19 December 2012 1 Comment

Inflasi Nggak Ya?

Tweet Sebagai seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor saya terus dan ngak bosan-bosan mengingatkan kita semua untuk terus waspada atas bahaya yang namanya inflasi.  Banyak dari kita yang tidak menyadari karena terus fokus pada pekerjaan dan kehidupan.  Akan tetapi secara tidak sadar sering mengeluh bahwa biaya hidup semakin hari semakin tinggi dan uang belanja selalu kurang.  Saya penasaran, coba tanyakan ke diri anda sendiri apakah benar inflasi kita sebesar 4-5% seperti yang di informasikan oleh pemerintah? Beberapa minggu terakhir maraknya demo buruh yang menuntut kenaikan upah minim mereka.  DKI sebagai pelopor (dan juga barometer) langsung mengambil keputusan untuk menaikan UMP.  Sebenarnya niat awal dari kenaikan UMP ini adalah agar kita bisa bertahan hidup ditengah gempuran harga-harga yang semakin mahal.  Tapi tidak banyak yang menyadari bahwa dengan menaikan Upah tersebut, sebenarnya masyarakat semakin mempunyai banyak uang yang artinya uang beredar semakin meningkat.  Dalam teori ekonomi antara supply dan demand, semakin banyak uang beredar mengakibatkan banyaknya permintaan, akibatnya justru harga akan merangkak naik.  Belum lagi pengusaha yang merasa beban biaya gajinya naik akan ikut mengkompensasikan biaya tersebut kedalam harga jual barang mereka.  Akibatnya harga barang ikut naik.  Kalo sudah begini, apa gunanya naikin upah? Yang sebenarnya sebaiknya dilakukan adalah […]

29 November 2012 4 Comments

Perempuan Lebih Jago Investasi

Tweet Setelah menjadi Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor selama lebih dari 15 tahun, Ternyata oh ternyata, Perempuan Lebih Jago Investasi dari Laki-laki. Horeeeee…. Ladiiieeesss ayo kalian harus berbangga.  Pertanyaanya kenapa bisa demikian? Hasil riset di Amerika oleh Vanguard Investment menunjukan bahwa antara tahun 2007 sampai 2009, laki-laki ternyata lebih banyak menjual investasi mereka (terutama saham) disaat harga sedang jatuh, sementara perempuan lebih banyak menahan diri untuk tidak menjual investasinya.  Yang terjadi ketika kondisi berbalik arah perempuan ini mendapatkan hasil investasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Meskipun laki-laki lebih percaya diri pada saat berinvestasi terutama di saham, ternyata hal ini bisa menjadi “senjata makan tuan”.  Banyak laki-laki merasa atau “pura-pura” merasa tau dan mengerti apa yang mereka lakukan ketika berinvestasi.  Ego yang tinggi sering kali membuat laki-laki tidak mau mengakui kalau mereka tidak tau atau mengakui kalau mereka membuat kesalahan dalam berinvestasi atau kesalahan dalam membuat keputusan dalam berinvestasi. Sementara itu pihak perempuan berlaku berbeda.  Banyak perempuan merasa dan mengaku tidak mengerti dan tidak paham ketika berinvestasi sehingga akhirnya mereka kemudian banyak bertanya kesana kemari.  Nah, hasil dari bertanya tersebut disimpulkan sehingga mereka bisa membuat keputusan berinvestasi berdasarkan input dari berbagai sumber tersebut.  Hasilnya bisa dilihat, perempuan lebih banyak […]

21 November 2012 9 Comments

Inflasi Itu Bernama Parkir

Tweet Jujur, sebagai seorang Perencana Keuangan Independen alias Independent Financial Planner / Financial Advisor saya ngak pernah bosan-bosan memberikan peringatan kepada kita semua akan bahayanya Inflasi, karena inflasi adalah musuh yang ngak keliatan dari aset kita dan uang kita.  Kali ini saya akan membahas Inflasi dan Inflasi itu bernama Parkir.  Sadar atau tidak setelah dikeluarkannya peraturan daerah, parkir di Jakarta belum lama ini naik dari Rp. 2,000 ke Rp. 3,000 per jam.  Bagi banyak orang mungkin bilang… halah Cuma seribu perak aja.  Tapi sadar atau tidak sadar sebenarnya kenaikan seribu rupiah itu sama dengan kenaikan sebesar 50%.  Jadi kalau pinjam istilah inflasi tadi adalah inflasi 50%. Ketika kenaikan hanya seribu rupiah per jam mungkin banyak diantara kita mengabaikan, tapi kita itu mulai dihitung per kelipatannya, kenaikan tersebut mulai terasa mengganggu cash flow.  Saya sendiri merasakan hal tersebut.  Biasanya saya parkir disuatu tempat untuk rapat atau pertemuan yang memakan waktu antara 1-2 jam.  Pada saat keluar gedung parkir biasanya hanya membayar Rp. 2000 atau Rp. 4,000 atau bahkan paling banyak Rp. 6,000 saja, kecuali kalau saya membuat janji dengan beberapa orang di satu tempat baru saya menghabiskan Rp. 10,000 – Rp. 12,000 untuk sekali datang. Sekarang berbeda.  Biaya parkir yang tadinya […]

14 November 2012 1 Comment

Masyarakat Gemar Belanja , jilid 2

Tweet Kembali kepada kondisi Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor yang juga harus mengerti kondisi dimana masyarakat Indonesia yang gemar berbelanja.  Namun, melihat kenyataan yang ada lalu pertanyaan yang tadi mencuat wajib dijawab, apakah masyarakat Indonesia mempunyai daya beli yang besar sehingga bisa menahan gejolak krisis ekonomi dunia dan tetap banyak belanja-belanja?.  Jawabannya mungkin Iya.  Pertanyaan berikutnya adalah apakah belanja mereka menggunakan uang pribadi atau dibiayai dari hutang konsumtif seperti kartu kredit dan kredit tanpa agunan?. Annnyyyywaaaayy Busswaaayyy…… Melihat agresifnya penerbit kartu kredit dalam menjaring nasabah baru untuk mendapatkan kartu kredit mereka, tidak mustahil bahwa sifat konsumtif tersebut dibiayai oleh hutang.  Kenyataan bahwa jumlah kredit macet sudah mencapai 2 digit (data ini sering disembunyikan) menunjukan bahwa jumlah pemakaian kartu kredit yang meningkat dan jumlah kredit macet yang juga jauh lebih meningkat. Tidak hanya belanja yang menggunakan hutang, barang-barang yang kemudian dibeli atau konsumsi belum tentu barang-barang buatan dalam negeri karena orang Indonesia termasuk “gila” barang import alias barang luar negeri yang secara otomatis kontribusi ke masyakarat dan negara tidak sebesar yang diperkirakan.  Hal ini kembali berhubungan dengan gengsi tadi, dengan dalih barang-barang luar negeri mempunyai kwalitas mutu yang lebih baik. Kalau sudah begini, apakah benar ekonomi Indonesia kuat […]

13 July 2012 1 Comment

6 Hal Tentang Asuransi , part 2

Tweet Banyak Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor yang kurang paham secara lebih detil tentang suatu produk khususnya produk asuransi yang memang banyak sekali ragamnya dan liku-liku infonya.  Nah, Melanjutkan tulisan di minggu lalu seputar “6 Hal Tentang Asuransi” kali ini kita akan kupas lagi beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika kita membeli atau mempunyai produk asuransi.  Masuk ke no. 4 Pasal-pasal pengecualian Khusus untuk asuransi jiwa milik pribadi yang dimiliki, Coba perhatikan pasal-pasal tentang pengecualian (exclution) dalam polis asuransi yang dimiliki.  Sebagian besar perusahaan asuransi jiwa akan memasukan pasal bahwa Uang Pertanggungan hanya akan dibayarkan apabila meninggal dunia karena menggunakan moda transportasi udara berjadwal (scheduled flight).  Yang artinya perjalanan atau penerbangan tidak berjadwal, apalagi Joy Flight (seperti pada kasus Sukhoi) kemungkinan besar tidak akan dibayarkan klaimnya. Moda Transportasi Berijin Asuransi perjalanan (baik darat, laut maupun udara) yang diberikan oleh moda transportasi yang menempel pada tiket harus menggunakan moda transportasi yang mendapatkan ijin dari departement perhubungan.  Apabila tidak menggunakan moda transportasi yang mempunyai ijin, kemungkinan besar tidak diasuransikan.  Demikian juga dengan asuransi yang kita beli secara pribadi kemungkinan besar tidak membayar klaim. Perhatikan Usia Akhli Waris Khusus juga untuk asuransi jiwa milik pribadi yang kita beli sendiri, […]