11 May 2011 1 Comment

Naik Gaji , 1

Judul Naik Gaji atau topic ini biasanya topic favorit banyak orang nih.  Karena inilah ang selalu ditunggu-tunggu oleh kebanyakan karyawan.  Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor pun juga bisa memasukan komponen kenaikan gaji ini kedalam sebuah perencanaan keuangan klien-kliennya.  Nah, pertanyaannya adalah berapa besar kenaikan gaji yang bisa kita harapkan? Ada beberapa metode cara perhitungan yang bisa kita pakai alias perhitungkan dalam rencana kenaikan gaji kita.  Akan tetapi yang harus kita perhatikan adalah, kenaikan gaji seharusnya diperhitungkan kedalam 2 bagian.  Pertama yang disebut dengan penyesuaian kebutuhan dan biaya hidup.  Sewaktu saya jadi Perencana Keuangan di Amerika Serikat komponen ini disebut dengan COLA (bukan Coca Cola ya) atau singkatan dari Cost Of Living Adjustment. Nah COLA ini biasanya memperhitungkan kenaikan penghasilan kita berdasarkan tingkat inflasi yang terjadi di Negara tersebut.  Itulah sebabnya kenapa Badan Pusat Statistik alias BPS di Indonesia akan sibuk untuk “menekan” inflasi diawal-awal tahun sehingga pada saat mereka umumkan (biasanya sebelum pengumuman kenaikan gaji) nilai inflasinya tidak besar.  COLA inilah yang dipergunakan sebagai acuan kenaikan minimum dalam kenaikan gaji tahunan yang diterima oleh pegawai, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai swasta. Sedangkan kenaikan gaji sendiri baru dinilai sebesar nominal atau persentase diatas kenaikan dari inflasi [...]

9 May 2011 0 Comments

Inflasi Musuh Uang Kita? 3

Masih membicarakan tentang inflasi, sebagai seorang Perencana Keuangan atau dikenal dengan Financial Planner / Financial Advisor , harus bisa membedakan produk investasi (real alias bisa mengalahkan inflasi) atau produk pasar modal yang tidak termasuk kategori investasi. Anywaaay buuusswaaayy… karena dari tulisan ke 1 dan ke 2 masih banyak yang bingung tentang inflasi, baiknya dicoba jelaskan lagi dengan bahasa yang (mudah-mudahan) sederhana dan bisa dimengerti yak.  Jadi gini ceritanya, kan setiap Negara termasuk Indonesia itu cetak uang, kalo dikita ya Rupiah donk.  Uang itu ada yang beredar dan ada yang didalam instrument keuangan seperti diperbankan.  Nah ketika uang yang beredar tersebut menjadi banyak jumlahnya, kemudian ketersediaan barang-barang (bisa berupa pangan dll) terbatas, maka teori ekonomi (supply & demand) yang berlaku.  Yaitu ketika barang sedikit atau terbatas sementara uang banyak (dan banyak yang mau belanja) maka harga barang akan merangkak naik. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya inflasi, contohnya seperti awal tahun kemarin ketika panen cabai gagal menyebabkan jumlah cabai menjadi sedikit dan sulit didapat.  Sementara itu orang Indonesia kan harus makan pedes, akibatnya bisa ditebak, cabai merah kecil naik dari sekitar Rp. 33,000 per kilo menjadi sekitar Rp. 100,000 an per kilo.  Nah, efek dari kenaikan harga yang menyebabkan inflasi inilah yang [...]

6 May 2011 3 Comments

Inflasi Musuh Uang Kita? 2

Inflation

Inflasi Musuh Uang Kita? yakin? Kalau di tulisan sebelumnya saya memberikan contoh apa itu inflasi, maka pertanyaanya sekarang apakah Inflasi baik atau buruk?  Sebagai seorang Perencana Keuangan yang dikenal juga dengan istilah Financial Planner atau Financial Advisor, harus bisa melihat inflasi dari dua sisi, yaitu sisi baik dan sisi buruknya.  Meskipun banyak orang beranggapan bahwa inflasi buruk, akan tetapi kita bisa melihat inflasi dari sudut pandang yang berbeda yaitu untuk kegunaan investasi pada produk keuangan. Anywaaayy buuusswaaayy…… Investasi pada produk keuangan di suatu negara akan kurang menarik dan kurang memberikan hasil yang baik apabila tidak terjadi inflasi di negara tersebut.  Sebagai contoh kita dapat melihat apa yang terjadi di Jepang.  Jepang berusaha menekan inflasi dan hampir selalu berhasil manahan laju inflasinya, akan tetapi akibatnya adalah dana yang kita simpan ditabungan tidak memberikan bunga atau hasil investasi apapun alias nol.  Dibeberapa lembaga keuangan di Jepang seperti pada beberapa Bank dan Tabungan Pos bukanya memberikan bunga akan tetapi mereka malah mengenakan biaya apabila kita menabung uang kita ditempat mereka. Contoh positif lainnya dari inflasi dapat dilihat pada investasi kita di property.  Harga tanah dan rumah serta investasi kita di property tidak akan bisa meningkat secara significant atau cepat apabila tidak terjadi inflasi.  [...]

29 April 2011 4 Comments

Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak? 3

college 3 game

Pasti masih menunggu jawaban dari pertanyaan diatas: Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak?.  Sekarang kita akan membahas produk asuransi ini dari sisi seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor , termasuk juga keunggulan dan kelemahan dari produk ini. Anywaaaayyy buuussswaaayy….  Menyambung dari tulisan terakhir di artikel sebelumnya mengenai kebutuhan biaya pendidikan yang akan mencapai milyaran tersebut, pertanyaannya kemudian adalah, ketika kita akan menggunakan produk asuransi pendidikan kita bisa minta dihitungkan berapa besar premi yang harus kita bayarkan dan bandingkan dengan nilai tabungan pendidikan yang dapat ditarik ketika masa penarikan tiba.  Kalau dibandingkan antara biaya pendidikan yang dibutuhkan dengan hasil akhir (atau ilustrasi) yang didapatkan dari asuransi pendidikan, nah dari situ dapat dilihat apakah dana yang akan diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya-biaya sekolah. Hati-hati dan harus selalu diingat bahwa biasanya illustrasi dari perusahaan asuransi memberikan nilai investasi yang dapat ditarik (dibagikan) dalam nilai uang sekarang.  Sebagai contoh sebuah produk diilustasikan dapat memberikan biaya pendidikan untuk masuk SD sebesar Rp. 5 juta, nah nilai Rp. 5 juta itu adalah untuk nilai saat ini.  Sudah barang tentu biaya untuk masuk SD beberapa tahun lagi (anggap 4 tahun lagi) sudah naik karena inflasi pendidikan yang tinggi tersebut, sehingga nilai yang akan diberikan tersebut [...]

25 April 2011 1 Comment

Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak? 1

Sebagai seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor yang sering sekali ditanya mengenai produk unitlink dan sering sekali memberikan informasi fakta yang sebenarnya tentang produk ini, harus bisa menerima kenyataan bahwa banyak sekali orang  (khususnya yang hidup dari situ) yang kemudian terusik dengan fakta-fakta tersebut yang kemudian malah menyerang balik bahkan memaki-maki dan mengancam.  Sayangnya, fakta tersebut ada dan benar sehingga tidak ada yang perlu dipertanyakan. Anywaaaaayyy Buusssswaaayyyy….. Kembali di materi bahasan yang sering sekali menjadi masalah ini, sejak diluncurkannya asuransi yang disebut dengan Unit-Linked atau biasanya ditulis unitlink ini, banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produknya secara sangat agresif.  Jenis asuransi ini sebenarnya baru dimulai di Indonesia di akhir tahun 1990an dan awal tahun 2000an.  Apabila kita kembali kepada sebuah definisi dari asuransi, sebuah polis Asuransi atau asuransi jiwa secara spesifik adalah sebuah kontrak untuk melindungi resiko (resiko kematian pada asuransi jiwa) yang dapat dihitung nilai ekonomis nya. Kalau ngak percaya, baca definisi Asuransi & Pertanggung menurut Undang-undang no. 2 tahun 1992 yang isinya kurang lebih sebagai berikut: Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan [...]