2 May 2011 5 Comments

Berani Bicara Asuransi, part 2

Masih takut ngomongin asuransi? Atau sekarang sudah mulai Berani Bicara Asuransi?  Perlu diingat bahwa dalam sebuah proses Perencanaan Keuangan, asuransi memainkan peranan yang sangat penting.  Bahkan didalam konsep Financial Check Up yang benar, seorang Perencana Keuangan/ Financial Planner atau Financial Advisor tidak menyarankan clientnya berinvestasi jika belum memiliki asuransi terlebih dahulu.

Saya seringkali mengkritik penggunaan asuransi yang tidak tepat di masyarakat, namun bukan berarti saya enggan membahas manfaat asuransi. Perlindungan atau proteksi, itulah yang dicari.

Tahukah anda? bahwa asuransi yang wajib dimiliki oleh semua lapisan masyarakat (tidak memandang usia; memiliki tanggungan atau tidak) adalah asuransi kesehatan. Perlu diingat bahwa ada 2 jenis asuransi kesehatan, yakni rawat jalan dan rawat inap.

Rawat jalan berarti ketika kita sakit, diperlukan biaya ke dokter dan pengobatan dilakukan sambil jalan (tidak harus menginap di rumah sakit).  Khusus untuk rawat jalan, sebenarnya lebih cocok di cover oleh asuransi yang kita dapatkan dari kantor (asuransi group), bukan perorangan.  Mengapa?  Karena perusahaan penyedia jasa asuransi kesehatan rawat jalan perorangan hampir sulit untuk dijumpai, kalaupun pernah ada, premi yang harus dibayarkan sangat tinggi. Selain itu asuransi kesehatan rawat jalan juga tidak bisa menggunakan Double Claim , artinya bila kita sudah claim ke kantor, penyedia jasa asuransi lain belum tentu mau membayar claim nya.

Justru asuransi yang jauh lebih diperlukan adalah asuransi rawat inap. Ketika kita sampai harus dirawat dirumah sakit, biaya akan terus membengkak, sedangkan perawatan masih dibutuhkan. Semua biaya perawatan memang sangat tergantung dengan harga kamar yang kita ambil, begitupun biaya tambahan seperti dokter, obat-obatan dan tindakan lainnya.  Perawatan satu malam di rumah sakit saja bisa menghabiskan jutaan rupiah apalagi kalau harus menginap lebih dari satu malam. Biaya inilah yang kemudian akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Dilain pihak, kultur masyarakat urban saat ini semakin dinamis. Pekerjaan menuntut kita menyesuaikan gaya hidup yang serba cepat, berinteraksi dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain, seringkali kurang istirahat atau bahkan mengesampingkan kesehatan. Akibatnya, rentan sakit dan dirawat dirumah sakit.

Hal penting lainnya yang seringkali terlewatkan adalah memiliki asuransi jiwa kecelakaan.  Asuransi jiwa ini preminya jauh lebih murah karena hanya meng-cover kita apabila meninggal atau terjadi resiko karena kecelakaan.  Proteksi jenis ini cocok untuk pasar anak muda yang dinamis dan mobile.  Bayangkan kalau kita harus naik kendaraan umum atau motor untuk berangkat ke kantor atau hangout sesudahnya, resiko kecelakaan dijalan sangat besar.  Berdasarkan statistic FAA (Federal Aviation Administration) atau Badan yang mengatur penerbangan di Amerika, dinyatakan bahwa kita beresiko jauh lebih besar terkena kecelakaan dijalan dibandingkan kecelakaan pesawat terbang.

Sama halnya dengan mereka yang sering travelling atau berpetualang, baik di daerah maupun diluar negeri dengan menggunakan pesawat, kapal laut, kereta atau kendaraan off-road, ngga ada salahnya melindungi diri dari resiko meninggal dunia karena kecelakaan. Harap diingat bahwa asuransi ini hanya menggantikan claim kalau terjadi resiko karena kecelakaan saja, sehingga kalau terjadi resiko karena sebab lain (misalnya sakit) maka tidak akan di cover, jadi sebaiknya miliki asuransi lain untuk kebutuhan itu.

Dulu mungkin kita berfikir bahwa biaya asuransi untuk rawat inap akan mahal sekali. Nah hasil dari sharing session Berani Bicara Asuransi yang dilakukan #Obsat di Rumah Langsat (bisa baca tulisan saya di sini: http://www.aidilakbar.com/2011/04/berani-bicara-asuransi/ justru mengungkap bahwa ada beberapa produk yang preminya terjangkau alias hanya puluhan ribu rupiah aja dengan benefit yang ngga kalah dibandingkan dengan asuransi lain.  Tentunya hal ini memudahkan kita mengalokasikan penghasilan untuk asuransi. Jadi, lindungi diri dengan baik sejak sekarang. Premi puluhan ribu yang kita keluarkan akan sangat membantu kita ketika dalam kesulitan.  Jangan lupa “peace of mind” alias rasa tenang dan aman itu priceless.

Potensi terkena masalah kesehatan, kecelakaan dan kematian adalah resiko tak terhindarkan dalam aktivitas kita sehari-hari. Jadi, perlindungan macam apa yang tepat untuk anda? Silakan berbagi opini dan berpartisipasi di pooling Tentukan.Com. Vote for your life J

5 Responses to “Berani Bicara Asuransi, part 2”

  1. Andi K 2 May 2011 at 9:54 pm #

    Sipp bang akbar, saya jd makin berani bicara asuransi dan membagikan cerita tentang asuransi ke teman-teman saya, biar mereka ga salah dalam milih asuransi yang tepat. trima kasih jg udah cerita banyak tentang unitlink…semakin cerah dehh wawasan saya b”-”d

  2. Dimu 2 May 2011 at 10:28 pm #

    kalo buat mahasiswa sperti saya masih 21thn, sebaiknya memulai investasi dengan apa ya? RD, asuransi, beli emas? kalau RD atau asuransi jenis apa?

    terima kasih


Trackbacks/Pingbacks.

  1. Bicara Asuransi Lagi « sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane - May 10, 2011

    [...] dipikir-pikir, kali ini dengan sedikit takut karena sadar betapa memiliki asuransi itu wajib hukumnya, saya memutuskan untuk mulai memilih-milih produk asuransi apa yang harus saya [...]

  2. Sillystupidlife » Give Certainty in Times of Uncertainty - May 10, 2011

    [...] Kok lucu. Bukankah tujuan asuransi, seperti kata mas Aidil Akbar adalah untuk perlindungan dan proteksi, jika kita sakit, mengalami kondisi kritis, meninggal atau [...]

  3. Tentang Risiko dan Hidup | Enda Nasution's Weblog - May 17, 2011

    [...] bisa melindungi keluarga kamu. Ada banyak jenis asuransi, infonya bisa kamu dapatkan di sini dan di sini. Salah satu asuransi yang terjangkau tapi berguna adalah Cigna Life Protection. Cek juga ke polling [...]

Leave a Reply