<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aidil Akbar Madjid &#187; Basic Check Up</title>
	<atom:link href="http://www.aidilakbar.com/category/basic-check-up/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aidilakbar.com</link>
	<description>Financial Planning: Simple, Fun, and Practical Check Up</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 04:39:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Terima Berapa SMS/Telpon Tawaran Utang hari ini? Part 2</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2013/05/terima-berapa-smstelpon-tawaran-utang-hari-ini-part-2/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2013/05/terima-berapa-smstelpon-tawaran-utang-hari-ini-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 08:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Hutang]]></category>
		<category><![CDATA[Aidil Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[Aidil Akbar Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Divorce Planner]]></category>
		<category><![CDATA[financial advisor]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[Independent Financial Planner]]></category>
		<category><![CDATA[tawaran utang]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>
		<category><![CDATA[Wealth Advisor]]></category>
		<category><![CDATA[Wealth Planner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2013/05/Telpon-2-tangan-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="Telpon 2 tangan" />Kembali kepada keprihatinan saya sebagai Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor (kalo saya dikasih julukan Wealth Planner / Advisor dan Divorce Planner) menghadapi gempuran penawaran utang konsumtif di Indonesia yang semakin parah dan keliatan dibiarkan aja, Kalau di Amerika kita hanya menerima rata-rata 6 penawaran kredit alias hutang PER BULAN, yeeesss&#8230; anda tidak salah baca, itu Per bulan&#8230; sementara di Indonesia saya mengalami penawaran lebih dari 6 kali per hari, baik melalui telpon yang masuk ke HP dan SMS yang dikirimkan.  Tawaran hutang pun mulai dari Kartu Kredit, KTA, Pinjaman Serba Guna, tranfer balance dan lain sebagainya.  Belum lagi penawaran asuransi yang sekarang juga ikut-ikutan meraja rela melalui telpon yang membuat sering kali saya merasa “ngeri” kalau telpon berdering dan tidak pernah menjawab telpon dari nomor yang tidak saya kenal atau tidak ter-register. Dengan tidak jelasnya aturan penawaran hutang melalui telpon ini, serta data based nomor telpon dan HP kita yang di “perjual belikan” secara gelap oleh banyak orang, jelas-jelas hal ini bisa saja cukup ganggu.  Lalu, gimana kita menghadapi gempuran tawaran hutang ini?  Apakah kita harus mengambilnya?  Kalau tidak diambil sekarang apakah tawaran ini akan terlewatkan dan tidak datang lagi? Yang harus selalu diingat adalah, selama kita [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2013/05/terima-berapa-smstelpon-tawaran-utang-hari-ini-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BBM Naik, Rusak Keuangan Rumah Tangga</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2012/03/bbm-naik-rusak-keuangan-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2012/03/bbm-naik-rusak-keuangan-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 05:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[AFC Financial Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Aidil Akbar Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[financial advisor]]></category>
		<category><![CDATA[financial planner]]></category>
		<category><![CDATA[perencana keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Yes betul, sebagai seorang Perencana Keuangan Independen alias Financial Planner / Financial Advisor saya harus ikut serta berteriak bahwa kalau BBM Naik akan rusak keuangan banyak rumah tangga di Indonesia, khususnya di Jakarta. Anywaaayy buuusswaaayyy&#8230; coba bayangkan dan rasakan, terutama di kota besar seperti Jakarta (karena klien AFC Financial Check Up kebanyakan ada di Jakarta), maka hasil riset kecil-kecilan dari klien kami untuk keluarga kelas menengah di Jakarta mereka yang naik kendaraan pribadi (mobil) bisa menghabiskan biaya transportasi ( atau yang berhubungan dengan transport) sebesar antara 20% &#8211; 30% dari penghasilan mereka.  Apalagi mereka yang sebenarnya secara keuangan belum mampu membeli kendaraan pribadi tapi memaksakan Yang artinya adalah, untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya “tersisa” dana sebesar 70%-80% dari penghasilan. Bisa dibayangkan apabila BBM kemudian naik dari Rp. 4,500. Ke Rp. 6,000 atau bahkan ke Rp. 6,500 maka kenaikan tersebut besarannya diatas 30%.  Otomatis biaya transport ini akan ikut naik.  Tidak berhenti sampai disitu, domino efek dari kenaikan biaya BBM ini maka biaya hidup lainnya seperti makan/minum juga akan ikutan naik.  Akibatnya dapat ditebak tadi, BBM Naik Rusak Keuangan Rumah Tangga. Tidak cukup hanya dengan ngomel atau marah-marah, tapi lebih baik kita berfikir positif dan mulai melakukan perhitungan ulang kebutuhan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2012/03/bbm-naik-rusak-keuangan-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Check Up Kantong Awal Tahun</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2012/01/check-up-kantong-awal-tahun/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2012/01/check-up-kantong-awal-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 06:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[AFC Financial Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Aidil Akbar Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Akbar Financial Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[financial advisor]]></category>
		<category><![CDATA[financial planner]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perencana keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=1207</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2012/01/Financial-Check-Up-new-gambar-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="Financial Check Up new gambar" />Eng ing eeeenggg.. tara-taraaaaa&#8230; awal tahun 2012, Sebagai seorang Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor Independent di AFC Financial Check Up profesional maka saya harus mengulang resolusi dan komitmen saya untuk mulai nulis lagi di Blog tercinta ini (setelah dicuekin dari mulai bulan puasa dan keterusan sampai akhir tahun).  Mumpung awal tahun kita mulai lagi dengan cerita yang lebih baik ditahun 2012 kan? Anywaaaaaaaay buswaaaaaaaaaaaay, Masih ingat kapan terakhir kali kita mengganti oli mobil?.  Mungkin 2 bulan atau bahkan sudah 3 bulan yang lalu.  Yang pasti oli mobil harus diganti setiap beberapa bulan atau beberapa kilometer.  Demikian juga dengan perbaikan dan service-service lainnya seperti service mesin, AC dan lain-lain. Bagaimana dengan kesehatan kita ?  Dokter gigi menganjurkan kita untuk mengecek kesehatan gigi setiap enam bulan sekali minimum setahun sekali.  Dibeberapa perusahaan terutama perusahaan asing mengharuskan karyawannya untuk secara rutin melakukan check up minimum satu atau dua tahun sekali.  Biaya dari check up tersebut biasanya ditanggung asuransi atau untuk level tertentu ditanggun oleh kantor tempat kita bekerja. Mengapa kita harus selalu melakukan check up baik itu untuk aset kita seperti kendaraan ataupun kesehatan kita?.  Tujuan utama dari check up adalah untuk melihat kondisi dari aset kita serta kesehatan kita pada [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2012/01/check-up-kantong-awal-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naik Gaji , 2</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2011/05/naik-gaji-2/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2011/05/naik-gaji-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 09:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Aidil Akbar Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Akbar Financial Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[COLA]]></category>
		<category><![CDATA[financial advisor]]></category>
		<category><![CDATA[financial planner]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Naik]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2011/05/naik-gaji-2-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="naik gaji 2" />Masih membicarakan tentang Naik Gaji, ketika keuangan seseorang terbatas maka seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor akan memperhitungkan kenaikan gaji sebagai bagian dari kenaikan investasi tahunan dari klien nya.  Ini menjadi penting karena untuk bisa memenuhi target investasi dan tujuan keuangan, klien perlu menginvestasikan kelebihan dana yang ada, termasuk dari kenaikan gaji tadi. Anywaaaay buussswaaayy…. Balik ke kenaikan gaji sendiri biasanya baru dinilai berdasarkan performa pekerjaan dari karyawan.  Sering terjadi perhitungan kenaikan gaji juga sudah di sesuaikan dengan bonus yang diterima oleh karyawan atas prestasinya ditahun sebelumnya, kecuali untuk posisi-posisi tertentu diperusahaan seperti marketing dan sales.  Apabila kita sudah melakukan pekerjaan dengan baik dan memberikan prestasi dan kontribusi yang luar biasa pada perusahaan akan tetapi belum mendapatkan gaji yang sesuai, bicarakanlah dengan bagian personalia.  Mungkin saja ada prestasi kita yang terlewatkan. Nah bagi sebagian besar dari kita, apabila jumlah kenaikan gajinya secara persentase dikurangi inflasi dalam persentase tahun tersebut, maka itu jumlah kenaikan gaji realnya.  Contoh, seorang Manajer dengan penghasilan Rp. 10 juta per bulan mengalami kenaikan gaji sebesar 10% menjadi Rp. 11 juta di tahun 2011 ini.  Dengan inflasi laporan BPS sebesar 6.5% tahun 2010 lalu, maka kenaikan gaji real ditahun 2011 dari manajer ini hanya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2011/05/naik-gaji-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berani Bicara Asuransi, part 2</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2011/05/berani-bicara-asuransi-part-2/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2011/05/berani-bicara-asuransi-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 12:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Insurance / Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Aidil Akbar Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Akbar Financial Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[financial advisor]]></category>
		<category><![CDATA[financial planner]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[perencana keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[rawat inap]]></category>
		<category><![CDATA[rawat jalan]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2011/05/health-insurance2.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="health insurance2" />Masih takut ngomongin asuransi? Atau sekarang sudah mulai Berani Bicara Asuransi?  Perlu diingat bahwa dalam sebuah proses Perencanaan Keuangan, asuransi memainkan peranan yang sangat penting.  Bahkan didalam konsep Financial Check Up yang benar, seorang Perencana Keuangan/ Financial Planner atau Financial Advisor tidak menyarankan clientnya berinvestasi jika belum memiliki asuransi terlebih dahulu. Saya seringkali mengkritik penggunaan asuransi yang tidak tepat di masyarakat, namun bukan berarti saya enggan membahas manfaat asuransi. Perlindungan atau proteksi, itulah yang dicari. Tahukah anda? bahwa asuransi yang wajib dimiliki oleh semua lapisan masyarakat (tidak memandang usia; memiliki tanggungan atau tidak) adalah asuransi kesehatan. Perlu diingat bahwa ada 2 jenis asuransi kesehatan, yakni rawat jalan dan rawat inap. Rawat jalan berarti ketika kita sakit, diperlukan biaya ke dokter dan pengobatan dilakukan sambil jalan (tidak harus menginap di rumah sakit).  Khusus untuk rawat jalan, sebenarnya lebih cocok di cover oleh asuransi yang kita dapatkan dari kantor (asuransi group), bukan perorangan.  Mengapa?  Karena perusahaan penyedia jasa asuransi kesehatan rawat jalan perorangan hampir sulit untuk dijumpai, kalaupun pernah ada, premi yang harus dibayarkan sangat tinggi. Selain itu asuransi kesehatan rawat jalan juga tidak bisa menggunakan Double Claim , artinya bila kita sudah claim ke kantor, penyedia jasa asuransi lain belum tentu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2011/05/berani-bicara-asuransi-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SHOCK?</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2011/02/shock/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2011/02/shock/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 09:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Insurance / Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2011/02/insurance-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="insurance" />Sudah barang tentu kita semua shock, usia masih muda, masih gagah, hidup sehat, tidak ada penyakit, orang baik tapi bak disamber geledek mendadak kita semua menerima berita duka di sabtu pagi yang menyakitkan itu, ia meninggal dunia karena serangan jantung.  Tanpa menyebutkan nama anda semua pasti sudah tau siapa yang saya maksudkan disini. Jangan menyalahkan penyakit, gaya hidup, makanan ataupun olah raga.  Sebutlah bahwa itu sudah menjadi garis tangan dan takdirnya dan bahwa semua  orang akan meninggal dunia.  Setelah tangis usai, setelah kesedihan berlalu, lalu pertanyaanya adalah bagaimana orang-orang yang ditinggalkan bisa bertahan hidup dan melanjutkan kehidupannya.  Ketika semua kesedihan usai maka yang ditinggalkan masih harus menjalankan hidup yang semuanya membutuhkan biaya dan uang. Disinilah fungsi dari sebuah proteksi bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.  Dan Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor tidak pernah berhenti untuk mengingatkan memiliki asuransi jiwa.  Yang sudah pergi memang tidak bisa digantikan, akan tetapi penghasilan yang hilang yang harusnya diterima atau dimiliki oleh sebuah keluarga masih bisa digantikan.  Inilah konsep dasar dari asuransi jiwa, yaitu menggantikan penghasilan yang hilang tadi sehingga keluarga yang ditinggalkan masih bisa melanjutkan kehidupan  tanpa harus merubah gaya hidupnya terlalu drastis. Jadi, asuransi adalah untuk proteksi atau perlindungan bukan untuk [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2011/02/shock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Namaku Ariel seri 2</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2011/02/namaku-ariel-seri-2/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2011/02/namaku-ariel-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 09:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2011/02/life-insurance3-300x199.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="life-insurance3" />Mumpung vonis Ariel masih hangat plus dipostingan sebelumnya sudah dijelaskan kalau dalam ilmu Perencana Keuangan alias Financial Planning selain kita ngomongin tentang utang, cash flow, asuransi, unitlink ato juga investasi seperti dipasar modal dan reksadana, justru salah satu hal pertama yang harus dipersiapkan adalah dana darurat alias emergency fund.  Pertanyaan berikutnya adalah sebenarnya berapa besar sih dana yang harus “saya” persiapkan?  Bingung hitungannya? Anyway busway&#8230;. sebenarnya besarnya dana darurat untuk setiap pribadi dan keluarga berbeda-beda. Untuk keluarga yang hanya memiliki pendapatan dari satu pihak alias single income tentunya secara logika lebih banyak dana darurat disediakan dari keluarga yang suami-istrinya kerja. Untuk mereka yang berumur sekitar 30-an (lebih muda) biasanya lebih sedikit dibandingkan mereka yang berumur lebih dari 50 tahun karena untuk mereka yang lebih tua, kebutuhan dana untuk kesehatan akan lebih tinggi. Sebagian dari anda mungkin sudah memiliki Asuransi, tidak berarti semua dana kesehatan anda telah cukup terlindungi karena ada biaya-biaya yang tidak dapat dilindungi oleh polis asuransi. Besarannya yang harus dimiliki minimum adalah 3 bulan pengeluaran atau lebih mudahnya dihitung dari 3 bulan penghasilan.  Ini untuk yang masih single atau tidak mempunyai tanggungan.  Bagi yang mempunyai tanggungan sampai 2 orang atau lebih dari 2 orang maka harus dipersiapkan lebih [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2011/02/namaku-ariel-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Namaku Ariel seri 1</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2011/01/namaku-ariel-seri-1/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2011/01/namaku-ariel-seri-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 08:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2011/01/021120_1779_0100_lslp_460x600-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="DD" />Oooooooooooooooooooooiiii sial nian nasibmu Ariel PeterPan.  Masuk penjara tanpa kejelasan.  Yang lebih parah lagi kondisi ini menyebabkan Ariel ngak bisa manggung alias cari duit.  Hampir sama dengan kasus Ariel kita liat yang lain seperti Antasari Azhar atau Sammy dari Kerispati yang harus mendekam dalam penjara dan kehilangan pekerjaan.  Beda sama Gayus ya yang bisa jalan2&#8230;  Anda mungkin mikir, ”Lho? Mereka sih enak orang terkenal, orang mampu dan berada, kehilangan pekerjaan (baca: jabatan) pun masih bisa hidup”.  Gimana dengan saya (anda)?. Inget ngak ada film yang judulnya 2012 yang heboh ngabarin akan terjadi kiamat ditahun 2012. Kalo diliat sih mirip kisah Nabi Nuh.  Atau kisah Nabi Nuh sendiri yang membuat kapalnya bukan pada saat banjir datang akan tetapi sebelumnya, demikian juga sebaiknya kita lakukan untuk hidup kita, jangan terlena dengan kondisi kita saat ini. Kondisi buruk mungkin terjadi dan bila itu terjadi, paling tidak, hal terbaik adalah siap secara keuangan. Anywaaaayy buswaaayy&#8230; Intinya adalah musibah dapat datang kapanpun dan dimanapun.  Dan didalam ilmu Perencana Keuangan atau Financial Planner kita selalu siap untuk segala kemungkinan tersebut.  Jadi ngak hanya mempersiapkan dana bulanan ataupun investasi seperti saham dan  reksadana, Perencanaan Keuangan juga mempersiapkan apabila terjadi resiko atau musibah.  Beberapa orang berfikiran “lho kalau [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2011/01/namaku-ariel-seri-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bonus? Diapain Nih?</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2010/12/bonus-diapain-nih/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2010/12/bonus-diapain-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 08:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2010/12/Bonus-150x150.gif" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="Bonus" />Sesuai permintaan beberapa temen-temen di twitter kemarin, termasuk juga mas http://www.twitter.com/ndorokakung (@ndorokakung) yang minta dikasih tips2 apa yang harus dilakukan kalo kita terima bonus (ber do’a lah… semoga bonus keluar hehehe). *gambar diambil di sini Anyway busway… berhubung dimintanya dalam bentuk tips2, langsung aja kita buat pointer2nya yak, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika terima bonus. 1. Coba cek lagi Dana Darurat (DD), apakah sudah cukup jumlahnya, kalau masih kurang berarti harus dipenuhi.  Kalau DD kepakek selama tahun sebelumnya kembalikan nominal awal dengan menggunakan bonus tersebut. Supaya kalau ternyata ada musibah dalam waktu dekat n anda membutuhkan menggunakan dana darurat, dana tersebut sudah tersedia, jadi ngak perlu ngutang ke orang lain, apalagi sampai gesek. 2. Coba cek lagi apakah ada utang-utang konsumtif baru, selama tahun kemarin.  Kalau ternyata anda sudah gesek kartu kredit kemarin untuk beli baju (konsumtif), anda bisa gunakan uang bonus anda untuk melunasi utang tersebut.  Daripada dicicil setiap bulan n bayar bunga sampai dengan 40% per tahun kan?  Rugi Bandar. 3. Masih ada sisa uang dari bonus ngak? Atau jangan-jangan uang bonus masih utuh karena ngak ada DD yang harus diganti n ngak buat utang baru.  Kalau masih ada sisa uang bonus barulah bonus anda bisa investasikan.  [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2010/12/bonus-diapain-nih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Financial Planner Yang Benar</title>
		<link>http://www.aidilakbar.com/2010/04/memilih-financial-planner-yang-benar/</link>
		<comments>http://www.aidilakbar.com/2010/04/memilih-financial-planner-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 10:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aidil Akbar Madjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic Check Up]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aidilakbar.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://www.aidilakbar.com/wp-content/uploads/2010/04/hk_20080207_insurance1-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="hk_20080207_insurance1" />Kan ceritanya Perencana Keuangan alias Financial Planner dah mulai banyak nih&#8230;. (kebanyakan juga sekolah di tempat kita yak? hehehe *blagu mode on*), sekarang banyak orang yang mulai bertanya-tanya Perencana Keuangan mana yang harus saya pilih. Jujur, kita di Akbar&#8217;s Financial Check Up dah sering mendapatkan &#8220;limpahan&#8221; client yang komplain karena dah datang ke orang yang &#8220;ngaku&#8221; Perencana Keuangan tapi kemudian tidak puas dengan jasa yang sudah didapatkan.  Kecenderungan ini semakin hari juga semakin meningkat&#8230; (capeeeekk deeeehhh..) knapa orang lain yang ngotorin kita yang bersihin yak? Anyway pertanyaan tadi diatas cukup wajar ditanyakan, nah sebagai guidelinesnya saya kasih beberapa tips ya, ini hal-hal yang harus ditanyakan kepada calon Financial Planner anda: Sudah berapa lama Perencana Keuangan berkecimpung dibidang keuangan  atau menjadi seorang Perencana Keuangan?  Tips nya jangan silau dengan pengalaman bekerja sebagai bankers tahunan atau agen asuransi tahunan, tapi yang penting berapa lama mereka sudah menjadi Perencana Keuangan Independen.  Jangan juga panik kalau Perencana Keuangannya baru lulus, tanyakan apakah mereka di supervisi oleh senior yang sudah berpengalaman?.  Di Akbar&#8217;s Financial Check Up semua Financial Advisor kita (disini disebut Advisor bukan Planner) disupervisi langsung oleh Financial Advisor senior dan saya sendiri&#8230; nah.. kurang apa tuh? hehehe Apakah Perencana Keuangan anggota dari asosiasi.  [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.aidilakbar.com/2010/04/memilih-financial-planner-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>