19 December 2012 1 Comment

Inflasi Nggak Ya?

Tweet Sebagai seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor saya terus dan ngak bosan-bosan mengingatkan kita semua untuk terus waspada atas bahaya yang namanya inflasi.  Banyak dari kita yang tidak menyadari karena terus fokus pada pekerjaan dan kehidupan.  Akan tetapi secara tidak sadar sering mengeluh bahwa biaya hidup semakin hari semakin tinggi dan uang belanja selalu kurang.  Saya penasaran, coba tanyakan ke diri anda sendiri apakah benar inflasi kita sebesar 4-5% seperti yang di informasikan oleh pemerintah? Beberapa minggu terakhir maraknya demo buruh yang menuntut kenaikan upah minim mereka.  DKI sebagai pelopor (dan juga barometer) langsung mengambil keputusan untuk menaikan UMP.  Sebenarnya niat awal dari kenaikan UMP ini adalah agar kita bisa bertahan hidup ditengah gempuran harga-harga yang semakin mahal.  Tapi tidak banyak yang menyadari bahwa dengan menaikan Upah tersebut, sebenarnya masyarakat semakin mempunyai banyak uang yang artinya uang beredar semakin meningkat.  Dalam teori ekonomi antara supply dan demand, semakin banyak uang beredar mengakibatkan banyaknya permintaan, akibatnya justru harga akan merangkak naik.  Belum lagi pengusaha yang merasa beban biaya gajinya naik akan ikut mengkompensasikan biaya tersebut kedalam harga jual barang mereka.  Akibatnya harga barang ikut naik.  Kalo sudah begini, apa gunanya naikin upah? Yang sebenarnya sebaiknya dilakukan adalah […]

21 November 2012 9 Comments

Inflasi Itu Bernama Parkir

Tweet Jujur, sebagai seorang Perencana Keuangan Independen alias Independent Financial Planner / Financial Advisor saya ngak pernah bosan-bosan memberikan peringatan kepada kita semua akan bahayanya Inflasi, karena inflasi adalah musuh yang ngak keliatan dari aset kita dan uang kita.  Kali ini saya akan membahas Inflasi dan Inflasi itu bernama Parkir.  Sadar atau tidak setelah dikeluarkannya peraturan daerah, parkir di Jakarta belum lama ini naik dari Rp. 2,000 ke Rp. 3,000 per jam.  Bagi banyak orang mungkin bilang… halah Cuma seribu perak aja.  Tapi sadar atau tidak sadar sebenarnya kenaikan seribu rupiah itu sama dengan kenaikan sebesar 50%.  Jadi kalau pinjam istilah inflasi tadi adalah inflasi 50%. Ketika kenaikan hanya seribu rupiah per jam mungkin banyak diantara kita mengabaikan, tapi kita itu mulai dihitung per kelipatannya, kenaikan tersebut mulai terasa mengganggu cash flow.  Saya sendiri merasakan hal tersebut.  Biasanya saya parkir disuatu tempat untuk rapat atau pertemuan yang memakan waktu antara 1-2 jam.  Pada saat keluar gedung parkir biasanya hanya membayar Rp. 2000 atau Rp. 4,000 atau bahkan paling banyak Rp. 6,000 saja, kecuali kalau saya membuat janji dengan beberapa orang di satu tempat baru saya menghabiskan Rp. 10,000 – Rp. 12,000 untuk sekali datang. Sekarang berbeda.  Biaya parkir yang tadinya […]

13 May 2011 4 Comments

Naik Gaji , 2

Tweet Masih membicarakan tentang Naik Gaji, ketika keuangan seseorang terbatas maka seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor akan memperhitungkan kenaikan gaji sebagai bagian dari kenaikan investasi tahunan dari klien nya.  Ini menjadi penting karena untuk bisa memenuhi target investasi dan tujuan keuangan, klien perlu menginvestasikan kelebihan dana yang ada, termasuk dari kenaikan gaji tadi. Anywaaaay buussswaaayy…. Balik ke kenaikan gaji sendiri biasanya baru dinilai berdasarkan performa pekerjaan dari karyawan.  Sering terjadi perhitungan kenaikan gaji juga sudah di sesuaikan dengan bonus yang diterima oleh karyawan atas prestasinya ditahun sebelumnya, kecuali untuk posisi-posisi tertentu diperusahaan seperti marketing dan sales.  Apabila kita sudah melakukan pekerjaan dengan baik dan memberikan prestasi dan kontribusi yang luar biasa pada perusahaan akan tetapi belum mendapatkan gaji yang sesuai, bicarakanlah dengan bagian personalia.  Mungkin saja ada prestasi kita yang terlewatkan. Nah bagi sebagian besar dari kita, apabila jumlah kenaikan gajinya secara persentase dikurangi inflasi dalam persentase tahun tersebut, maka itu jumlah kenaikan gaji realnya.  Contoh, seorang Manajer dengan penghasilan Rp. 10 juta per bulan mengalami kenaikan gaji sebesar 10% menjadi Rp. 11 juta di tahun 2011 ini.  Dengan inflasi laporan BPS sebesar 6.5% tahun 2010 lalu, maka kenaikan gaji real ditahun 2011 dari manajer ini […]

11 May 2011 1 Comment

Naik Gaji , 1

Tweet Judul Naik Gaji atau topic ini biasanya topic favorit banyak orang nih.  Karena inilah ang selalu ditunggu-tunggu oleh kebanyakan karyawan.  Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor pun juga bisa memasukan komponen kenaikan gaji ini kedalam sebuah perencanaan keuangan klien-kliennya.  Nah, pertanyaannya adalah berapa besar kenaikan gaji yang bisa kita harapkan? Ada beberapa metode cara perhitungan yang bisa kita pakai alias perhitungkan dalam rencana kenaikan gaji kita.  Akan tetapi yang harus kita perhatikan adalah, kenaikan gaji seharusnya diperhitungkan kedalam 2 bagian.  Pertama yang disebut dengan penyesuaian kebutuhan dan biaya hidup.  Sewaktu saya jadi Perencana Keuangan di Amerika Serikat komponen ini disebut dengan COLA (bukan Coca Cola ya) atau singkatan dari Cost Of Living Adjustment. Nah COLA ini biasanya memperhitungkan kenaikan penghasilan kita berdasarkan tingkat inflasi yang terjadi di Negara tersebut.  Itulah sebabnya kenapa Badan Pusat Statistik alias BPS di Indonesia akan sibuk untuk “menekan” inflasi diawal-awal tahun sehingga pada saat mereka umumkan (biasanya sebelum pengumuman kenaikan gaji) nilai inflasinya tidak besar.  COLA inilah yang dipergunakan sebagai acuan kenaikan minimum dalam kenaikan gaji tahunan yang diterima oleh pegawai, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai swasta. Sedangkan kenaikan gaji sendiri baru dinilai sebesar nominal atau persentase diatas kenaikan dari […]

9 May 2011 0 Comments

Inflasi Musuh Uang Kita? 3

Tweet Masih membicarakan tentang inflasi, sebagai seorang Perencana Keuangan atau dikenal dengan Financial Planner / Financial Advisor , harus bisa membedakan produk investasi (real alias bisa mengalahkan inflasi) atau produk pasar modal yang tidak termasuk kategori investasi. Anywaaay buuusswaaayy… karena dari tulisan ke 1 dan ke 2 masih banyak yang bingung tentang inflasi, baiknya dicoba jelaskan lagi dengan bahasa yang (mudah-mudahan) sederhana dan bisa dimengerti yak.  Jadi gini ceritanya, kan setiap Negara termasuk Indonesia itu cetak uang, kalo dikita ya Rupiah donk.  Uang itu ada yang beredar dan ada yang didalam instrument keuangan seperti diperbankan.  Nah ketika uang yang beredar tersebut menjadi banyak jumlahnya, kemudian ketersediaan barang-barang (bisa berupa pangan dll) terbatas, maka teori ekonomi (supply & demand) yang berlaku.  Yaitu ketika barang sedikit atau terbatas sementara uang banyak (dan banyak yang mau belanja) maka harga barang akan merangkak naik. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya inflasi, contohnya seperti awal tahun kemarin ketika panen cabai gagal menyebabkan jumlah cabai menjadi sedikit dan sulit didapat.  Sementara itu orang Indonesia kan harus makan pedes, akibatnya bisa ditebak, cabai merah kecil naik dari sekitar Rp. 33,000 per kilo menjadi sekitar Rp. 100,000 an per kilo.  Nah, efek dari kenaikan harga yang menyebabkan inflasi inilah […]