Amankah Dana & Investasi Saya? 2
Setelah menjadi Perencana Keuangan atau Financial Planner, di Amerika saya disebut dengan Financial Advisor selama 6 tahun di Amerika Serikat dan pulang ke Indonesia, salah satu keterkejutan saya dengan orang Indonesia adalah bahwa ternyata masih banyak anggota masyarakat yang tidak bisa membedakan antara menyimpan uang dengan berinvestasi. Apabila menyimpan uang dirumah atau berbentuk tabungan dibank saja mengandung resiko, apalagi yang namanya berinvestasi. Satu hal yang harus selalu diingat adalah bahwa tidak ada satupun investasi yang tidak memiliki resiko 100%. Oleh karena adanya resiko inilah, maka dari itu kita harus melakukan analisa sebelum berinvestasi untuk meminimal kan resiko tersebut (bukan menghilangkan).
Anywaaaayy Buuussswaaaaayyy…. lalu bagaimana cara meminimalisasi resiko tersebut? Banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama harus selalu diingat bahwa resiko investasi selalu berbanding lurus dengan hasil investasinya. Artinya, semakin tinggi bunga atau hasil yang diharapkan maka akan semakin tinggi resikonya. Adapun sekarang sudah ada beberapa produk investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang kompetitif (bukan tinggi) tetapi dengan resiko yang ter kontrol (manage). Akan tetapi masih banyak saja investor di Indonesia yang tidak menggunakan akal sehat dengan berinvestasi pada produk yang menjanjikan hasil yang tinggi (biasanya karena diburu napsu ingin kaya mendadak).
Parti kita sering mendengar istilah Don’t put Eggs in One Basket? Atau dapat diartikan apabila kita memiliki banyak telur jangan menempatkan semua telur tersebut didalam satu keranjang. Sehingga apabila keranjang tersebut jatuh maka telur-telur tersebut akan pecah semua. Peribahasa ini bisa juga dipergunakan pada investasi kita. Karena tidak ada satupun jenis investasi yang 100% aman, maka investasi sebaiknya dilakukan kedalam beberapa keranjang investasi. Didalam dunia keuangan hal ini dikenal dengan istilah Diversifikasi.
Investasi bisa dilakukan dengan menggunakan produk-produk investasi yang ditawarkan oleh institusi keuangan maupun produk non-keuangan. Menggunakan kombinasi dari produk-produk tersebut juga ikut mengurangi resiko. Beberapa produk non-keuangan yang dapat dipergunakan untuk berinvestasi adalah: Property (rumah tinggal, apartement, ruko, kios, dll), Kendaraan Bermotor, Emas/Logam Mulia (perhiasan dan emas keping/batangan), diamond dan perhiasan berharga, lukisan, barang antik, dan masih banyak produk lainnya yang dapat dipergunakan.
Adapun produk-produk keuangan antara lain produk perbankan seperti tabungan, deposito dan SBI, sedangkan produk pasar modal yang dapat dipakai seperti saham, surat hutang (obligasi), reksa dana. Kemudian ada juga produk asuransi seperti whole life dan unit link. Dan yang terakhir yang beresiko sangat tinggi yang sering ditawarkan ke masyarakat adalah produk valuta asing (mata uang), indeks, future dan banyak lagi produk investasi baik yang ditawarkan secara lokal maupun yang dijual di luar negeri.
Kemudian sebelum kita memulai berinvestasi lihat dulu profil dari masing-masing produk. Apakah produk tersebut beresiko tinggi, sedang, atau kecil. Resiko dari produk ini lah yang kemudian disesuaikan dengan toleransi resiko kita.
Dan terakhir pergunakan kombinasi dari produk-produk ini untuk menghasilkan suatu kumpulan produk investasi yang dikenal dengan sebutan portfolio atau dalam bahasa Indonesia adalah portofolio. Dimana besarnya persentase dari masing-masing produk yang akan dipergunakan disesuaikan dengan masing-masing tujuan investasi. Portfolio bisa juga dihitung dengan menggunakan target hasil investasi yang kita inginkan berdasarkan hasil investasi rata-rata dari suatu produk keuangan. Dengan menggunakan cara-cara ini diharapkan resiko berinvestasi dapat diperkecil dan dana kita akan aman.





trrims pak sudah share.. boleh tny ga??? boleh donk.. hehhe
adakah reksadana yg bisa memberi nilai hasil fixed tiap bln?? krn tmn sy nemu yg spt itu, sy jd curiga. aplg besarannya hg 8 % tiap bln, jd dlm 1 tahun uang bisa bertambah jd 2x lipat. wooww . mksh
jawabannya : hampir ngga ada. Yg paling stabil mungkin RD pasar uang, karena portofolionya di ivestasi jangka pendek.
Yang mengusik saya adalah, 8 persen per bulannya itu lho.
AJAIB banget. Ingat, high risk, high return. Kalo dibalik : high return, high risk.
Setahu saya, di RI tidak ada satu RD pun yg tetap 8% per bulan.
If it’s too good to be true, it might be is.
Awas investasi bodong, kalo uangnya dibawa kabur pengelolanya, jangan joget2 di atas meja kayak investor di bank “itu” ya
asik juga baca tulisan bang akbar, saya tunggu ilmu-ilmu bang akbar yg belum dikeluarin:-) (power ranger kaliii)
@ vivalia, (mungkin) kayaknya sih ga ada yg pasti sama kinerjanya tiap bulan (mohon koreksinya kalo ada salah). Karena setiap manager investasi pasti bakal melihat lg portofolio yang dikelolanya tiap periode/bulan. thx
Pedoman tidak meletakkan semua telur dalam satu keranjang, membuat kita lebih tenang untuk berinvestasi dan juga jadi lebih membuka mata dan telinga kita lebih lebar untuk peluang-peluang investasi. Terima kasih atas sarannya ya, Bang.