Archive | Filosofi RSS feed for this section

18 March 2011 1 Comment

A Boy and Butterfly

Seperti biasa, setiap hari Sabtu saya selalu mencari cerita-cerita yang bisa memberikan inspirasi kepada kita.  Ini didapat lagi dari BBM Blast kalau ngak salah dari salah satu BBM Group.  Dan seperti biasa tulisan ini tidak ketauan darimana asalnya, sehingga sulit untuk memberikan kredit kepada penulisnya.  Anyhow berhubung isinya bagus untuk bahan pembelajaran, ada baiknya memang dishare ke teman-teman.  Semoga bermanfaat.   ============================================ Suatu hr ada seorang anak laki² sdg memperhatikan sebuah kepompong.. Dan ternyata didalmnya ada kupu²  yg sdg berjuang utk melepaskan diri dari dalam kepompong dan Kelihatannya begitu sulitnya. Si anak laki2 tsb merasa kasihan pada kupu2 tsb dan berpikir cara utk membantu si kupu2 agar bisa keluar dg mudah. Akhirnya si anak laki2 tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu memotong kepompong agar kupu2 bisa segera keluar dari sana.  Alangkah senang dan leganya si anak laki2  tsb. Tetapi apa yang terjadi ??? Si kupu2 memang bisa keluar dari sana,Tetapi Kupu2 tsb tidak dapat terbang,hanya dpt merayap. Apa sebabnya???  Ternyata bagi seekor kupu2 yg sdg berjuang dari kepompongnya tsb, yg mana pd saat dia mengerahkan seluruh tenaganya,ada suatu cairan didlm tubuhnya yg mengalir dg kuat ke seluruh tubuhnya yg  membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, [...]

4 March 2011 4 Comments

Belajar dari Botol Acar

Tulisan ini bukan milik saya, ada yg posting di milis HIPMI dan saya Copy Paste apa adanya.  Karena tidak ada informasi ataupun link tentang siapa penulisnya, maka saya tidak bisa meminta ijin ataupun memberikan kredit kepada si penulis.  Akan tetapi karena isinya sangat bagus, maka saya rasa tidak ada salahnya untuk di share ke teman-teman pembaca blog saya.  Semoga bermanfaat. ================================================================================== Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur. Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi [...]