Lebaran Mbek, Perencanaan Qurban
Sibuk, sibuk, sibuk… dari mulai bulan puasa, kemudian lebaran, kemudian membereskan buku SHOCKING UNITLINK, launching sampai sekarang akhirnya keterusan lupa ngak update Blog tercinta ini…. Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor macam apa ini? hehehehe Rasanya dah lama banget yak… Mumpung dah mulai semangat, mari kita nulis lagi n berhubung dah mau deket Idul Adha dimana kita kudu Qurban nih (asal jangan korban perasaaan aja… #eeaa) kali ini kita bahas tentang Lebaran Mbek alias Perencanaan Qurban.
Anywaay buuusswaayy… Berkurban kan sebenarnya ritual yang rutin
dilakukan oleh setiap umat muslim di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Beberapa hewan ternak dapat kita kurbankan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, Allah SWT. Hukum dasar dari berkurban sendiri masih belum terlalu nyata apakah wajib atau sunnah. Namun, dari beberapa hadis disebutkan bahwa mereka yang berkelapangan (dalam arti memiliki rejeki yang cukup) maka sangat disarankan untuk berkurban. Sebaliknya, bagi mereka yang masih belum memiliki kelapangan rejeki, tidak perlu memaksakannya.
Akan tetapi dilain pihak, banyak cerita dan informasi yang mengatakan bahwa dengan menyembelih hewan kurban justru membuka jalan rejeki atau menghindarkan kita dari segala macam bahaya. Oleh sebab itu, apabila memang terdapat kelebihan dana tidak ada salahnya dimulai perencanaan untuk mempersiapkan dana untuk berkurban selama ngak memaksakan.
Naaaahh… kalo kita mau kurban nih dengan seekor kambing, tentu kebutuhan biayanya relatif lebih kecil dibandingkan dengan berkurban sapi. Jika kita memang berencana untuk berkurban sapi, hendaknya direncanakan sejak jauh hari. Kita bisa memanfaatkan uang yang diperoleh dari bonus atau THR untuk biaya membeli sapi pada saat Idul Qurban tiba. Atau bisa juga menyisihkannya dari gaji sejak bulan- bulan sebelumnya. Sedangkan bagi kita yang berencana untuk berkurban kambing, dapat langsung mengalokasikannya dari gaji kita bulan tersebut atau bulan sebelumnya, jika memungkinkan.
Untuk perhitungan besarnya nominal yang harus disisihkan sebagai persiapan berkurban, tentu tidak ada stkitarnya. Masing-masing individu atau keluarga harus menyesuaikannya dengan kekuatan keuangannya. Jika memang penghasilan keluarga kita tidak terlalu besar, kita bisa mempersiapkannya beberapa bulan hingga setahun sebelumnya. Namun, jika kita memiliki penghasilan yang cukup besar, kita bisa mempersiapkannya dalam beberapa bulan saja atau bahkan langsung dengan menyisihkan gaji kita di bulan tersebut. Semua menyesuaikan dengan kondisi keuangan kita.
Kalau kita buat simulasi perhitungan harga kambing yang lumayan ukurannya antara Rp. 1,5 juta – Rp. 2 juta. Kalau ini kita sisihkan rutin setiap bulan kedalam tabungan berbunga 2%, maka kita dapat menyisihkan sekurang-kurangnya Rp. 165 ribu per bulan. Naaah, selain pakek tabungan kita juga bisa menggunakan Logam Mulia ataupun Dinar. Dinar sendiri adalah perhitungan untuk emas 22 karat dengan berat 4,25 gram. Saat ini Dinar yang ditawarkan di beberapa gerai penjual Dinar berkisar diharga Rp. 2,250,000 per 1 Dinar. Sementara kelemahan dari menggunakan Logam Mulia atau Dinar sendiri adalah cicilan yang tidak bisa kecil untuk langsung membeli emas tersebut karena harga per gram nya yang relatif tinggi mengikuti naik turunnya harga emas internasional.
Jadi kata siapa ibadah Kurban ngak bisa dipersiapkan dengan perencanaan keuangan? Justru kalau kita sudah merencanakan dengan baik, kita bisa berkurban Kambing/Domba, Sapi kan daripada hanya bersedih korban perasaan karena ngak “mampu” kurban.
Salam,





Betuul, sekarang juga agak jarang bikin kultwit di twitter hehehe…
betul banget om,,kalo di kampung saya sistemnya nabung 3000 per hari om..
Luar biasa mas Aidil. Qurban ternyata bisa direncanakan juga melalui financial planning.
Anyway busway… aku ngakak baca judulnya itu “Lebaran Mbek..” heehehehe..
Keep posting good articles yah mas!!