27 April 2011 1 Comment

Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak? 2

Asuransi Pendidikan, perlu nggak?  Itu pertanyaan yang sering diajukan kepada saya sebagai Perencana Keuangan atau dikenal dengan Financial Planner / Financial Advisor.  Sebelum menjawab perlu atau tidak atau mengetahui kelebihan dan kelemahan dari produk ini maka ada baiknya kita mengerti dahulu proses sebuah perencanaan dana pendidikan.  Gimana caranya? Pertama-tama kita harus menentukan kemana anak akan dikirimkan untuk bersekolah.  Nah, berdasarkan target tujuan pendidikan tersebut kemudian kita akan melakuan perhitungan berapa besar biaya pendidikan tersebut saat ini.  Dengan menggunakan metode Time Value of Money, seorang Perencana Keuangan dapat membantu menghitung kebutuhan dana tersebut dimasa yang akan datang sesuai dengan tahapan kapan anak kita akan masuk sekolah yang ingin dibiaya. Anywaaay buuussswaayyyy…. Disinilah kemudian kesalahan tersebut terjadi.  Banyak orang salah dalam mengartikan dan melakukan perhitungan biaya pendidikan ini.  Salah satu statement saya yang sangat mengejutkan dan banyak di quote di beberapa media cetak dan online adalah, dengan biaya pendidikan 4 tahun kuliah di Universitas standar rata-rata fakultas FISIP atau Ekonomi saat ini sebesar Rp. 70 juta, maka dihitung dengan menggunakan inflasi 10% saja, dalam waktu 15-16 tahun lagi biaya pendidikan tersebut akan menjadi Rp. 400 juta. Bayangkan betapa tingginya.  Perhitungan tersebut hanya menggunakan kenaikan 10%.  Seperti yang kita ketahui bersama bahwa inflasi [...]

25 April 2011 1 Comment

Asuransi Pendidikan, Perlu Nggak? 1

Sebagai seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor yang sering sekali ditanya mengenai produk unitlink dan sering sekali memberikan informasi fakta yang sebenarnya tentang produk ini, harus bisa menerima kenyataan bahwa banyak sekali orang  (khususnya yang hidup dari situ) yang kemudian terusik dengan fakta-fakta tersebut yang kemudian malah menyerang balik bahkan memaki-maki dan mengancam.  Sayangnya, fakta tersebut ada dan benar sehingga tidak ada yang perlu dipertanyakan. Anywaaaaayyy Buusssswaaayyyy….. Kembali di materi bahasan yang sering sekali menjadi masalah ini, sejak diluncurkannya asuransi yang disebut dengan Unit-Linked atau biasanya ditulis unitlink ini, banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produknya secara sangat agresif.  Jenis asuransi ini sebenarnya baru dimulai di Indonesia di akhir tahun 1990an dan awal tahun 2000an.  Apabila kita kembali kepada sebuah definisi dari asuransi, sebuah polis Asuransi atau asuransi jiwa secara spesifik adalah sebuah kontrak untuk melindungi resiko (resiko kematian pada asuransi jiwa) yang dapat dihitung nilai ekonomis nya. Kalau ngak percaya, baca definisi Asuransi & Pertanggung menurut Undang-undang no. 2 tahun 1992 yang isinya kurang lebih sebagai berikut: Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan [...]

22 April 2011 1 Comment

Boleh Nggak Hutang untuk Bisnis? 2

Boleh nggak hutang untuk bisnis? nah, Kata siapa seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner or Financial Advisor hanya ngerti tentang Cash Flow, Dana Darurat, Dana Pendidikan dan Dana Pensiun?  Kenyataanya saya sebagai perencana keuangan paling senior (alias pengalaman paling terlama diantara perencana keuangan lainnya yang ada di Indonesia) justru mendapati banyak kasus klien atau nasabah yang berkonsultasi untuk bisnis alias usaha rumahan atau usaha kecil mereka.  Saya menyebutnya UKM alias Usaha Kecil Milyaran. Anywaaay buusswaaayy…. salah satu kendala utama yang dihadapi oleh pengusaha kecil ini adalah ketersediaan dana baik dana awal untuk memulai bisnis maupun dana tambahan untuk mengembangkan usaha mereka.  Keengganan bank menyalurkan kredit ke pengusaha kecil sebenarnya lebih dikarenakan ketidak tahuan pengusaha kecil untuk memberikan apa yang diinginkan bank tersebut.  Jadi sebenarnya apa sih yang dicari atau dijadikan patokan oleh bank ini? Didalam bank atau dunia perbankan secara konvensional dikenal istilah 5 C untuk menilai apakah seseorang layak untuk diberikan kredit alias pinjaman, yaitu Character, Capacity, Credit, Capital dan Collateral.  Character menjadi salah satu penilaian terpenting sebelum institusi keuangan memberikan pinjaman kepada kita.  Karena karakter peminjam yang akan menentukan apakah peminjam akan bertanggung jawab dan mengembalikan pinjaman tersebut.  Adapun Capacity dan Credit akan dinilai melalui kelayakan perusahaan atau [...]