14 July 2016 0 Comments

Kenapa Invest? Mikir!!!

Invest 2

Tweet Saya terlibat dalam suatu imaginary conversation dengan beberapa orang “teman” yang ngotot mengatakan tidak perlu berinvestasi sampai kapanpun.  Percakapannya kurang lebih seperti ini: Teman Ngotot (TN) :  Halah buat apaan sih pake-pake ngerencanain keuangan, apalagi ngurusin investasi?, ribet banget idup lo !!   Saya (Sy)               : Nah haruslah, tanpa rencana lo ngak akan tau lo mau kemana kan, dalam hidup ngak ada salahnya dibuat serba terencana.   TN                        :  Ngapain ngotot sih, tenang aja rejeki udah ada yang ngatur, kayak ngak percaya sama Tuhan aja.   Sy                         :  Wah salah tuh, justru Tuhan ingin kita berusaha dulu, namanya Ikhtiar, abis itu baru kita serahkan diri kita, namanya Pasrah.  Jadi Ikhtiar sama Pasrah ya pasangan bro.  Pasrah doang tanpa ikhtiar mah sama aja boong.   TN                        :  Tenang aja, nyokap gue (ketauan kan angkatannya pakek kata nyokap), dulu bisa tuh kuliahin gue, padahal duit dia nge pas.   Sy                         :  Berapa biaya kuliah lo dulu?  Rp. 4 juta selama 4 tahun?  Tau ngak sekarang untuk kuliah kampus keren (level A), itu sekitar Rp. 185 juta untuk 4 tahun?  Sementara kalo anak lo baru umur 1-2 tahun, berarti sekitar 17 tahun lagi biaya kuliah anak lo bisa jadi sekitar Rp. 1,8 […]

6 November 2015 1 Comment

Apakah Sekarang Waktu Yang Tepat Untuk Investasi? Part 2

Invest 2

Tweet Udah ngerti blom kenapa dibilang hati-hati dan jangan sembarangan ketika kita mutusin untuk berinvestasi. Kalau masih blom jelas atau lupa-lupa bisa baca tulisan sebelumnya disini >> ow.ly/TKnFX . Sebenarnya simple, kalau kita ngelakuin cicilan rutin bulanan (cost averaging), bila suatu saat investasi kita turun karena bursa turun, yang terjadi uang kita yang kena rugi paling besar adalah uang yang baru saja diinvestasikan (3-6 bulan terakhir). Sementara uang yang sudah masuk dari beberapa tahun lalu sudah sempat berkembang. Jadi kalo tiba-tiba bursanya turun dan investasi kamu turun (let’s say reksadana deh), kemungkinan besar investasi yang sudah dilakukan dari beberapa tahun lalu hanya menurun dari sisi keuntungannya aja, alias ngak rugi-rugi amat sih. Tapi, ketika kita mutusin untuk investasi dengan jumlah gede (gede ini relative ya, jadi pasti beda-beda bagi setiap orang, jadi angkanya bisa isi sendiri), maka kita juga harus perhatiin beberapa hal yang penting untuk dihitung dan diukur lebih dulu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika dalam kondisi seperti saat ini. Disaranin agar kita ngak gegabah dan mengambil keputusan secara singkat yang membuat kita nyesal dikemudian hari. Ketika kita berinvestasi dalam jumlah besar disaat kondisi turun, nah kita kan ngak pengen kondisi malah memburuk nih, tapi justru ingin […]

23 October 2015 0 Comments

Apakah Sekarang Waktu Yang Tepat Untuk Investasi? Part 1

Invest 1

Tweet Apakah sekarang waktu yang tebat untuk berinvestasi? Melihat gelagat-gelagat ekonomi yang melambat cendrung menurun, harga barang yang terus naik, daya beli masyarakat yang rendah dan turun, banyak PHK yang terjadi dimana-mana dan jumlahnya terus bertambah, banyak industry yang penjualannya turun alias tidak mencapai target penjualan, penjualan property yang agak stagnan, nilai tukar dolar Amerika yang menguat sehingga Rupiah melemah, bursa saham yang terus-terusan turun meskipun kemudian naik lagi, tapi masih belum jelas dan tidak bisa dibaca mau kemana arahnya. Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah, apakah saat ini waktu yang tepat untuk memulai berinvestasi. Pada umumnya apabila ditanyakan ke Perencana Keuangan, maka jawaban stkamurdnya adalah ketika semuanya turun seperti sekarang, inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi, well beli diharga murah jual diharga tinggi kan? Secara teori betul siiiiihhh, tapi untuk mengambil keputusan untuk berinvestasi sekarang atau nanti sebenarnya tidak sesederhana yang disebutkan diatas, jadi jangan nge-gampangin yaaaa. Banyak hal yang bisa dipelajari dan dilihat sebelum memutuskan apakah saat ini sudah waktunya yang tepat untuk berinvestasi. Seperti yang kita ketahui bahwa investasi haruslah dengan tujuan jangka panjang, atau dana tidak akan dipakai untuk sekurang-kurangnya 5 tahun dari sekarang. Jadi ketika seorang Perencana Keuangan mengatakan, it’s OK tidak masalah untuk […]

10 September 2015 4 Comments

Rahasia Cara Pinter Jadi Orang Kaya

Tweet Pengen tau Rahasia cara pinter untuk jadi orang kaya? Simpel.  Belajar dan Eksekusi secepat. Kalau mau belajar Perencanaan Keuangan (ngatur duit & keuangan keluarga), Investasi, Asuransi, Waris, Komunikasi, ya di IARFC Indonesia, AAM & Associates dan LSP tempatnya. Untuk Jadwal Workshop bulan September & awal Oktober 2015  adalah sebagai berikut : CPMM Weekend Makassar 20 Sept : http://bit.ly/mkspm20 CPMM Weekend Palembang 27 Sept : http://bit.ly/plbpm27 CPMM Weekend Pekanbaru 4 Okt : http://bit.ly/pknbpm4 CPMM Weekend Jakarta 19 Sept : http://bit.ly/pm19spt CMFC Weekend Jakarta 20 Sept : http://bit.ly/rd20spt CPMM Weekdays Jakarta 29 Sept : http://bit.ly/pm29sp CMFC Weekdays Jakarta 30 Sept : http://bit.ly/rd30sp CLIC Weekdays Jakarta 1 Okt : http://bit.ly/li1okt Keterangan Kode: CPMM (Certified Personal Money Manager), workshop Perencana Keuangan / Ngatur Duit / Ngatur Keuangan Keluarga CMFC (Certified Mutual Fund Consultant), workshop Perencanaan Investasi di Reksadana CLIC (Certified Life Insurance Consultant), workshop Perencanaan Asuransi CEPC (Certified Estate Planning Consultant), workshop Perencanaan Waris  

1 June 2015 0 Comments

Siapa Yang Ngaku Investor, Tapi Kelakuan Begini?, part 3, habis

Tweet Hayoooo siapa yang ngaku investor tapi kelakukan masih begini?… ini tulisan bagian terakhir dari artikel panjang 3 seri tentang kelakuan-kelakukan para “investor” baik yang beneran investor maupun yang keliatannya gadungan.  Ngak ada salahnya kita belajar dari sini supaya kita tidak menjadi sama seperti mereka.  Apa aja sih? Yuuuuuk di cekidot… Bayar Biaya Transaksi Kemahalan Udah pernah menghitung belum berapa besar biaya transaksi yang anda bayarkan?  Well kalau anda jual beli saham, biasanya biaya berkisar antara 0.25% – 0.45% dari nilai transaksi untuk jual maupun beli saham.  Bayangkan berapa besar biaya yang anda bayarkan apabila anda setiap hari melakukan beli dan jual 1x saja, dikalikan 5 hari, dikalikan 4 minggu, dikalikan nominal transaksi anda.  Demikian juga dengan reksadana anda, coba hitung total biaya dari mulai biaya pembelian (subscription), biaya penjualan (redemption), biaya manajer investasi dan bank kustodi serta biaya-biaya lain yang dibebankan ke anda.  Kalau tidak hati-hati bisa jadi biaya yang anda bayarkan tinggi sementara kinerja investasi anda tidak lebih tinggi dari Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG.  Dicek lagi yaaa. Tidak Memperhatikan Inflasi & Pajak Banyak orang melakukan investasi tapi tidak pernah memperhitungkan inflasi dan efeknya pada hasil investasi mereka.  Informasi inflasipun sering kali tidak mencerminkan kondisi real yang […]