Archive | Investment RSS feed for this section

24 February 2017 0 Comments

Gaya Hidup Enak

Tweet Mumpung masih di awal-awal tahun (February-Maret masih awal tahun doooonk), biasanya Kamu dan keluarga sudah siap-siap untuk urusan-urusan keuangan Kamu dan keluarga kan?.  Apa aja sih yang biasanya di cek?  Well coba liat deh, Dana darurat sudah terkumpul dan dipersiapkan, utang-utang sudah aman dan dilunasi, perencanaan dana pendidikan dan dana pensiun sudah beres dihitung, investasi sudah dihitung dan disiapkan.  Keliatannya udah komplit semua tuh…. Well blom tentu juga sih…. Pertanyaanya adalah, kenapa kok nominal uang Kamu alias investasi Kamu masih masih samaaaaa saja, alias tidak ada penambahan di saldo invetasi Kamu? Pasti ada yang salah kaaaaaannn, anyway busway…. dimanakah letak permasalahannya? Permasalahan utama yang sering menjadi penyebab kenapa kita jadi boros adalah karena Gaya Hidup.  Saya pernah bikin meme di akun Instagram @AidilAkbarM (follow yeeeeee) isinya “Biaya Hidup Sebenarnya Tidak Mahal, Yang Bikin Mahal Adalah Gaya Hidupnya”.  Gaya hidup biasanya berhubungan dengan “gengsi”.  Gengsi dan life style biasanya berhubungan dengan “tekanan” dari pertemanan atau Bahasa kerennya adalah “peer pressure”.  Semakin Kamu mengikuti gengsi dan gaya hidup yang tinggi, maka semakin habis uang bulanan Kamu yang dipakai untuk bersenang-senang.  Dan yang lebih parahnya lagi ternyata Peer Pressure ini tidak hanya terjadi di Kamu sebagai orang tua, tapi juga sudah mulai […]

14 July 2016 0 Comments

Kenapa Invest? Mikir!!!

Invest 2

Tweet Saya terlibat dalam suatu imaginary conversation dengan beberapa orang “teman” yang ngotot mengatakan tidak perlu berinvestasi sampai kapanpun.  Percakapannya kurang lebih seperti ini: Teman Ngotot (TN) :  Halah buat apaan sih pake-pake ngerencanain keuangan, apalagi ngurusin investasi?, ribet banget idup lo !!   Saya (Sy)               : Nah haruslah, tanpa rencana lo ngak akan tau lo mau kemana kan, dalam hidup ngak ada salahnya dibuat serba terencana.   TN                        :  Ngapain ngotot sih, tenang aja rejeki udah ada yang ngatur, kayak ngak percaya sama Tuhan aja.   Sy                         :  Wah salah tuh, justru Tuhan ingin kita berusaha dulu, namanya Ikhtiar, abis itu baru kita serahkan diri kita, namanya Pasrah.  Jadi Ikhtiar sama Pasrah ya pasangan bro.  Pasrah doang tanpa ikhtiar mah sama aja boong.   TN                        :  Tenang aja, nyokap gue (ketauan kan angkatannya pakek kata nyokap), dulu bisa tuh kuliahin gue, padahal duit dia nge pas.   Sy                         :  Berapa biaya kuliah lo dulu?  Rp. 4 juta selama 4 tahun?  Tau ngak sekarang untuk kuliah kampus keren (level A), itu sekitar Rp. 185 juta untuk 4 tahun?  Sementara kalo anak lo baru umur 1-2 tahun, berarti sekitar 17 tahun lagi biaya kuliah anak lo bisa jadi sekitar Rp. 1,8 […]

15 April 2016 0 Comments

Baby Buster, Apaan Tuh? Generasi Sandwich part 4

Baby buster

Tweet Nyambung dari tulisan sblomnya nih, nah anak dari generasi Baby Boomer ini adalah yang disebut dengan generasi Baby Buster.  Generasi Baby Buster adalah orang-orang yang lahir antara tahun 1960 sampai 1980.  Generasi ini yang sekarang banyak bekerja di perusahaan-perusahaan dengan tingkat dimulai dari staf biasa, supervisor, manajer muda sampai manajer senior.  Sebagian kecil bahkan sudah menjadi bagian dari eksekutif muda dan Direktur di berbagai perusahaan. Anyyyywaaaayyy Bussswaaaaayyy……. Generasi ini yang kemudian bertanggung jawab untuk membantu kebutuhan orang tua mereka baik kebutuhan bulanan untuk bertahan hidup dimasa pensiun maupun kebutuhan lain seperti obat-obatan.  Banyak juga dari generasi ini yang mengalami kesulitan untuk mempertahankan hidup serta mencukupi keluarga mereka sendiri.  Sehingga untuk menanggung beban keluarga sendiri dan orang tua menjadi sangat berat. Beban hidup yang sudah berat ini kemudian akan semakin diperberat dengan keberadaan anak-anak mereka.  Sebagian dari Generasi Baby Buster telah memiliki anak yang lahir ditahun 1980 sampai 1990an yang kemudian disebut dengan Generasi X.  Generasi X yang lahir diawal-awal tahun 1990an sudah mulai memasuki bangku kuliah bahkan beberapa diantara mereka yang mulai memasuki dunia pekerjaan.  Sementara generasi yang lahir diawal tahun 1980an sudah mulai menapaki karir mereka di dunia pekerjaan.  Dengan semakin sulitnya keadaan ekonomi, banyak perusahaan yang ditutup […]

2 March 2016 0 Comments

Konsumen Baru Asia Tenggara

Tweet Meledaknya status perekonomian di Asia Tenggara menciptakan kelas menengah baru, yang akan membantu menyeimbangkan tuntutan global yang akan terjadi beberapa dekade ke depan; membuka kesempatan untuk regional dan untuk dunia. Pertumbuhan ekonomi anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN*) tidak lagi didorong oleh ekspor dan manufaktur mengingat Asia Tenggara kini menjadi salah satu lahan perekonomian terkemuka di dunia. Negara-negara ASEAN hanya berisi sekitar setengah dari populasi India atau sekitar 600 juta orang, namun secara kolektif mereka menghasilkan PDB lebih besar dan diperkirakan akan tumbuh sebesar rata-rata 6% per tahun di 2020 dan bernilai sekitar 4.7 triliun USD. Menurut International Monetary Fund (IMF), Asia akan menjadi rumah bagi lebih dari setengah populasi kelas menengah secara global pada tahun 2020, dan ASEAN diharapkan akan memberikan lebih dari 2 triliun USD lahan konsumsi baru. Setengah dari populasi ASEAN yang dimaksud akan berusia di bawah 30 tahun. Dengan meningkatnya daya beli maka datanglah aspirasi yang lebih besar, mendorong besarnya permintaan untuk properti, mobil, pendidikan dan kesehatan. Selama populasi ini bertumbuh, dibutuhkan metode-metode baru dalam menabung untuk hari tua, dana kesehatan, dan kepastian perlindungan asuransi yang memadai saat sistem jaminan sosial sedang tidak stabil. Pola konsumsi cenderung berbeda di berbagai area. Konsumen di negara berkembang […]

19 February 2016 0 Comments

Masih Seputar Produk Perbankan Yang Dibandingkan Unitlink

comparison apple

Tweet Menyambung dari 2 tulisan sebelumnya, kali ini kita menggunakan judul yang berbeda, agar tidak terkesan disambung-sambungin.  Kenyataan dilapangan bahwa banyak sekali para penjual yang menawarkan produk investasi+investasi (dikenal dengan nama unitlink atau unit link) untuk kemudian dibandingkan dengan produk perbankan seperti tabungan dan deposito.  Ini jelas-jelas berbahaya, karena sudah pasti salah memberikan informasi.  Seperti apa sih kesalahannya? Anyyywaaaaay Buswaaaaay (kembali ke tagline ini), biar tidak salah Ada baiknya kita membahas produk satu persatu secara singkat dan jelas.  Deposito adalah produk perbankan, dimana seperti halnya tabungan, produk perbankan adalah produk untuk “menyimpan” dana kita.  Karena ini adalah produk “simpanan” maka fitur yang paling diutamakan dari produk ini adalah Keamanan, itulah sebabnya jaminan pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diberikan kepada nasabah yang “menyimpan” dananya dengan jumlah tertentu.  Dijaman sekarang Deposito dengan bunga yang tidak seberapa dibandingkan inflasi riil dan biaya hidup sehari-hari sudah tidak bisa lagi dipakai sebagai produk untuk melipat gandakan uang kita, kecuali anda punya deposito puluhan atau ratusan milyar. Sementara itu unitlink adalah produk dari perusahaan asuransi, dimana isinya adalah gabungan antara asuransi jiwa + dengan produk atau keranjang investasi.  Sudah jelas bahwa ini adalah produk asuransi jiwa, yang sifatnya sebagai proteksi, bukan untuk menyimpan.  Sementara sebagian […]