10 January 2014 0 Comments

Likuid Likuid dan Likuid

Tweet Cairan? bukan…. minuman? bukan… Likuid dan Likuiditas dalam dunia keuangan dikenal juga dengan uang alias dana yang bisa dipakai kapan saja.  Dalam hal ini adalah Cash atau apapun yang setara Cash atau tunai.  Mengapa?  Cash is the King. Didalam kondisi yang tidak pasti kedepannya, maka siapapun yang pegang uang tunai alias Cash atau setara tunai bisa mengambil kesempatan dan mendapatkan keuntungan apabila kondisi memburuk dan harga-harga turun.  Pertanyaanya adalah mungkinkah harga-harga atau bahkan investasi akan turun?  Jawabannya ya mungkin saja.  Apa yang naik akan turun dan apa yang turun akan naik. Kalau kondisi turun kita butuh dana, maka dana likuid bisa kita pergunakan.  Dilain hal, kalau kondisi turun kita tidak butuh dananya, dana tersebut bisa dipakai untuk berinvestasi ketika harga-harga turun. So?  siapkan dana yang banyak… kalau kita investasi di properti kata kuncinya adalah lokasi, lokasi dan lokasi… kali ini untuk 2014 kata kuncinya adalah likuid, likuid dan likuid.

20 December 2013 2 Comments

Mauku Ini, Apa Mau Mu?

Tweet Lagi-lagi saya telah gagaaaaal dalam memenuhi janji dan komitmen untuk nge blog setiap minggu…..  jadwal parah berantakan tapi tetap Alhamdulillah dan disyukuri.  Akhir tahun kan? soooo… mulailah buat Resolusi untuk tahun 2014.. ini sebagian dari Resolusiku: 1.  Masih terus termimpi-mimpi punya Masjid (mini Nabawi) Pesantren daerah Cipularang (semogaaa terkabul… entah kapan) 2.  Projek besar disalah satu institusi keuangan semoga jebol 3.  Tim IARFC, AFC, AFC Academy dan Aidil Akbar Madjid & Associates makin solid. 4.  Waktunya siap-siap untuk seleksi pengkaderan akhir tahun 2014 ke 2015 tim AAM & Associates 5.  Kelas CI dan Partner Pengajar semakin banyak dan tumbuh, kalau di 2013 udah punya sekitar 7-8 kota, target tahun 2014 harus punya di 15-20 kota. 6.  Projek property luar kota dan dalam kota bisa terlaksana 7.  Family… family… family… 8.  Pengen umroh lagi, udah 2 tahun nih absen…. 9.  Acara Besar Keuangan 10.  Jalan-jalan, target tahun ini:  Turky, Laos/Burma/Kambodia 11.  Akhir tahun (New Year) ke New York enak kali yaaa Itu kira-kira mauku… jadi sekarang apa mau mu?

19 December 2012 1 Comment

Inflasi Nggak Ya?

Tweet Sebagai seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor saya terus dan ngak bosan-bosan mengingatkan kita semua untuk terus waspada atas bahaya yang namanya inflasi.  Banyak dari kita yang tidak menyadari karena terus fokus pada pekerjaan dan kehidupan.  Akan tetapi secara tidak sadar sering mengeluh bahwa biaya hidup semakin hari semakin tinggi dan uang belanja selalu kurang.  Saya penasaran, coba tanyakan ke diri anda sendiri apakah benar inflasi kita sebesar 4-5% seperti yang di informasikan oleh pemerintah? Beberapa minggu terakhir maraknya demo buruh yang menuntut kenaikan upah minim mereka.  DKI sebagai pelopor (dan juga barometer) langsung mengambil keputusan untuk menaikan UMP.  Sebenarnya niat awal dari kenaikan UMP ini adalah agar kita bisa bertahan hidup ditengah gempuran harga-harga yang semakin mahal.  Tapi tidak banyak yang menyadari bahwa dengan menaikan Upah tersebut, sebenarnya masyarakat semakin mempunyai banyak uang yang artinya uang beredar semakin meningkat.  Dalam teori ekonomi antara supply dan demand, semakin banyak uang beredar mengakibatkan banyaknya permintaan, akibatnya justru harga akan merangkak naik.  Belum lagi pengusaha yang merasa beban biaya gajinya naik akan ikut mengkompensasikan biaya tersebut kedalam harga jual barang mereka.  Akibatnya harga barang ikut naik.  Kalo sudah begini, apa gunanya naikin upah? Yang sebenarnya sebaiknya dilakukan adalah […]

29 November 2012 4 Comments

Perempuan Lebih Jago Investasi

Tweet Setelah menjadi Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor selama lebih dari 15 tahun, Ternyata oh ternyata, Perempuan Lebih Jago Investasi dari Laki-laki. Horeeeee…. Ladiiieeesss ayo kalian harus berbangga.  Pertanyaanya kenapa bisa demikian? Hasil riset di Amerika oleh Vanguard Investment menunjukan bahwa antara tahun 2007 sampai 2009, laki-laki ternyata lebih banyak menjual investasi mereka (terutama saham) disaat harga sedang jatuh, sementara perempuan lebih banyak menahan diri untuk tidak menjual investasinya.  Yang terjadi ketika kondisi berbalik arah perempuan ini mendapatkan hasil investasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Meskipun laki-laki lebih percaya diri pada saat berinvestasi terutama di saham, ternyata hal ini bisa menjadi “senjata makan tuan”.  Banyak laki-laki merasa atau “pura-pura” merasa tau dan mengerti apa yang mereka lakukan ketika berinvestasi.  Ego yang tinggi sering kali membuat laki-laki tidak mau mengakui kalau mereka tidak tau atau mengakui kalau mereka membuat kesalahan dalam berinvestasi atau kesalahan dalam membuat keputusan dalam berinvestasi. Sementara itu pihak perempuan berlaku berbeda.  Banyak perempuan merasa dan mengaku tidak mengerti dan tidak paham ketika berinvestasi sehingga akhirnya mereka kemudian banyak bertanya kesana kemari.  Nah, hasil dari bertanya tersebut disimpulkan sehingga mereka bisa membuat keputusan berinvestasi berdasarkan input dari berbagai sumber tersebut.  Hasilnya bisa dilihat, perempuan lebih banyak […]