10 May 2013 1 Comment

Terima Berapa SMS/Telpon Tawaran Utang hari ini? Part 2

Tweet Kembali kepada keprihatinan saya sebagai Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor (kalo saya dikasih julukan Wealth Planner / Advisor dan Divorce Planner) menghadapi gempuran penawaran utang konsumtif di Indonesia yang semakin parah dan keliatan dibiarkan aja, Kalau di Amerika kita hanya menerima rata-rata 6 penawaran kredit alias hutang PER BULAN, yeeesss… anda tidak salah baca, itu Per bulan… sementara di Indonesia saya mengalami penawaran lebih dari 6 kali per hari, baik melalui telpon yang masuk ke HP dan SMS yang dikirimkan.  Tawaran hutang pun mulai dari Kartu Kredit, KTA, Pinjaman Serba Guna, tranfer balance dan lain sebagainya.  Belum lagi penawaran asuransi yang sekarang juga ikut-ikutan meraja rela melalui telpon yang membuat sering kali saya merasa “ngeri” kalau telpon berdering dan tidak pernah menjawab telpon dari nomor yang tidak saya kenal atau tidak ter-register. Dengan tidak jelasnya aturan penawaran hutang melalui telpon ini, serta data based nomor telpon dan HP kita yang di “perjual belikan” secara gelap oleh banyak orang, jelas-jelas hal ini bisa saja cukup ganggu.  Lalu, gimana kita menghadapi gempuran tawaran hutang ini?  Apakah kita harus mengambilnya?  Kalau tidak diambil sekarang apakah tawaran ini akan terlewatkan dan tidak datang lagi? Yang harus selalu diingat adalah, selama […]

2 May 2013 1 Comment

Terima Berapa SMS/Telpon Tawaran Utang hari ini? Part 1

Tweet Sebagai Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor (kalo saya dikasih julukan Wealth Planner / Advisor dan Divorce Planner) saya PRIHATIN (eh siapa ya itu yang suka ngomong begitu)….  Gimana ngak prihatin, baru ½ hari ini aja saya udah nerima lebih dari 4 telpon penawaran utang Kartu Kredit dan KTA, serta udah dapet 6 SMS.  Berapa yang udah temen-temen dapetin hayoooo?? Weekend kemarin iseng-iseng buka komputer dan tanya ke mbah google alias riset-riset yang lucu-lucu, tiba-tiba keluar tulisan dalam bahasa Inggris yang artinya kira-kira “ Orang Amerika rata-rata menerima tawaran kredit / kartu kredit 6 kali per bulan”.  Yes, betul hanya 6 kali alias 6 penawaran per bulan.  Hal ini dikarenakan regulasi mengenai penawaran produk keuangan baik investasi maupun produk pinjaman yang ditawarkan melalui telpon diregulasikan dan diawasi sangat ketat. Penawaran tersebut termasuk juga telpon ke rumah maupun ke cellular (hand phone).  Saya masih ingat ketika dulu menjadi Perencana Keuangan di Amerika dan mencoba menelpon prospek (dulu belum ada twitter dan facebook) yang dikenal dengan istilah Cold Call, banyak sekali regulasi dan aturan baku yang harus kita lakukan ketika melakukan penawaran melalui telpon. Bagaimana dengan di Indonesia?  Coba cek & tanya ke diri kita, berapa banyak kita terima […]

19 July 2011 1 Comment

Duka Bisa Datang Kapan Saja

Tweet Yes betul, Duka Bisa Datang Kapan Saja.  Dan seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor memahami dan mengetahui resiko tersebut.  Tidak percaya?  Coba diingat-inga, beberapa bulan lalu terkaget – kaget kita semua mendengar berita duka meninggalnya salah satu anggota DPR yang masih muda yang terlihat sebelumnya masih segar bugar.  Baru beberapa minggu lalu kita juga dikagetkan dengan berita  meninggalnya Kyai yang dikenal dengan Kyai sejuta umat.  Tidak lama berselang berita duka datang lagi dengan meninggalnya seorang Deputy Gubernur Bank Indonesia.  Kita semua kaget dan sedih. Anywaaay buuusswaaayyy, Akan tetapi setelah duka dan kesedihan tersebut lewat banyak hal-hal yang harus kita perhatikan, khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan.   Yang sering terlupakan tapi menjadi fatal adalah pembagian waris atas harta si pewaris (orang yang meninggal dunia).  Akan tetapi sebelum melakukan pembagian waris, ahli waris diwajibkan untuk melunasi utang-utang dari sang pewaris.  Untuk utang-utang yang besar seperti KPR atau kredit kepemilikan rumah biasanya sudah dilindungi oleh asuransi jiwa yang akan membayar lunas sehingga rumah tersebut secara otomatis akan langsung lunas dan menjadi milik ahli waris yang harus dibagikan warisnya. Akan tetapi bagaimana dengan utang-utang lain yang tidak terlalu besar akan tetapi bertebaran dimana-mana.  Belum lagi utang-utang yang sifatnya konsumtif.  Utang ini […]

14 June 2011 1 Comment

Melindungi Hutang Kartu Kredit

Tweet Dah 2 minggu ngomongin waris melulu katanya banyak yang stress, sekarang kita intermeso alias istirahat dulu, mari kita pindah topic ke cara melindungi hutang kartu kredit lagi.  Di akhir bulan May kemarin kita sudah bahas tentang tentang bagaimana melihat dan mensiasati hutang kartu kredit dalam posting saya berjudul “Hutang Kartu Kredit”.  Nah menyambung dari tulisan sebelumnya, dalam tulisan kali ini saya mengajak kita semua untuk memikirkan lebih dalam lagi pertanyaan saya diakhir tulisan saya sebelumnya.  Apa yang terjadi dengan ahli waris kita apabila kita meninggal dunia dan meninggalkan hutang Kartu Kredit atau bahkan hutang-hutang lainnya seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), hutang koperasi dan hutang-hutang lainnya. Anyyyywaaayyy Buusswaayy, Meninggalnya anggota keluarga kita sudah barang tentu akan memberikan efek shock dan kesedihan yang mendalam.  Belum lagi apabila sebelum tutup usia didahului dengan proses perawatan dirumah sakit yang sudah pasti akan menelan biaya yang tidak sedikit.  Bisa dibayangkan bagaimana kagetnya ahli waris apabila ketika meninggal dunia ternyata pewaris masih memiliki “urusan” yang belum selesai, alias meninggalkan hutang yang banyak baik hutang pribadi yang lain-lain maupun hitang kartu kredit. Apalagi seperti dicontohkan tadi apabila kepergian dari orang yang kita cintai ini didahului oleh proses penyakit yang parah sehingga harus dirawat.  Seseorang yang tidak […]

23 May 2011 6 Comments

Hutang Kartu Kredit

Tweet Sebagai seorang Perencana Keuangan atau dikenal dengan Financial Planner / Financial Advisor sering kali saya harus merasa “ngenes” alias sedih ketika client yang datang ke kantor kami di Akbar’s Financial Check Up punya masalah dengan hutang Kartu Kredit nya.  Dan ketika kondisinya sudah parah (terlanjur parah) dan telat datang ke kantor kami, sudah tidak banyak yang bisa kita bantu.  Pertanyaannya adalah “why” “why” dan “why”?. Anywaaay buuusswaaayyy, ngak bisa dipungkiri, dijaman yang serba modern seperti saat ini kebutuhan akan kita menggunakan “kartu sakti” alias kartu kredit menjadi besar.  Sayangnya hal ini tidak di iringi dengan tanggung jawab kita sebagai orang dewasa pengguna kartu kredit.  Plus kondisi ini diperparah dengan toko-toko dan department store yang berlomba-lomba menawarkan diskon, dari mulai diskon menyambut “ulang tahun Jakarta” (siap-siap sebentar lagi nih), sampai mid-night sale alias diskon tengah malam yang bikin kita ngantuk. Memangnya seberapa parah sih utang kartu kredit ini? Well, dari beberapa kasus yang kita temui nasabah dikantor kita yang datang dari yang mempunyai hutang kartu kredit sebesar Rp. 10-20 juta, ada yang sampai Rp. 60-80 juta.  Rekor tertinggi alias kondisi terburuk yang pernah datang berkonsultasi di kantor kami adalah mempunyai hutang kartu kredit sebesar Rp. 250 juta, dimana Rp. 100 […]