13 May 2011 4 Comments

Naik Gaji , 2

Tweet Masih membicarakan tentang Naik Gaji, ketika keuangan seseorang terbatas maka seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor akan memperhitungkan kenaikan gaji sebagai bagian dari kenaikan investasi tahunan dari klien nya.  Ini menjadi penting karena untuk bisa memenuhi target investasi dan tujuan keuangan, klien perlu menginvestasikan kelebihan dana yang ada, termasuk dari kenaikan gaji tadi. Anywaaaay buussswaaayy…. Balik ke kenaikan gaji sendiri biasanya baru dinilai berdasarkan performa pekerjaan dari karyawan.  Sering terjadi perhitungan kenaikan gaji juga sudah di sesuaikan dengan bonus yang diterima oleh karyawan atas prestasinya ditahun sebelumnya, kecuali untuk posisi-posisi tertentu diperusahaan seperti marketing dan sales.  Apabila kita sudah melakukan pekerjaan dengan baik dan memberikan prestasi dan kontribusi yang luar biasa pada perusahaan akan tetapi belum mendapatkan gaji yang sesuai, bicarakanlah dengan bagian personalia.  Mungkin saja ada prestasi kita yang terlewatkan. Nah bagi sebagian besar dari kita, apabila jumlah kenaikan gajinya secara persentase dikurangi inflasi dalam persentase tahun tersebut, maka itu jumlah kenaikan gaji realnya.  Contoh, seorang Manajer dengan penghasilan Rp. 10 juta per bulan mengalami kenaikan gaji sebesar 10% menjadi Rp. 11 juta di tahun 2011 ini.  Dengan inflasi laporan BPS sebesar 6.5% tahun 2010 lalu, maka kenaikan gaji real ditahun 2011 dari manajer ini […]

11 May 2011 1 Comment

Naik Gaji , 1

Tweet Judul Naik Gaji atau topic ini biasanya topic favorit banyak orang nih.  Karena inilah ang selalu ditunggu-tunggu oleh kebanyakan karyawan.  Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor pun juga bisa memasukan komponen kenaikan gaji ini kedalam sebuah perencanaan keuangan klien-kliennya.  Nah, pertanyaannya adalah berapa besar kenaikan gaji yang bisa kita harapkan? Ada beberapa metode cara perhitungan yang bisa kita pakai alias perhitungkan dalam rencana kenaikan gaji kita.  Akan tetapi yang harus kita perhatikan adalah, kenaikan gaji seharusnya diperhitungkan kedalam 2 bagian.  Pertama yang disebut dengan penyesuaian kebutuhan dan biaya hidup.  Sewaktu saya jadi Perencana Keuangan di Amerika Serikat komponen ini disebut dengan COLA (bukan Coca Cola ya) atau singkatan dari Cost Of Living Adjustment. Nah COLA ini biasanya memperhitungkan kenaikan penghasilan kita berdasarkan tingkat inflasi yang terjadi di Negara tersebut.  Itulah sebabnya kenapa Badan Pusat Statistik alias BPS di Indonesia akan sibuk untuk “menekan” inflasi diawal-awal tahun sehingga pada saat mereka umumkan (biasanya sebelum pengumuman kenaikan gaji) nilai inflasinya tidak besar.  COLA inilah yang dipergunakan sebagai acuan kenaikan minimum dalam kenaikan gaji tahunan yang diterima oleh pegawai, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai swasta. Sedangkan kenaikan gaji sendiri baru dinilai sebesar nominal atau persentase diatas kenaikan dari […]

9 May 2011 0 Comments

Inflasi Musuh Uang Kita? 3

Tweet Masih membicarakan tentang inflasi, sebagai seorang Perencana Keuangan atau dikenal dengan Financial Planner / Financial Advisor , harus bisa membedakan produk investasi (real alias bisa mengalahkan inflasi) atau produk pasar modal yang tidak termasuk kategori investasi. Anywaaay buuusswaaayy… karena dari tulisan ke 1 dan ke 2 masih banyak yang bingung tentang inflasi, baiknya dicoba jelaskan lagi dengan bahasa yang (mudah-mudahan) sederhana dan bisa dimengerti yak.  Jadi gini ceritanya, kan setiap Negara termasuk Indonesia itu cetak uang, kalo dikita ya Rupiah donk.  Uang itu ada yang beredar dan ada yang didalam instrument keuangan seperti diperbankan.  Nah ketika uang yang beredar tersebut menjadi banyak jumlahnya, kemudian ketersediaan barang-barang (bisa berupa pangan dll) terbatas, maka teori ekonomi (supply & demand) yang berlaku.  Yaitu ketika barang sedikit atau terbatas sementara uang banyak (dan banyak yang mau belanja) maka harga barang akan merangkak naik. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya inflasi, contohnya seperti awal tahun kemarin ketika panen cabai gagal menyebabkan jumlah cabai menjadi sedikit dan sulit didapat.  Sementara itu orang Indonesia kan harus makan pedes, akibatnya bisa ditebak, cabai merah kecil naik dari sekitar Rp. 33,000 per kilo menjadi sekitar Rp. 100,000 an per kilo.  Nah, efek dari kenaikan harga yang menyebabkan inflasi inilah […]

29 April 2011 8 Comments

Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak? 3

college 3 game

Tweet Pasti masih menunggu jawaban dari pertanyaan diatas: Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak?.  Sekarang kita akan membahas produk asuransi ini dari sisi seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor , termasuk juga keunggulan dan kelemahan dari produk ini. Anywaaaayyy buuussswaaayy….  Menyambung dari tulisan terakhir di artikel sebelumnya mengenai kebutuhan biaya pendidikan yang akan mencapai milyaran tersebut, pertanyaannya kemudian adalah, ketika kita akan menggunakan produk asuransi pendidikan kita bisa minta dihitungkan berapa besar premi yang harus kita bayarkan dan bandingkan dengan nilai tabungan pendidikan yang dapat ditarik ketika masa penarikan tiba.  Kalau dibandingkan antara biaya pendidikan yang dibutuhkan dengan hasil akhir (atau ilustrasi) yang didapatkan dari asuransi pendidikan, nah dari situ dapat dilihat apakah dana yang akan diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya-biaya sekolah. Hati-hati dan harus selalu diingat bahwa biasanya illustrasi dari perusahaan asuransi memberikan nilai investasi yang dapat ditarik (dibagikan) dalam nilai uang sekarang.  Sebagai contoh sebuah produk diilustasikan dapat memberikan biaya pendidikan untuk masuk SD sebesar Rp. 5 juta, nah nilai Rp. 5 juta itu adalah untuk nilai saat ini.  Sudah barang tentu biaya untuk masuk SD beberapa tahun lagi (anggap 4 tahun lagi) sudah naik karena inflasi pendidikan yang tinggi tersebut, sehingga nilai yang akan diberikan […]

27 April 2011 1 Comment

Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak? 2

Tweet Asuransi Pendidikan, perlu nggak?  Itu pertanyaan yang sering diajukan kepada saya sebagai Perencana Keuangan atau dikenal dengan Financial Planner / Financial Advisor.  Sebelum menjawab perlu atau tidak atau mengetahui kelebihan dan kelemahan dari produk ini maka ada baiknya kita mengerti dahulu proses sebuah perencanaan dana pendidikan.  Gimana caranya? Pertama-tama kita harus menentukan kemana anak akan dikirimkan untuk bersekolah.  Nah, berdasarkan target tujuan pendidikan tersebut kemudian kita akan melakuan perhitungan berapa besar biaya pendidikan tersebut saat ini.  Dengan menggunakan metode Time Value of Money, seorang Perencana Keuangan dapat membantu menghitung kebutuhan dana tersebut dimasa yang akan datang sesuai dengan tahapan kapan anak kita akan masuk sekolah yang ingin dibiaya. Anywaaay buuussswaayyyy…. Disinilah kemudian kesalahan tersebut terjadi.  Banyak orang salah dalam mengartikan dan melakukan perhitungan biaya pendidikan ini.  Salah satu statement saya yang sangat mengejutkan dan banyak di quote di beberapa media cetak dan online adalah, dengan biaya pendidikan 4 tahun kuliah di Universitas standar rata-rata fakultas FISIP atau Ekonomi saat ini sebesar Rp. 70 juta, maka dihitung dengan menggunakan inflasi 10% saja, dalam waktu 15-16 tahun lagi biaya pendidikan tersebut akan menjadi Rp. 400 juta. Bayangkan betapa tingginya.  Perhitungan tersebut hanya menggunakan kenaikan 10%.  Seperti yang kita ketahui bersama bahwa […]