23 August 2017 0 Comments

Mau Naik Haji Takut Duit Dipake Pemerintah? Ya Ngak Usah Setor Ke Pemerintah Aja

Haji 1Akhir Agustus awal September memasuki minggu Haji.  Sementara itu belum lama ini juga terdengar santer ide dan usulan pemerintah yang ingin menggunakan dana haji  yang sudah disetor oleh calon Jemaah ke pemerintah kedalam investasi untuk pembangunan negara (dalam bentuk infrastruktur).  Sudah pasti doooonk kemudian jadi heboh antara pihak yang pro dan kontra atas usulan tersebut.

Yang tidak setuju akan mengeluarkan dalil bahwa akadnya tidak ada pemberi tahuan didepan dana akan dipakai pemerintah untuk infrastruktur dan ada ketakutan bahwa dana tersebut menjadi tidak jelas.  Yang setuju mengatakan bahwa wewenang pemerintah melalui kementrian Agama untuk mengelola dana tersebut.  Ribet kan?  Pastilah.  Kalau mau jujur sih, dua-dua sisi punya argumentasi yang benar.

Anywaaaaay buswaaaaaay……. Daripada ribet ngurusin yang berantem, sekarang buat Kamu yang tidak rela duit deposit Kamu dipake pemerintah (diputerin), kira-kira kebayang atau bisa ngak naik haji tanpa setor ke pemerintah?

Kita mulai dari Informasi Haji dulu yuk.  Dari berbagai informasi, artikel, dan situs (termasuk situs KemenAg) didapat informasi bahwa saat ini di Indonesia ada 3 cara untuk bisa berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah Haji.  Ke 3 cara itu adalah dengan menggunakan Haji Reguler Kuota dari pemerintah, Haji Khusus (Non-Reguler) Kuota sekarang juga melalui pemerintah dan Haji Khusus Non-Kuota (tidak melalui pemerintah dan menggunakan kuota atau visa undangan kerajaan atau visa yang dikeluarkan Kedutaan Besar Arab Saudi).  Haji ketiga ini sering kali disebut dan dikenal dengan nama Haji Backpacker meskipun menurut pengalaman saya fasilitasnya tidak backpacker sama sekali alias hotel bintang 4 dan bintang 5.  Berhubung ane sendiri dah pernah ber Haji pakai Haji Khusus Non Kuota ini, jadi ane akan coba bikin simulasi pake hitungan tersebut (tulisan tentang pengalaman Haji saya juga ada dan bias disimak di blog ini www.AidilAkbar.com).  Siap-siap yeeeeee.

Waktu dulu saya berhaji ikut rombongan Haji Khusus Non-Kuota ditahun 2010 biaya yang dikeluarkan saat itu sekitar Rp. 85 juta (saya bayar dalam Rupiah).  Saat itu kurs tukar Dollar ke Rupiah adalah sekitar 9.300 (angka saya bulatkan agar mudah menghitung) sehingga biaya Haji saya bila saat itu di Dollarkan adalah sekitar US$9.100, mahal yeeeeee…… emang.  Eits tapi nanti dulu kita coba hitung lagi lebih detil ya.

Nah, cona deh riset ke mbah google biaya Haji Non-Kuota (daftar tunggu diatas 5 tahun) saat ini termurah rata-rata dikisaran US$ 11,000 – 12,500, kalo kurs Dollar saat ini sekitar Rp. 13.300, berarti biaya naik Haji saat ini sekitar Rp. 166 juta (menggunakan harga yang USD$12,500).  Bila dihitung rata-rata kenaikan biaya diatas (memperhitungkan biaya Ongkos Haji dan kenaikan nilai tukar Dollarnya), maka akan didapat angka rata-rata kenaikan dikisaran 10% lebih sedikit per tahunnya (buletin ke 10%).

Nah berapa lama sih daftar tunggu ONH Khusus (ONH Plus) yang Kuota Pemerintah. Kalo dicek niiiih…. Ke mbah google lagi (kebetulan pas nulis ini ini situs Kementrian Agama sedang down jadi ngak bisa ngecek daftar tunggu disana), rata-rata daftar tunggu untuk ONH Khusus ini dikisaran 10 tahunan bahkan bisa lebih, saya akan gunakan angka 10 tahun ini untuk mempermudah perhitungan.

Yuk kita itung yuuuuuk… berapa besar sih prediksi biaya Haji Khusus Non-Kuota ini kelak 10 tahun dari sekarang pake contoh diatas.  Kalo dihitung kira-kira biaya tersebut akan dikisaran Rp. 431 juta.  Nah, sekarang gimana caranya biar bisa punya duit segitu banyak.

Untuk bisa mengumpulkan bila Kamu menginvestasikan pada produk keuangan yang bisa memberikan hasil investasi rata-rata 18% per tahun selama 10 tahun, maka Kamu hanya cukup menyisihkan Rp. 1,3 juta per bulan saja (dibulatkan), Kamu sudah bisa berangkat naik Haji dengan fasilitas cukup baik.  Sementara bila Kamu menggunakan produk keuangan yang bisa memberikan hasil investasi rata-rata 15% per tahun selama 10 tahun saja, maka Kamu cukup menginvestasikan sebesar Rp. 1,55 juta per bulan.

Sedangkan untuk ONH Reguler hitungannya lebih ribet karena Kamu harus daftar dan setor ke pemerintah untuk mendapatkan nomor porsi terlebih dahulu.  Akan tetapi sebagai ilustrasi saja, bila daftar tunggu ONH Reguler antara 11-29 tahun dan saya ambil angka tengahnya sekitar 20 tahunan, maka setoran awal Kamu ke pemerintah sebesar Rp. 25 juta tersebut bila Kamu investasikan selama 20 tahun yang menghasilkan rata-rata 15% per tahun, maka setoran Kamu berpotensi akan menjadi Rp. 409 juta atau hampir sama dengan nominal pakai ONH Khusus Non-Kuota tersebut kalau dihitung 10tahun.

Sementara kalau dihitung selama 20 tahun biaya ONH Khusus Non-Kuota berpotensi menjadi sekitar Rp. 1,1 miliar, yang artinya kamu punya waktu 20 tahun untuk invest selisihnya yaitu Rp. 700 juta lagi.  Nah, berapakah investasi yang bisa dilakukan bulanan untuk dapetin Rp. 700 juta selama 20 tahun tersebut?  Dengan target return rata-rata 15% per tahun selama 20 tahun, maka rata-rata investasi bulanannya hanya Rp. 462 ribu saja, dan kalau target rata-rata return di 18% per tahun selama 20 tahun, maka rata-rata investasi bulanan yang harus dilakukan hanya tidak sampai Rp. 300 ribu per bulan.  Sooooooo….. kalau dengan setoran kamu ke pemerintah dan kamu harus nunggu 20 tahun lagi, kalau kamu nambah Rp. 300-462 ribu per bulan selama 20 tahun saja, kamu bisa naik Haji dengan menggunakan jasa Travel Agent menggunakan hotel minimum bintang 3 dan 4, dibandingkan setoran kamu nganggur di rekening pemerintah.  Kebayang dan ada pilihan kan sekaraaaaaang?.  Jangan lupa tentu saja produk keuangan yang dipilih juga menggunakan produk keuangan Syariah ya, biar aftal dan kaffah.

Pusing ya dengan perhitungan diatas?  Sebenarnya Kamu dapat melakukan perhitungan sendiri dengan belajar dari workshop dan kelas-kelas yang ada.  Beberapa workshop yang kami rekomendasikan adalah Untuk workshop mengelola keuangan CPMM di Jakarta info bisa dibuka disini http://bit.ly/PMJKT03 berbarengan dengan kelas Belajar Asuransi info buka disini http://bit.ly/LIFE1609, sementara untuk Reksadana Jakarta info bisa dibuka disini http://bit.ly/RDJKT02 berbarengan dengan di Jogja, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa liat info disini http://bit.ly/PMJOG17 dan disini http://bit.ly/RDJOG17.

Jadi, buat Kamu yang kemarin masih ragu untuk menyiapkan dana Haji, atau takut setor ke pemerintah karena mau dipake untuk hal lain yang tidak kalian setujui, sekarang sudah ada alternative skema nih tanpa kamu harus nyetor ke pemerintah.

Akan tetapi jangan lupa kalau skema apapun itu pasti juga ada resikonya salah satunya bila Kamu tidak dapat Visa undangan (atau mundur 1-2 tahun dari waktu yang ditargetkan), atau Pemerintah menghentikan praktek pemberian visa undangan kerajaan ini.  Akan tetapi hal terebut harus dilakukan dengan persetujuan dari Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaannya disini.  Jadi?  Sekarang semua bisa naik haji kan?  Tidak takut lagi dana dipake kan?

 

Disclaimer

Perhitungan diatas hanyalah informasi dan simulasi saja dengan menggunakan data dan informasi yang lampau.  Hasil investasi dan simulasi ini tidak menjamin dan tidak mengikat hasil dimasa yang akan datang.  Perubahan angka, perhitungan, dan asumsi akan merubah hasil akhir dari perhitungan tersebut dan diluar tanggung jawab penulis.  Produk investasi ataupun skema baik investasi maupun skema keberangkatan Haji non-kuota juga mengandung resiko.  Kamu harus mempelajari dan mengerti resiko-resiko tersebut dengan detil dan seksama sebelum mengambil keputusan.

Leave a Reply