Archive | Makro/Mikro Ekonomi RSS feed for this section

8 April 2016 0 Comments

Small Family, More Problem, Generasi Sandwich part 3

Family clipart

Tweet Kalau masih ingat dalam tulisan sebelumnya sudah dibahas tentang Generasi Baby Boomer dan bagaimana pola berfikir mereka tentang investasi dan apa saja bentuk investasi yang dilakukan oleh generasi Baby Boomer ini di Indonesia.  Setelah generasi Baby Boomer, maka lahirlah Generasi Baby Buster.  Sebelum kita mulai melakukan persiapan sebagai Generasi Sandwich ada baiknya kita melihat data-data yang berlaku saat ini.  Data ini dikeluarkan oleh biro statistic dan berlaku secara general untuk kawasan Asia termasuk Indonesia. Daaaaan datanya cukuuup membuat woooowwww… Anywaaayy… buswaaaaay…..Data pertama mengatakan bahwa kita akan hidup lebih lama.  Data menunjukan di tahun 1957 umur hidup untuk bayi laki-laki yang lahir pada saat itu adalah mencapai usia 55,8 tahun sedangkan untuk bayi perempuan bisa mencapai usia 58,2 tahun.  Saat ini bayi laki-laki yang lahir diharapkan dapat bertahan hidup mencapai usia 70 tahun sedangkan bayi perempuan bisa mencapai usia 75 tahun.  Mengapa hal ini terjadi?  Ilmu kedokteran dan obat-obatan yang sangat maju membuat banyak ditemukannya metode serta obat-obat baru untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang dahulu belum dapat disembuhkan dan menjadi penyebab kematian fatal.  Dengan semakin majunya ilmu kedokteran maka harapan hidup seseorang akan semakin panjang.  Apa artinya ini bagi dunia keuangan kita?  Dengan dapat hidup semakin panjang dan lama berarti persiapan […]

2 March 2016 0 Comments

Konsumen Baru Asia Tenggara

Tweet Meledaknya status perekonomian di Asia Tenggara menciptakan kelas menengah baru, yang akan membantu menyeimbangkan tuntutan global yang akan terjadi beberapa dekade ke depan; membuka kesempatan untuk regional dan untuk dunia. Pertumbuhan ekonomi anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN*) tidak lagi didorong oleh ekspor dan manufaktur mengingat Asia Tenggara kini menjadi salah satu lahan perekonomian terkemuka di dunia. Negara-negara ASEAN hanya berisi sekitar setengah dari populasi India atau sekitar 600 juta orang, namun secara kolektif mereka menghasilkan PDB lebih besar dan diperkirakan akan tumbuh sebesar rata-rata 6% per tahun di 2020 dan bernilai sekitar 4.7 triliun USD. Menurut International Monetary Fund (IMF), Asia akan menjadi rumah bagi lebih dari setengah populasi kelas menengah secara global pada tahun 2020, dan ASEAN diharapkan akan memberikan lebih dari 2 triliun USD lahan konsumsi baru. Setengah dari populasi ASEAN yang dimaksud akan berusia di bawah 30 tahun. Dengan meningkatnya daya beli maka datanglah aspirasi yang lebih besar, mendorong besarnya permintaan untuk properti, mobil, pendidikan dan kesehatan. Selama populasi ini bertumbuh, dibutuhkan metode-metode baru dalam menabung untuk hari tua, dana kesehatan, dan kepastian perlindungan asuransi yang memadai saat sistem jaminan sosial sedang tidak stabil. Pola konsumsi cenderung berbeda di berbagai area. Konsumen di negara berkembang […]

6 November 2015 1 Comment

Apakah Sekarang Waktu Yang Tepat Untuk Investasi? Part 2

Invest 2

Tweet Udah ngerti blom kenapa dibilang hati-hati dan jangan sembarangan ketika kita mutusin untuk berinvestasi. Kalau masih blom jelas atau lupa-lupa bisa baca tulisan sebelumnya disini >> ow.ly/TKnFX . Sebenarnya simple, kalau kita ngelakuin cicilan rutin bulanan (cost averaging), bila suatu saat investasi kita turun karena bursa turun, yang terjadi uang kita yang kena rugi paling besar adalah uang yang baru saja diinvestasikan (3-6 bulan terakhir). Sementara uang yang sudah masuk dari beberapa tahun lalu sudah sempat berkembang. Jadi kalo tiba-tiba bursanya turun dan investasi kamu turun (let’s say reksadana deh), kemungkinan besar investasi yang sudah dilakukan dari beberapa tahun lalu hanya menurun dari sisi keuntungannya aja, alias ngak rugi-rugi amat sih. Tapi, ketika kita mutusin untuk investasi dengan jumlah gede (gede ini relative ya, jadi pasti beda-beda bagi setiap orang, jadi angkanya bisa isi sendiri), maka kita juga harus perhatiin beberapa hal yang penting untuk dihitung dan diukur lebih dulu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika dalam kondisi seperti saat ini. Disaranin agar kita ngak gegabah dan mengambil keputusan secara singkat yang membuat kita nyesal dikemudian hari. Ketika kita berinvestasi dalam jumlah besar disaat kondisi turun, nah kita kan ngak pengen kondisi malah memburuk nih, tapi justru ingin […]

23 October 2015 0 Comments

Apakah Sekarang Waktu Yang Tepat Untuk Investasi? Part 1

Invest 1

Tweet Apakah sekarang waktu yang tebat untuk berinvestasi? Melihat gelagat-gelagat ekonomi yang melambat cendrung menurun, harga barang yang terus naik, daya beli masyarakat yang rendah dan turun, banyak PHK yang terjadi dimana-mana dan jumlahnya terus bertambah, banyak industry yang penjualannya turun alias tidak mencapai target penjualan, penjualan property yang agak stagnan, nilai tukar dolar Amerika yang menguat sehingga Rupiah melemah, bursa saham yang terus-terusan turun meskipun kemudian naik lagi, tapi masih belum jelas dan tidak bisa dibaca mau kemana arahnya. Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah, apakah saat ini waktu yang tepat untuk memulai berinvestasi. Pada umumnya apabila ditanyakan ke Perencana Keuangan, maka jawaban stkamurdnya adalah ketika semuanya turun seperti sekarang, inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi, well beli diharga murah jual diharga tinggi kan? Secara teori betul siiiiihhh, tapi untuk mengambil keputusan untuk berinvestasi sekarang atau nanti sebenarnya tidak sesederhana yang disebutkan diatas, jadi jangan nge-gampangin yaaaa. Banyak hal yang bisa dipelajari dan dilihat sebelum memutuskan apakah saat ini sudah waktunya yang tepat untuk berinvestasi. Seperti yang kita ketahui bahwa investasi haruslah dengan tujuan jangka panjang, atau dana tidak akan dipakai untuk sekurang-kurangnya 5 tahun dari sekarang. Jadi ketika seorang Perencana Keuangan mengatakan, it’s OK tidak masalah untuk […]

13 October 2015 2 Comments

Jadi Yang Benar Dollar Menguat Atau Rupiah Melemah?

dollar rupiah

Tweet Perhatiin ngak? Kalo diliat-liat sebulan terakhir deh (dari mulai September sampai sekarang) udah banyak kejadian and pergolakan ekonomi kita kan. Dari mulai September deh kalau dilihat selama beberapa minggu nilai tukar dollar naik secara berlahan dan pasti sampai ke posisi dikisaran Rp. 14.500an per dollar Amerika. Sementara itu selama seminggu terakhir (dari minggu lalu) kita mengalami Dollar Amerika yang melemah cukup tajam ke posisi nyaris menyentuh angka Rp. 13.000 per dollar Amerika. Media-media seperti Televisi, radio, koran dan media lainnya sibuk memberitakan hal ini. Para analis juga berlomba-lomba membuat prediksi dan analisa. Ada yang menyatakan Dollar Menguat selama 3 minggu terakhir, dan ada yang menyatakan Rupiah menguat selama seminggu terakhir. Pertanyaan orang awam adalah, sebenarnya yang benar Dollar yang menguat Rupiah melemah, atau Rupiah menguat saat ini sih? Bingung kan? Keliatannya sih dua-duanya sama-sama bener ya? Tapi, biar lebih fair, coba kita liat dari 2 sisi yuk, yaitu si Dollar Amerika dan Rupiah Indonesia. Selain rumor dan persepsi, suatu mata uang dari suatu negara akan menguat apabila terdapat fundamental ekonomi yang bagus. Nah, fundamental ekonomi ini banyak sekali indikatornya. Beberapa yang sering dipakai oleh pakar ekonomi antara lain adalah: GDP dari suatu negara, export vs import, inflasi dan suku […]