu saja maka memang betul Critical artinya Kritis sementara Illness bisa berarti penyakit.  Permasalahannya justru disini letak kesalah pahamannya.  Saya sudah bertanya ke banyak dokter tentang sebuah penyakit yang bernama Kritis, dan jawabannya selalu:  Tidak ada penyakit bernama kritis. Lalu saya tanya lagi, bagaimana dengan penyakit Jantung, Stroke, Darah Tinggi, Cancer dan lain-lain.  Betul itu beberapa jenis penyakit yang sering dibilang “mematikan” atau penyebab kematian tertinggi di Indonesia, tapi bukan kritis. Lalu apa sebenarnya Critical Illness Insurance tersebut?  Kalau diperhatikan baik-baik yang dimaksud dengan Critical disini adalah suatu kondisi dari kata sesudahnya yaitu penyakit.  Yang artinya, dengan kata lain adalah:   Critical Illness Insurance adalah suatu asuransi yang akan membayarkan klaim anda ketika kondisi penyakit yang anda derita telah didiagnosa dalam keadaan KRITIS. Bingung?  Coba buka polis asuransi anda dan baca baik-baik kondisi kritis seperti apa yang diperyaratkan perusahaan asuransi sebelum anda bisa klaim Critical Illness Insurance anda? eng ing eeeeeng…..

20 January 2014 0 Comments

Musim Hujan, Banjir, Asuransi Ganti Ngak?

Tweet Banjiiirrr… langganan itu… lha langganan kok banjir sih.  Anyway saya turut prihatin bagi yang terkena musibah banjir, apalagi yang sampai parah di Manado, mohon sabar dalam menghadapi musibah ini.  Apabila ada yang kami bisa bantu harap menginformasikan kebutuhan ke kami (lho jadi posko).  Balik ke artikel ini dan judul diatas, jadi kalau kena banjir aset kita seperti rumah dan mobil diganti ngak?  Jawabannya blom tentu… lho kok bisa? gimana penjelasannya.  Let’s make it short… Dikelas RPP Basic Financial Planning dari IARFC www.IARFCIndonesia.com diajarkan kalo asuransi jenis kerugian ada 2 jenis: Named Perils Policy, artinya perlindungan asuransi disebutkan didalam polis dan All Risk.  Naaaah  yang All Risk orang mikir semua resiko ditanggung kaaan, padahal ngak blom tentu, asuransi ini nanggung semua resiko KECUALI resiko yang dikecualikan, dan resiko yang dikecualikan ini yang ditulis dipolis, namanya Exclution… hehehe gotchaaaa.. Di Indonesia, kita pakek Polis Standard yang jadi acuan.  Nah, banjir di cover ngak? Dulu, Polis Standard Asuransi kerugian rumah sih cover kebanjiran yaaa…. tapi itu duluuuuuuuuuu, nah sekarang kan sering banjir apalagi sejak banjir banjir besar proteksi banjir justru dikecualikan artinya ngak dicover, jadi kita perlu beli asuransi tambahan banjir, itu kalo perusahaan asuransinya mau cover (blom tentu mau). Asuransi kendaraan […]

10 January 2014 0 Comments

Likuid Likuid dan Likuid

Tweet Cairan? bukan…. minuman? bukan… Likuid dan Likuiditas dalam dunia keuangan dikenal juga dengan uang alias dana yang bisa dipakai kapan saja.  Dalam hal ini adalah Cash atau apapun yang setara Cash atau tunai.  Mengapa?  Cash is the King. Didalam kondisi yang tidak pasti kedepannya, maka siapapun yang pegang uang tunai alias Cash atau setara tunai bisa mengambil kesempatan dan mendapatkan keuntungan apabila kondisi memburuk dan harga-harga turun.  Pertanyaanya adalah mungkinkah harga-harga atau bahkan investasi akan turun?  Jawabannya ya mungkin saja.  Apa yang naik akan turun dan apa yang turun akan naik. Kalau kondisi turun kita butuh dana, maka dana likuid bisa kita pergunakan.  Dilain hal, kalau kondisi turun kita tidak butuh dananya, dana tersebut bisa dipakai untuk berinvestasi ketika harga-harga turun. So?  siapkan dana yang banyak… kalau kita investasi di properti kata kuncinya adalah lokasi, lokasi dan lokasi… kali ini untuk 2014 kata kuncinya adalah likuid, likuid dan likuid.

24 May 2013 8 Comments

Asuransi Pendidikan 2

Tweet Kalau pada tulisan sebelumnya, saya sebagai Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor (kalo saya dikasih julukan Wealth Planner / Advisor dan Divorce Planner) menjelaskan dasar-dasar dari Asuransi Pendidikan dan fungsi asuransi tersebut, ditulisan kali ini kita akan bahas kreatifitas yang banyak dilakukan agen di lapangan yang ujung-ujungnya justru belok dari tujuan semula Asuransi Pendidikan.   Diulang kembali, bahwa Bagian Asuransi Jiwa dari Asuransi Pendidikan sebenarnya dibuat bertujuan untuk meng “cover” jiwa pemilik dana (gaji) alias si pembayar premi asuransi tersebut dalam hal ini harusnya orang tua (bisa bapak atau bisa ibu…. meskipun biasanya bapak).  Yang artinya, fungsi awal dari Asuransi Jiwa di Asuransi Pendidikan adalah bila orang tua (bapak) meninggal dunia, anak akan mendapatkan sejumlah dana untuk melanjutkan biaya sekolah dan kuliahnya, langsung dimuka.  Case Closed.   Nah belakangan ini banyak agen yang kreatif dalam menjual Asuransi Pendidikan ini dengan cara yang berbeda dari konsep diatas, seperti apa kreatifnya? Alih2 meng cover si bapak atau ibu pemilik dana (yang bayar premi asuransi), yang dilindungi jiwanya justru si anak. Dengan kata lain, konsep ini berjalan kalau orang tuanya meninggal dunia, anak tidak dapat dana untuk kuliah mereka langsung saat itu alias Uang Pertanggungan (UP) nya tidak keluar. Lho? […]

23 May 2013 3 Comments

Asuransi Pendidikan 1

Tweet Bagian 1 Sebagai Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor (kalo saya dikasih julukan Wealth Planner / Advisor dan Divorce Planner) penting untuk menyampaikan informasi secara lengkap dan jelas.  Nah, karena minggu ini topik twit seri saya (katanya namanya KulTwit lias kuliah twit… padahal siapa yang ngasih kuliah ya) di akun @AidilAKBAR (dah follow blom?) lagi bicarain masalah Asuransi Pendidikan, maka untuk lebih memperjelas twit tersebut dan supaya ngak ada yang salah pengertian, maka saya jelaskan lebih rinci disini.  Siap? Kenapa saya mengangkat topik Asuransi Pendidikan karena banyak orang yang mulai concern tentang persiapan dana pendidikan, sehingga mereka mencari pilihan produk Asuransi Pendidikan ini, tapi kemudian terkaget-kaget melihat polis mereka (setelah dianalisa) bahwa sering sekali terjadi kesalahan masal… (sengaja atau ngak sengaja ya?) terhadap polis asuransi pendidikan ini.   Kita mulai mundur sedikit ke Jaman dulu (sebelum unitlink lahir), produk Asuransi Pendidikan yang ditawarkan menggunakan kan asuransi jenis tradisional WholeLife atau Endowment.  Nah, Dengan produk WholeLife/Endowment ini biasanya sudah ada jangka waktu dana keluar atau penarikan dana seperti ketika anak masuk SD, SMP, SMU, dan kuliah , biasanya disebut tahapan. Setelah ada unitlink saat ini dapat dipastikan sebagian besar Asuransi Pendidikan yang ditawarkan berbasis unitlink ini.  Nah kan […]