18 February 2011 9 Comments

Minjemin Sodara

Bagaimana cara merusak hubungan baik dengan keluarga dekat atau saudara secara cepat?.  Mudah aja, dengan memberikan mereka pinjaman uang, terus tagih, dijamin akan jadi ribut.  Dijaman yang sudah serba modern dan “kapitalis” ini, ada peribahasa yang mengatakan bahwa “duit tidak ada saudaranya” .  Jadi apabila mereka memerlukan uang dan ingin meminjam apakah yang sebaiknya anda lakukan?  memberi pinjaman tersebut atau tidak?  Nah, bingung kan?

Pinjam meminjam antar keluarga sih kayak makan buah simalakama ya, karena kalau saudara tersebut tidak bisa mengembalikan pinjamanya, maka anda mulai bete dan tidak menyukainya.  Kalau uangnya sedikit sih mungkin masih bisa ikhlas ya, kalau banyak kan bisa jadi panjang urusannya.  Bagi anda yang sudah merid alias berkeluarga, kalau yang meminjam uang ternyata saudara dari pihak anda, bisa saja pasangan anda juga ikutan tidak menyukai saudara anda dan mungkin jadi ikutan membenci anda.  Dan apabila anda mulai menekan alias menagih-nagih hutang kepada famili anda tersebut, maka orang tersebut akan mulai menghindar.  Yang membuat semakin ribet adalah campur tangan anggota keluarga lainnya yang ikutan meng “kompor-kompor” in.  Ujung-ujungnya setiap ada acara keluarga (arisan, selametan, dll) suasana akan menjadi tidak enak, itu juga kalau yang minjem masih berani datang ke acara keluarga, bener ngak?

Pertanyaannya adalah mengapa saudara anda meminta pinjaman uang tersebut ke anda?.  Jawabannya adalah, lebih mudah pinjamnya, lebih fleksibel, lebih cepat, tidak ribet dan lain-lain yang apabila disimpulkan artinya ingin lebih mudah dan belum tentu ia bisa mendapatkan pinjaman dari institusi keuangan (Bank) seperti Kredit Tanpa Jaminan atau Kartu Kredit.  Lalu, apabila dapat disimpulkan bahwa saudara anda tidak ber hak atau belum bisa meminjam dari institusi keuangan mengapa justru anda yang memberikan pinjaman?. Hal ini sendiri sudah merupakan ”warning” sign untuk kita.  Yang pasti dapat dilihat dari kondisi diatas adalah bahwa resiko uang anda tidak kembali menjadi sangat tinggi.

Berarti sebenarnya kan memang saudara anda tidak ”bankable” alias tidak layak untuk mendapatkan pinjaman versi institusi keuangan.  Lalu gimana cara kita mensikapinya? Ada beberapa cara sih, yang sering dilakukan oleh orang tua saya adalah tidak memberikan pinjaman dalam jumlah besar yang diinginkan (kecuali kalau tujuannya bisnis) tapi akan dikasih dalam jumlah kecil (semampu kita) dengan tujuan infaq/sedekah, alias tidak mengharapkan uang kembali.  Hal ini lebih manjur dan mencegah terjadi perpecahan diantara keluarga.  Contoh, misalnya ada sepupu atau om datang kerumah orang tua mau pinjam uang Rp. 3 juta, biasanya dikasih Rp. 500ribu – Rp. 1 juta, tapi itu pemberian bukan pinjaman.

Masih ngotot mau kasih pinjaman karena kasian?  Gimana caranya?  Cek di tulisan berikutnya ya..

9 Responses to “Minjemin Sodara”

  1. nicowijaya 18 February 2011 at 11:48 am #

    *nunggu tulisan berikutnya*

  2. zule bernardi 18 February 2011 at 12:52 pm #

    bener banget..udah kejadian dan kapok sampe mati! gak lagi deh minjam meminjam ke sodara, lebih baik tegas didepan dan belakangan aman terkendali, daripada gak enak hati didepan dan dibelakang hari jadi bencana.

  3. melz 18 February 2011 at 6:31 pm #

    hihi..kejadian sama saya nih.. dan iya selama ini nerapkan yg sama dgn ortu mas aidil, tp klo sodara yg minjam itu butuh buat sesuatu yg urgent saya gak bisa gak ngasih full :( kesian. nunggu the next article aah 😀

  4. wawan 18 February 2011 at 10:34 pm #

    kalau untuk bisnis gmn?

  5. dewi 21 February 2011 at 11:47 am #

    Setubuuuh eh setujuuu!
    Prinsipku sama dengan prinsip ortu mas AA.
    Mendingan ngasih semampunya seikhlasnya, jadi gak beban mental dan kantong ke depannya…
    Kalo pinjeman bisnis, biar sodara tetap harus ada agreement yg jelas kapan dibalikin dan dengan cara gimana. Even that doesnt always work :(

  6. Adri 26 February 2011 at 8:39 am #

    mohon maaf kalo komennya kurang berkenan, tapi mungkin ada baiknya diskusi secara jujur terlebih dahulu antara peminjam dengan yg meminjamkan, utk apa uangnya, kenapa harus pinjam, dan bagaimana pengelolaan keuangannya selama ini. Kalo pengelolaan keuangannya selama ini buruk, ya alamat bakal seret tuh balikkin uang pinjaman kita. Dan, kalo ternyata cash flow si peminjam seret karena pengelolaan keuangan buruk karena kebanyakan beli produk2 ngga perlu karena masalah gengsi dan gaul doang, solusi paling tepat utk kedua belah pihak adalah stop beli produk2 gga perlu tsb, dan produk2 yg ada dan bisa dilikuidasi, ya dijual. Kalo punya tipi LCD 40 inci, ya dijual aja, ganti yg 21 CRT. Kalo berkorban gini aja ngga mau, apa iya mau berkorban utk ngembaliin duit pinjaman ?

  7. angga 11 March 2014 at 7:35 pm #

    kalo pinjamnya kecil2 tapi berkali2 gimana om?kan lama2 gede juga.

  8. Uci 8 August 2017 at 5:11 pm #

    Hahahaha udah kejadian di gw nih oom, adek ipar yg pinjem. Namanya adek ipar kan ga enak nolaknya. Awalnya minjem trus balikin tepat waktu, kedua minjem balikin molor dikit, ketiga minjem mulai molor, keempat minjem molor keterlaluan, pas ditagih cuma di read doang wa nya. Sampe akhirnya 2 bulan kemudian gw tagih lagi baru ngasih. Abis itu dia jelek2in gw di mertua bilangnya gw kayak princess ga pernah idup susah. Padahal pas ditelaah, cashflownya dia berantakan bgt. Penghasilan ama pengeluaran ga seimbang. Gaya hidup terlalu tinggi. Capek deh…


Trackbacks/Pingbacks.

  1. Tweets that mention Simple, Fun and Practical Check Up » Blog Archive » Minjemin Sodara -- Topsy.com - February 18, 2011

    […] This post was mentioned on Twitter by farah dini novita, Damar Restio, Lifehacks Magazine, Aidil Akbar Madjid, Runinta Wulandari and others. Runinta Wulandari said: RT @AidilAkbar: sbelum jumatan & makan siang, sila baca blog post "Minjemin Sodara" – http://www.aidilakbar.com/2011/02/minjemin-sodara-2/ […]

Leave a Reply