11 August 2011 4 Comments

Perencanaan Waris Perdata 3

Tweet Sudah selesaikah tentang tata cara pembagian warisan secara perdata?  Ternyata belum, karena dalam beberapa tulisan kemarin kita masih hanya membahas pembagian waris dari golongan I dan dari beberapa perkawinan.  Tapi karena terlalu berturut-turut kita membahas, maka sengaja diselingi dengan tulisan-tulisan lain, tapi kita kembali Kali kita akan bahas juga pembagian waris untuk golongan II dan seterusnya. Anywaaay Buuusswaaay….dikatakan bahwa apabila ayah dan ibu meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan maupun suami atau istri, sedangkan bapak dan ibunya masih hidup maka mereka masing-masing akan mendapatkan 1/3 bagian apabila sang pewaris meninggalkan satu orang saudara laki-laki atau satu orang saudara perempuan yang juga akan mendapatkan hak sebesar 1/3 sisa nya.   Ini yang disebut dengan ahli waris golongan II. Seperti halnya didalam hukum Islam, pada hukum Perdata juga diakui bahwa ahli waris yang lebih dekat hubungan perderajatannya dengan si pewaris akan menutup mereka yang lebih jauh.  Lalu, bagaimana perhitungan pembagian kepada ahli waris dimana saudara pewaris dan orang tua (bapak dan ibu) pewaris berada dalam derajat yang kedua atau berada didalam golongan ke II? Disebutkan bahwa dalam hal bapak atau ibu mewaris sendiri, dimana tidak ada saudara yang mewaris bersama-sama dengan dia, maka bapak atau ibu tersebut akan mewaris seluruh warisan.  Sementara […]

29 June 2011 1 Comment

Perencanaan Waris Perdata 2B

Tweet Menyambung dari tulisan sebelumnya mengenai pembagian waris secara perdata, seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor dapat menggunakan simulasi kasus untuk lebih mempermudahkan dalam penjelasan, sehingga orang awampun dapat mengerti.  Meskipun terlihat mudah untuk dilakukan, akan tetapi pembagian waris ini memerlukan kejelian dalam melakukan pembagiannya. Anywaay Buuussswaaay…. Kita ambil contoh kasus sebagai berikut.  Bapak Meneer menikah pertama kali pada tahun 1960 dengan Neng seorang pemudi dari Bandung.  Mereka dikaruniai seorang anak yaitu Aisyah yang lahir ditahun 1962.  Ketika menikah, mereka melakukan perjanjian pisah harta. Ditahun 1965, Neng meninggal dunia.  Bapak Meneer kemudian menikah lagi ditahun 1967 dengan Mbak Nyah tanpa perjanjian perkawinan.  Dalam perkawinan keduanya Bapak Meneer membawa tabungan sebanyak Rp. 650 juta sementara Mbak Nyah hanya membawa tabungan sebanyak Rp. 70 juta. Mereka kemudian dikaruniai 3 orang anak lagi yaitu Adam yang lahir ditahun 1968, Bram lahir ditahun 1970 dan Cinta yang lahir ditahun 1972.  Pada tahun 1992, bapak Meneer meninggal dunia dan meninggalkan harta waris sejumlah Rp. 820 juta.  Bagaimana harta waris bapak Meneer akan dibagikan? Marilah kita lakukan perhitungan bersama-sama.  Pada saat meninggal dunia, harta waris yang tersisa adalah sebesar Rp. 820 juta.  Apabila nilai ini dikurangi harta pada saat mereka menikah yaitu sebesar […]

16 June 2011 1 Comment

Perencanaan Waris Perdata 2A

Tweet Didalam tulisan sebelumnya dijelaskan fungsi pentingnya seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor dalam membantu nasabah untuk memberikan informasi tentang Waris Perdata kepada nasabah dan bagaimana waris dibagi kepada golongan I.  Hal ini tidak main-main karena banyak sekali terjadi sengketa waris yang belarut-larut hanya karena terjadi perselisihan antara para ahli waris tentang bagaimana sebuah waris dibagi.  Sementara sang Pewaris tidak pernah memberikan “clue” atau pesan terakhir bagaimana harga warisnya ingin dibagikan. Anywaaaay Buuussswaaayy  setelah membahas bagaimana Ahli Waris Golongan I dapat dikategorikan didalam hukum waris perdata di Indonesia beserta beberapa contoh kasus pembagian waris bagi sebuah keluarga dengan anak-anak mereka.  Dalam tulisan kali ini, kita akan mencoba untuk menggambarkan ahli waris dari golongan lain yaitu golongan II.  Tulisan ini juga akan memberika contoh perhitungan bagi keluarga yang telah menikah lebih dari satu kali dengan memiliki anak dan contoh dari pembagian harta waris mereka. Disebutkan didalam undang-undang perdata bahwa kedudukan para istri dari perkawinan yang kedua dan selanjutnya tidaklah sama dengan kedudukan istri dalam perkawinan yang pertama,  dalam hal dari perkawinan pewaris yang pertama dilahirkan anak-anak atau dalam hal mereka meninggal lebih dahulu dari pewaris.  Mengapa hal dalam perkawinan pertama dan perkawinan setelahnya ini dibahas?  Hal ini mengingat […]

10 June 2011 2 Comments

Perencanaan Waris Perdata 1B

Tweet Penasaran tentang bagaimana membagi warisan kepada ahli waris secara perdata? Seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Advisor memang tidak turut langsung dalam pembagian waris (kecuali ditunjuk sebagai pelaksana wasiat), akan tetapi seorang Perencana Keuangan yang professional paling tidak mengerti pembagian hak-hak waris dari nasabahnya, sehingga tidak hanya “jago” dalam menghitung cash flow, asuransi ataupun investasi, akan tetapi juga bisa membantu mencegah timbulnya sengketa waris. Anywaaaaayyy Buussswaaayy…Seperti yang telah dibahas ditulisan sebelumnya, bahwa tata cara pembagian waris ada beberapa cara, yaitu menurut Hukum Adat, Hukum Perdata maupun Hukum Islam.  Agar lebih memudahkan maka kali ini kita akan membahas pembagian waris secara perdata terlebih dahulu. Sebelumnya dijelaskan bahwa dalam pembagian Waris secara Perdata dikenal golongan-golongan.  Adapun ahli waris golongan I adalah anak-anak atau sekalian keturunannya yang dapat diartikan keturunan dari si anak yang termasuk didalamnya adalah cucu atau cicit atau lebih jauh lagi kebawah tetapi semuanya melalui si anak tersebut.  Anak yang dimaksud disini adalah anak yang sah dan anak-anak bertalian darah dengan pewaris dalam derajat yang pertama.  Masing-masing dari anak akan mempunyai hak waris yang sama. Seperti apa sih pembagian warisnya kalau dibuatkan simulasi?  Kita liat dengan contoh berikut ya.  Dicontohkan bahwa seorang Ayah dengan satu orang istri dan […]

8 June 2011 0 Comments

Perencanaan Waris Perdata 1A

Tweet Perencanaan Waris Perdata ? Yes, Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial advisor hanya tau urusan cash flow, asuransi, investasi, reksadana.  Itu mungkin kata banyak orang.  Akan tetapi ada satu bagian terpenting dalam Perencanaan Keuangan yang memerlukan perhatian khusus yaitu yang disebut dengan Estate Planning atau Perencanaan Warisan (bukan Real Estate yaaa… karena ada lho yang nyebut itu). Anyway buuuussswaaayy… Kenapa membicarakan masalah warisan dan waris ini penting dari sekarang, karena sering sekali terjadi sengketa waris di masyarakat. Membicarakan tentang warisan maka tidak akan lepas dari ilmu waris dan siapa saja ahli waris yang sah?  Kali ini kita akan membahas ilmu Waris Perdata, seperti apa bentuk pembagiannya? Prinsip dari hukum waris perdata adalah apabila masih ada ahli waris dari golongan yang lebih dekat, maka ahli waris dari golongan yang lebih jauh akan tertutup. Adapun untuk anak diluar kawin yang diakui secara sah tidak termasuk didalam golongan-golongan ini, akan tetapi masuk kedalam kelompok tersendiri. Adapun yang termasuk didalam ahli waris golongan I adalah anak-anak atau sekalian keturunannya.  Keturunan disini dapat diartikan keturunan dari si anak yang termasuk didalamnya adalah cucu atau cicit atau lebih jauh lagi kebawah tetapi semuanya melalui si anak tersebut.  Anak yang dimaksud disini adalah anak yang […]