29 June 2011 1 Comment

Perencanaan Waris Perdata 2B

Tweet Menyambung dari tulisan sebelumnya mengenai pembagian waris secara perdata, seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor dapat menggunakan simulasi kasus untuk lebih mempermudahkan dalam penjelasan, sehingga orang awampun dapat mengerti.  Meskipun terlihat mudah untuk dilakukan, akan tetapi pembagian waris ini memerlukan kejelian dalam melakukan pembagiannya. Anywaay Buuussswaaay…. Kita ambil contoh kasus sebagai berikut.  Bapak Meneer menikah pertama kali pada tahun 1960 dengan Neng seorang pemudi dari Bandung.  Mereka dikaruniai seorang anak yaitu Aisyah yang lahir ditahun 1962.  Ketika menikah, mereka melakukan perjanjian pisah harta. Ditahun 1965, Neng meninggal dunia.  Bapak Meneer kemudian menikah lagi ditahun 1967 dengan Mbak Nyah tanpa perjanjian perkawinan.  Dalam perkawinan keduanya Bapak Meneer membawa tabungan sebanyak Rp. 650 juta sementara Mbak Nyah hanya membawa tabungan sebanyak Rp. 70 juta. Mereka kemudian dikaruniai 3 orang anak lagi yaitu Adam yang lahir ditahun 1968, Bram lahir ditahun 1970 dan Cinta yang lahir ditahun 1972.  Pada tahun 1992, bapak Meneer meninggal dunia dan meninggalkan harta waris sejumlah Rp. 820 juta.  Bagaimana harta waris bapak Meneer akan dibagikan? Marilah kita lakukan perhitungan bersama-sama.  Pada saat meninggal dunia, harta waris yang tersisa adalah sebesar Rp. 820 juta.  Apabila nilai ini dikurangi harta pada saat mereka menikah yaitu sebesar […]

16 June 2011 1 Comment

Perencanaan Waris Perdata 2A

Tweet Didalam tulisan sebelumnya dijelaskan fungsi pentingnya seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor dalam membantu nasabah untuk memberikan informasi tentang Waris Perdata kepada nasabah dan bagaimana waris dibagi kepada golongan I.  Hal ini tidak main-main karena banyak sekali terjadi sengketa waris yang belarut-larut hanya karena terjadi perselisihan antara para ahli waris tentang bagaimana sebuah waris dibagi.  Sementara sang Pewaris tidak pernah memberikan “clue” atau pesan terakhir bagaimana harga warisnya ingin dibagikan. Anywaaaay Buuussswaaayy  setelah membahas bagaimana Ahli Waris Golongan I dapat dikategorikan didalam hukum waris perdata di Indonesia beserta beberapa contoh kasus pembagian waris bagi sebuah keluarga dengan anak-anak mereka.  Dalam tulisan kali ini, kita akan mencoba untuk menggambarkan ahli waris dari golongan lain yaitu golongan II.  Tulisan ini juga akan memberika contoh perhitungan bagi keluarga yang telah menikah lebih dari satu kali dengan memiliki anak dan contoh dari pembagian harta waris mereka. Disebutkan didalam undang-undang perdata bahwa kedudukan para istri dari perkawinan yang kedua dan selanjutnya tidaklah sama dengan kedudukan istri dalam perkawinan yang pertama,  dalam hal dari perkawinan pewaris yang pertama dilahirkan anak-anak atau dalam hal mereka meninggal lebih dahulu dari pewaris.  Mengapa hal dalam perkawinan pertama dan perkawinan setelahnya ini dibahas?  Hal ini mengingat […]

8 June 2011 0 Comments

Perencanaan Waris Perdata 1A

Tweet Perencanaan Waris Perdata ? Yes, Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial advisor hanya tau urusan cash flow, asuransi, investasi, reksadana.  Itu mungkin kata banyak orang.  Akan tetapi ada satu bagian terpenting dalam Perencanaan Keuangan yang memerlukan perhatian khusus yaitu yang disebut dengan Estate Planning atau Perencanaan Warisan (bukan Real Estate yaaa… karena ada lho yang nyebut itu). Anyway buuuussswaaayy… Kenapa membicarakan masalah warisan dan waris ini penting dari sekarang, karena sering sekali terjadi sengketa waris di masyarakat. Membicarakan tentang warisan maka tidak akan lepas dari ilmu waris dan siapa saja ahli waris yang sah?  Kali ini kita akan membahas ilmu Waris Perdata, seperti apa bentuk pembagiannya? Prinsip dari hukum waris perdata adalah apabila masih ada ahli waris dari golongan yang lebih dekat, maka ahli waris dari golongan yang lebih jauh akan tertutup. Adapun untuk anak diluar kawin yang diakui secara sah tidak termasuk didalam golongan-golongan ini, akan tetapi masuk kedalam kelompok tersendiri. Adapun yang termasuk didalam ahli waris golongan I adalah anak-anak atau sekalian keturunannya.  Keturunan disini dapat diartikan keturunan dari si anak yang termasuk didalamnya adalah cucu atau cicit atau lebih jauh lagi kebawah tetapi semuanya melalui si anak tersebut.  Anak yang dimaksud disini adalah anak yang […]

19 May 2011 0 Comments

Waris

Tweet Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor hanya ngerti Cash Flow, Dana Darurat, Asuransi & Investasi aja.  Itu kata-kata miring yang sering saya dengar.  No, salah.  Seorang Perencana Keuangan juga harus mengerti tentang hukum waris, karena waris menjadi salah satu hal terpenting dalam perencanaan keuangan sebuah keluarga dan waris berhubungan dengan keuangan. Anyyywaaayy buussswaayy…  Memang hukum waris dan wasiat menjadi hal yang sangat pelik di Indonesia terutama karena kurangnya kesadaran anggota masyarakat untuk membuat wasiat.  Padahal mengerti hukum waris itu penting, kenapa?  Karena “Uang nggak ada sodaranya”, betul ngak? Sebagai informasi awal, dalam hal hukum waris di Indonesia terdapat 3 macam jenis hukum waris yaitu: 1. Hukum Waris Adat Hukum waris adat dipergunakan bagi mereka yang masih menganut hukum adat dalam kehidupan sehari-hari.  Salah satu contoh adalah orang-orang yang berasal dari Batak dan Minangkabau (Padang) yang masih kuat dalam mempertahankan adat mereka. 2. Hukum Waris Perdata (Pasal 830 s/d 873 KUH Perdata) Hukum waris perdata dibergunakan bagi mereka yang beragama diluar agama Islam atau bagi mereka yang tidak ingin menggunakan hukum waris adat maupun hukum waris Islam sebagai acuan dalam tata cara pembagian waris. 3. Hukum Waris Islam (Al Qur’an S.2:180, 240; S.4:7, 9, 11,12, 19, 33, 176; […]