25 February 2015 0 Comments

Kesalahan Ketika Beli Asuransi

Didalam buku saya SHOCKING UNITLINK yang cukup membuat SHOCK banyak orang sehingga bukunya udah susah dicari (ppppsssssst siap siap bukunya mau diterbitkan ulang oleh penerbit besar… so nantikan di toko buku), saya mengatakan bahwa 9 dari 10 orang yang sudah membeli asuransi, terutama asuransi jiwa dan datang ke berkonsultasi ke kantor kami, ternyata asuransi yang mereka beli salah.  Salahnya sendiri bisa bermacam-macam, dan akan langsung dibahas dibawah ini.

Niat mau investasi, beli produk asuransi.

Ini kesalahan yang paling banyak dan sering terjadi.  ASURANSI = PROTEKSI.  Kalau mau investasi ya ke produk investasi seperti property, saham, obligasi, reksadana, emas batangan, dan masih banyak produk investasi lainnya, BUKAN ke asuransi.  Begitu dicampur dan dilakukan, udah pasti biayanya sangat tinggi, mahal dan akibatnya hasilnya sangat tidak maksimal.  Nyeselnya belakangan..

Niat beli asuransi kesehatan, kebeli produk asuransi jiwa

Ini juga menempati kesalahan terbanyak alasan orang beli asuransi dan salah beli asuransi.  Asuransi kesehatan itu sejatinya masuk ke kategori asuransi umum (kerugian), tapi bisa juga dijual di perusahaan asuransi jiwa, sebagai asuransi tambahan (rider).  Banyak orang yang dicek ternyata tidak butuh asuransi jiwa (contohnya anak), ternyata beli juga karena butuh asuransi kesehatannya. Lha, kan bisa beli kesehatan langsung.

Mengasuransikan Anak dengan Asuransi Jiwa

Ini juga kesalahan yang sering terjadi.  Anak kecil alias anak-anak belum tentu atau TIDAK BUTUH Asuransi Jiwa, titik.  Keinginan anda kan justru anak akan menjadi ahli waris anda, apabila anda meninggal dunia lebih dulu.  So, coba cek polis anda, kemungkinan besar ini kesalahan yang paling sering terjadi.

Salah Dalam Menempatkan Nama Tertanggung

Orang awam tidak mengerti istilah Penanggung, Tertanggung, Beneficiary atau istilah-istilah asuransi lainnya.  Sehingga sering sekali orang salah taruh nama.  Maksudnya inginnya A eh dibikinin asuransinya B.  Akibatnya? Asuransi tidak efektif bahkan cenderung mubazir.  Ataupun kalau melindungi berarti anda beli asuransi yang ngak penting bertumpuk-tumpuk.

Salah Dalam Menempatkan Nama Beneficiary

Sama dengan alasan diatas, akibatnya bisa fatal.  Uang belum tentu bisa ditransfer ke orang yang kita tuju / inginkan apabila terjadi resiko meninggal dunia, menyebabkan beli asuransinya gagal alias tidak menjawab kebutuhan.

Salah / Kurang Nominal Proteksi

Hasil perhitungan kami, rata-rata orang Indonesia butuh proteksi jiwa diatas 1 milyar, bahkan ada yg 2 sampai 3 milyar, tergantung perhitungannya.  Ada rumus dan cara menghitung yang benar ditempat kami dikenal dengan nama HLV, IBV, dan SBV.  Memang sih kalau terjadi resiko ahli waris anda akan dapat Rp. 200 juta, akan tetapi dengan nominal premi yang sama apakah anda tidak ingin ahli waris anda mendapatkan Rp. 1-2 milyar?.  Lagian Rp. 200 juta bisa bertahan berapa lama untuk mereka bertahan hidup?

Salah Beli Rider (Asuransi Tambahan) Yang Ngak Penting

Perusahaan asuransi sekarang memicu agennya untuk jualan tidak hanya asuransi jiwa tapi juga asuransi tambahan.  Ada asuransi tambahan yang kita butuhkan, tapi banyak juga yang tidak kita butuhkan bahkan hampir pasti tidak pernah kita klaim.  Lalu? buat apa kita buang duit dengan beli Rider tersebut?

Dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan lain yang panjaaaaaaangg banget daftarnya.  Terus buat anda yang sudah beli asuransi gimana donk?  Saran saya ya di cek.  Ingat setiap Rupiah yang anda bayarkan itu hasil dari jerih parah keringat anda.  Jangan sampai dipakai untuk hal-hal yang percuma alias mubazir alias buang-buang duit.

Yang harus anda lakukan sekarang adalah, Coba buka lagi polis asuransi anda dirumah, coba cek dulu dari alasan-alasan diatas ini benar kah?  Kalau masih tidak mengerti isi polis anda (mayoritas nasabah  tidak membaca polis dan tidak mengerti isi polis), anda bisa konsultasikan ke kami di akbar@akbarfinancialcheckup.com , atau kalau mau lebih lengkap dan murah meriah bisa ikutan workshop asuransi tanggal 28 Feb , info bisa dibaca disini >> http://bit.ly/nlp28feb .

 

Banyak kesalahan tersebut diatas terjadi karena adanya salah komunikasi baik dari agen maupun dari anda sebagai klien.  Andapun terkadang sering sembrono dan salah menangkap.  Itu sebabnya komunikasi yang baik menjadi penting.  Komunikasi bisa dilakukan secara sadar maupun tidak sadar (alam bawah sadar), untuk itu ada juga workshop The Art of Hypnotic Communication, penting supaya anda tidak salah dalam berkomunikasi, bisa di cek disini > http://bit.ly/nlp1mar .

Kalau tidak bisa buka bisa melalui telpon atau BBM ke >> Telpon 02144635752 PIN BBM 762FCF32 .

Leave a Reply