30 May 2010 53 Comments

UnitLink , seri 6

Lanjut lanjut…. mau bang.. lanjut… terus…. Kupas tuntas.. kulitin.. itu semua jawaban dari isi twitter dan facebook kalo saya tanya apakah masih mau baca posting tentang unitlink ini? Ada yang nada nya mendukung karena mau belajar, ada juga yang saya tau kayaknya sepertinya juga agen asuransi (tau dooonnkk, kan keliatan dari cara ngomongnya) juga pengen tau saya ngomong apa tentang produk yang we love to hate dan hate to love ini.

Anyyywaaayyy buussswaaay… Nah dengan banyaknya kesalahan yang telah terjadi…(ingat 9 dari 10 nasabah atau calon nasabah yang datang ke kantor Akbar’s Financial Check Up melakukan kesalahan ketika membeli asuransi jiwa – khususnya unitlink) pertanyaanya adalah dimana letaknya dan siapa yang melakukan kesalahan ini?.  Tidak bermaksud untuk mencari siapa kambing hitam (heran kok selalu kambing hitam ya? knapa ngak kambing putih atau kerbau hitam…. apa seeh) marilah kita telusuri siapa biang keroknya disini.  Ada beberapa pihak yang bertanggung jawab dan berperan atas kejadian ini.

Pertama mari kita lihat peran perusahaan asuransi.  Biar bagaimanapun yang namanya perusahaan yang tugasnya cari untung dooonnkk.  Masalahnya kalo nasabahnya kemudian merasa dirugikan itu etis ngak.  Kalo ada kesalahan, biasanya perusahaan asuransi berdalih oooohhh itu agen nya yang salah jual.  Perusahaan asuransi berlindung dibelakang pasal-pasal dipolis yg jelimet pakek bahas hukum n ditulis kecil2.  (ini dah standard ya).  At the end… hey.. bisnis runs to make money and profit kan?

Pihak lain yang juga bikin heboh dan penting adalah Agen asuransi itu sendiri.  Kenapa penting?  karena agenlah yang mencari calon nasabah, mendekati, mengejar-ngejar, membujuk, merayu, memberikan informasi sampai nasabah (yang biasanya tidak ngerti apa-apa) akhirnya menyerah dan mau membeli polis asuransi yang ditawarkan meskipun tidak mengerti (meskipun ngak semua siiiih masih ada kok yang jualannya bagus n bener kan).  Nah, Banyak nasabah yang kecewa ketika mengetahui (baru mengetahui setelah dikasih tau Financial Planner Independen seperti kita di AFC) bahwa premi yang mereka bayarkan ditahun ke 1 hangus alias lenyap, belum lagi tahun ke 2-5.

Cara perusahaan asuransi nge bujuk agen untuk jualan adalah…. tentu saja… komisi yang besar (ada agen yang kaya sekali dengan penghasilan ratusan juta lho per bulan…..sementara nasabahnya menangis kehilangan uang preminya ditahun ke 1 sampai tahun ke 5 yang hilang), sampai agen jalan-jalan (istilah asuransi: conference) yang dibayarin oleh perusahaan asuransi yang uangnya sudah barang tentu dari nasabah yang menangis tadi.  Salahkah agen? well.. they are there to make a living… ceritanya kan mereka juga cari makan kan.

Selain itu ada juga regulator.  Wah susah komen nya kalau yang ini hahaha… Yang pasti ijin menjual unitlink yang mudah didapat ini turut serta dalam kurangnya agen meng-edukasi dan menjelaskan produk unitlink ini dengan benar ke calon klien.  …

Nah yang terakhir penyebab utama dari kehebohan Unitlink ini adalah KITA sebagai klien.  Yes… it’s you…  Sebelum menyalahkan orang lain tunjuk diri kita sendiri… Kenapa kita beli produk ngak ngerti yang dibeli? hayooooo ngakuuu….Kenapa kita kalau tidak mengerti tidak bertanya ke orang lain??  Atau bertanya ke Financial Planner Indenpenden??  ooohhh takut ya kalau bertanya trus disuruh bayar??  Atau ngak mau rugi masa tanya advice aja harus bayar jutaan??  hahaha It’s your hard-earned money alias uang yang kita dapat dengan kerja keras.

Ketidak mau rugian kita sebagai calon nasabah menyebabkan justru kita rugi berkali lipat.  Coba hitung premi tahun pertama kita yang sudah kita bayarkan ke produk unitlink yang hilang tersebut.  Saya berani taruhan kita sudah bayar antara 5 juta sampai dengan puluhan juta premi ditahun pertama yang hilang tersebut.  Nominal tersebut sama saja dengan kita membayar jasa seorang Perencana Keuangan Independen berpengalaman seperti di AFC lho…..  penyesalan memang selalu datang belakangan.

So kesimpulan dari tulisan ini…. ini adalah kesalahan kita bersama… renungkanlah… so kita sebagai calon nasabah sebenarnya sangat bertanggung jawab terhadap kesalahan kita sendiri.  Ketidak mau rugian kita, keingin praktisan kita, ke tidak tahuan kita, dan banyak ke tidak tidak dan tidak tadilah yang dimanfaatkan oleh “Oknum” untuk menawarkan produk keuangan yang mungkin tidak cocok dengan kebutuhan kita.  So, do your homework.  Lakukan riset dengan baik sebelum kita menempatkan uang kita…. c u di seri berikutnya… masih lanjut n blom abis nih…

TABIK

Akbar

 

53 Responses to “UnitLink , seri 6”

  1. Arham 30 May 2010 at 8:29 pm #

    Kayaknya musti baca ulang ni soal unitlink.. dari pada terjebak alias ngak paham bener..bisa rugi inventasi gara gara kurang paham

  2. Mami 30 May 2010 at 8:31 pm #

    Duh, mo ambil nilai tunai di P******* nilai unit lagi jeblok ngekor ihsg. Telat bro….. padahal bulan kemarin (masih cakep) udah niat. Nasip….nasip….. Nunggu dulu kali ye biar agak sembuhan dikit baru ditutup. Dah tiga taonan bro. Bayangin…..

    • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 6:41 pm #

      Silahkan bro

      • depezahrial 28 April 2011 at 1:59 am #

        “Dan jangan lupa agen selalu dminta untuk menjual / menawarkan polis ke orang-orang terdekatnya seperti keluarga, teman dekat (natural market) know why???….. Karena akan lebih mudah menjual, kebanyakan dari kita ingin membantu anggota keluarga atau teman…pluuuussss… kalo mereka salah jual anda ngak bisa marah-marah… palingan cuma kesel… biar gimanapun mereka anggota keluarga kita kan?? ”

        >>>> ih, yang ini menohok banget. inget banget beli UL sama adek ipar karena kasian suaminya lagi nganggur ga punya duit. begitu suaminya dapet kerjaan jadi captain di air asia, dia resign gitu aja jadi agent. beberapa kali asuransi saya berganti agent (yang NGGAK saya kenal). even manajernya-pun pindah kantor ke asuransi lain -_-
        Pas mau ada klaim, si ipar ini lepas tangan, nggak bantuin apa2 sampe saya kesel banget. Akhirnya sih diurus sendiri di head office.
        Moralnya: biar ama sodara sendiri (apalagi ama orang lain), cek dulu deh apa “dagangannya”. Sejauh mana pengetahuan dan komitmennya. Berapa lama jadi agent kalo menurut saya sih juga penting deh, selain kitanya juga harus belajar terus.

        kalo agent yang model kayak adek ipar saya ini sih oportunis doang. Emang targetnya cuman cari duit bukan ngasi edukasi cukup ke calon nasabah. Dan btw, KENAPA kok bisa edukasinya ga cukup tapi lulus? hayoh?

  3. bundaQeela 30 May 2010 at 8:41 pm #

    ooh…syukurlah ga jadi beli asuransi pendidikan di A*A, padahal udah berkali-kali bolak balik datangin banknya.selamet….selamet…,ga jadi stress karna duit yang hilang di 5 tahun pertama.Gud Job..Thanks mas Akbar..

    • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 6:42 pm #

      Yang pasti hilang 1thn pertama, tahun ke 2 hanya sedikit, tahun ke 3-5 baru ada sisa agak banyak. Hasil investasinya justru yang tidak kompetitif. Sehingga….. ya tetep aja rugi hahaa

  4. Think 30 May 2010 at 8:43 pm #

    Masih ag bingungg.. Klo yg preminya pk indeks gmn tuch, sm aj ruginya?

    • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 6:43 pm #

      Mau pakai apapun yang penting hasil akhirnya kalo dibandingkan investasi lain

  5. sabai 30 May 2010 at 8:43 pm #

    Kalau sudah terlanjur beli asuransi+UL sejak Nov 2005, dg premi 5.2 juta pertahun, dibayar tiap 6 bulan, haruskah ditutup dr pd makin lama makin byk ruginya?
    Ada saran lain?
    thank you

  6. dee 30 May 2010 at 8:45 pm #

    Setujuh dengan apa yg udah di ulas di sini , mas aidil memberikan ilustrasi yang jelas dan tidak berpihak kepada satu subject.. That’s way … Kepada calon nasabah lebih baik banyak bertanya pada saat agent assuransi memberikan penjelasan dr pada nantinya “merasa ketipu” — jujur saya bekerja di perusahaan asuransi , and I’am not an Agent ! — dan saya tidak suka kalau penjualannya hanya berbasis hanya mengejar komisi .. * ya susah juga ya choonggg , secara kita semua kerjakkan cari materi :) * baiklahhhh , ditunggu season berikutnya ya mas :)

    • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 6:45 pm #

      Terima kasih, kita tetap harus berimbang dalam memberikan penjelasan. Saya mengabarkan anda yang memutuskan… (lho? kok sounds familiar ya?? hihihi)

  7. Laura Khalida 30 May 2010 at 10:28 pm #

    Ufdah ditutup rabu kemarin, aturan sorenya mau ikutan kopdar, kan sekalian ambil hadiah buku, artikel akika soal RD kepilih (ehem). Jiaaaah ternyata kehadang hujan banjir di kuningan-Buncit, ya wis pulang, daripada dateng2 kayak pus kejebur empang? Hiks. Bukune simpenin ya

    • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 6:45 pm #

      disimpenin mbak… walah nutup kok ngak konsultasi dulu sih?… nti salah 2x lho

  8. Mutia 31 May 2010 at 4:56 am #

    Ok.. Thank u infonya. Ditunggu postingan selanjutnya..

  9. wahyu.. 31 May 2010 at 7:53 am #

    Berencana menutup Unit Link.. Nih.. Bang.. Ga maksimal.. N sptnya.. Just can’t take it anymore..

  10. monic 31 May 2010 at 4:58 pm #

    Bang aidil,
    Suami msh butuh ass kesehatan tambahan (slain dpt dr ktr),dia udh tergoda dgn unitlinknya p**. Gmn cara jelasinnya yah spy dia ambil ass kesehatannya aja dan invstasi di rd.bgt bukan? Rd utk 4-5taun apa yah?pls adv.thx

  11. Icad Dufi 31 May 2010 at 5:00 pm #

    Hmmmmm….

    Dipikir dipikir….?!

    • om ben 31 May 2010 at 5:24 pm #

      ok bang Akbar, selanjutnya langkah2/strategi untuk menutup UL yang optimal gmna wkwkwkwk, kyk yg misalnya kalo autodebet dari CC, ubah ke pembayaran manual dulu nanti tagihan berikutnya ga usah dibayar, sambil cari2 asuransi jenis lain nya jadi proteksi dari UL masih tetep jalan (walopun pasti ga cukup :)) sementara nunggu asuransi yg baru mulai aktif. Cuma misalnya loh, tentu aja tiap orang beda2 solusi. Hehehe ditunggu ya

      • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 6:47 pm #

        sabaaaarrr.. nti akan ada di UnitLink seri terakhir hahahaha cuma kapan ya

  12. kian 31 May 2010 at 10:05 pm #

    kamis kemaren juga dah nutup UL ku. Dah ikhlas kalo uangnya abis…ee ternyata masih ada nilai tunainya..padahal yo baru 8 bulan…

  13. nastiti 1 June 2010 at 11:29 am #

    bang akbar..
    saya punya enam polis di *P, yang 4 belum setahun, masing2 350ribu, yang satu udah jalan 5 tahun @300rb, yang satu lagi baru setahun lewat…, saya tertarik ikut krn ada proteksinya

    tapi dipikir2..emang ga maksimal ya…
    trus reksadana yang dimaksud bang akbar, belinya dimana ya?
    thanks before..

    • sbastian 2 June 2010 at 2:01 am #

      waduh…6 polis? buat apa aja? jangan2 produknya sama lagi…
      unitlink ya?

      • Aris Sunaryo 2 June 2010 at 9:44 am #

        Salah 2 masalah yang sering dihadapi oleh nasabah awam yang berhubungan dengan UP (Uang Pertanggungan). UP kekecilan atau malah UP yang kebesaran jadi kelebihan asuransi yg belum tentu manfaat.

  14. vivien 1 June 2010 at 9:52 pm #

    Bang Akbar, saya agen asuransi n udah ikut kelas nya bang akbar (in house training), jadi gak suka jualan unit link,n cuman jualan termlife ajah…(paling banter whole life kalo ketemu lkien yang “gak mau rugi”), tapi malah dimusuhin ama leader, gimana doung……

  15. Annai 2 June 2010 at 6:19 am #

    Punya 2 UL, satu premi bulanan yang satu lagi premi tunggal. Niatnya sih diversifikasi investasi. Waktu IHSG bagus nilai tunai lumayan lah walaupun gak semaksimal kalau kita tanem di reksadana. Tapi…..kondisi bursa sekarang……Ancur deh…..
    Setuju tuh bang postingin lagi dong tip and trik nutup UL yang udah terlanjur kita beli. Semisal kapan waktu yang tepat nutupnya, caranya Dll. Soalnya kalau ditutup skrg rugi bro. Penglamanan dulu thn 2008 nilai jeblok, Tapi aku diemin aja awal 2010 balik lagi tuh….Tapi tetep…catatan …..GAK MAKSIMAL!!!
    Tabik

  16. ANDI 2 June 2010 at 8:17 am #

    Klo menurut gw sich salah perusahaan asuransi…..seharusnya perusahaan asuransi itu memikirkan cara terbaik masalah pemasaran,mendidik pentingnya asuransi bagi masyarakat terutama untuk masalah finansialnya,dan tidak serta merta berorientasi pada bisnis,,,,karena Asuransi itu kan sbenernye mulia bgt,,klo dicampur bisnis akhirnya bisnis yang menang dan tujuan mulia hilang dari permukaan.

    agen kan kepanjangan dari perusahaan,perusahaan selalu ngasih targetlah harus nutup premi sekian ,,akibatnya pemasaran jd agresif agen yang jujurpun akhirnya kolaps karena masalah target!!..kenape??karena hanya dengan jualan linklah target akan cepat tertutup,,mikiran kepentingan nasabah ?? oh tidak gw selamatkan diri gw doeloe dooooonggggg!!!

  17. linda 2 June 2010 at 8:12 pm #

    hehee…maap jd ketawa baca seri 6 ini..soalnya inget percakapan aq dulu dg agen penjual UL..wkt aq tanya kenapa investasi thn pertama nol ? jawabnya : krn investasi blom terbentuk…!!
    padahal uang qt lenyap kan ?
    bung Akbar.. kenapa yaa klo di UL syariah invest nya lsg ada 50% di thn pertama ??

  18. wilchan 5 June 2010 at 5:36 pm #

    bang akbar, saya sekeluarga punya 4 polis polis unitlink dah jalan 3 tahun, bagusnya ditutup atau diterusin ya? Bingung..

  19. tri 5 June 2010 at 9:07 pm #

    waduh…ane udah ikut lama banget gan. gara gara aku mau ke luar jawa takut jatuh di pesawat makanya beli asuransi di pr****t**l.
    trus kemaren ada waktu senggang mau belajar ttg reksadana ketemu tread ini.
    ane udah ikut sejak september 2005(dah lama banget), per bulan 300 ribu.gimana dong nih….

  20. erni 6 June 2010 at 2:58 pm #

    Udah pny unitlink dari april 2007, preminya 300ribuan, kemarin laporannya saldonya sekitar 3,1 juta, mending lgsg tutup apa gimana ya ?? *cemas*

  21. erni 6 June 2010 at 2:59 pm #

    Udah pny unitlink dari april 2007, preminya 300ribuan/bulan, kemarin laporannya saldonya sekitar 3,1 juta, mending lgsg tutup apa gimana ya ?? *cemas*

  22. andri 7 June 2010 at 11:25 am #

    ga sabar nunggu seri terakhir biar makin mantap buat nutup UL

  23. budy 7 June 2010 at 2:17 pm #

    untung aq gak jadi ambil UL di P**** padahal sudah dikejar kesana kesini.sebelumnya aq da cari info kemana-mana tapi gak dapat jawaban yang memuaskan.baru disini aq ngerti
    trims bang…

  24. Laura Khalida 11 June 2010 at 9:08 pm #

    Seru amat baca komen2nya neh, mana lanjutannya?

  25. DANI 8 November 2010 at 1:40 am #

    isi tulisan anda sama sekali tidak mendidik masyarakat yang memerlukan pengetahuan tentang asuransi, anda hanya menambah bingung, dan membuat putus asa para nasabah asuransi, anda terkesan memiliki dendam kesumat terhadap asuransi terutama unit link…saya pikir anda ini pintar, tapi ternyata anda harus banyak belajar dan menambah ilmu pengetahuan tentang asuransi.

    • meti 28 January 2011 at 2:36 pm #

      yess… kayanya agen juga ini…
      udah ditulis tuh di tulisan sebelumnya, kalau bang aidil dulu di ameriki juga jualan unitlink, dan juga sering membandingkan semua produk….
      ente aja yang ngerasa bersalah 😀

  26. Dewi - Rheina 9 January 2011 at 9:54 pm #

    I got it and I admit it. It’s my fault for wanting it easy, for not knowing and for being too lazy/busy to learn.

    Moving on. It’s not too late yet.

  27. trisiakeren 16 July 2011 at 9:33 pm #

    Hai para agen,
    kalau merasa anda2 sekalian agen asuransi yang baik…nggak perlu kale ngebahas2 anda kasih kartu, bunga, atau apapun itu pelayanan ke nasabah yang sakit dsb dsb…yang menghitung kebaikan anda tuh Tuhan…nanti pas anda mati..kebaikan kok diumbar2. Aneh sekali deh agen asuransi yang nggak well trained. Saya sendiri awam, ngga ngerti cara jadi agen asuransi yg baik itu bagaimana. Mari kita baca di blog ini, kan ada…

  28. Arisnur 27 July 2011 at 10:16 pm #

    Pak Aidil,
    Saya sudah terlanjur masuk asuransi+UL sejak 2009 tiga orang sekaligus, mohon solusi bagusnya diapakan nih supaya tidak terpuruk semakin dalam.

    Terima kasih

  29. sen_dok 10 May 2012 at 3:51 pm #

    saya dijelaskan oleh agennya kl termlife d cover sampai umur 70th, bila meninggal diatas 70th tidak akan mendapatkan ap2. Beda dengan unitlink walaupun usia kita diatas 70 tetap mendapat uang pertanggungan. ini yang buat saya bingung. Mohon kejelasannya, karena saya msi bingun

  30. Tuti 18 November 2012 at 5:45 am #

    thanks bang aidil udah ngerti deh kalau unit link ngga maksimal sebagai investasi dan asuransi. terusss.. kalau sudah keburu beli diapain dong? asuransi jiwa yang maksimal (model tradisional) memang masih ada?

  31. tia 8 February 2013 at 10:59 am #

    Mas Akbar, saya punya unitlink 1 di BNILife (Blife dana maksima)…. utk anak saya, saya buka dari Juli 2010, sebulan 388 ribuan…. terakhir januari saldo sekitar 5 jutaan, uang saya katanya diinvestasikan full pada ulang tahun polis ke 4… saya dulu ambil asuransi ini, krn saya pikir investasi full lbh cepat daripad P**… kontrak polis 18 tahun… mohon saran apa saya harus tutup unitlink yang sudah saya punya? karena peruntukan saya investasi jangka panjang untuk persiapan biaya kuliah anak saya? kalau harus menutup kapan saat yang tepat dan investasi apa yg resikonya kecil tp profit maksimal? trims…..

  32. Puji 15 March 2013 at 12:35 pm #

    Mas aidil akbar, mau nanya cara beli bukunya yang Shocking Unitlink gimana siyyy?? Udah lama kepingin beli tp kok gak kesampean?!?! Huhuhu

  33. andimenenk 29 August 2013 at 6:43 pm #

    hadooh bingung jg ya,….
    kenapa pemerintah tidak tutup saja perusahaan yang makai unitlink yyang sangat merugikan masyarakat

    oiiiii Pemerintah kenapa diam n’melongo ajaaaaaa

  34. nata 25 September 2013 at 3:43 pm #

    aduh bro.. hari ini ud janjian sm agen unitlink deal2an pula. knp kpikiran investnya di unitlik ya pdhl dana ngepas + ud ikut full health insurance? lupa ad makhluk bnama reksadana. kontak kmana klo mau ikutan reksadana sm timnya bung aidil? yg kotak kanan senopati?

  35. irfan 2 February 2014 at 5:05 pm #

    wah…jadi ragu ni mas sama unitlink. padahal saya sudah banyak baca juga tentang produk ini. saya ambil unitlink yang ada embel-embel syariahnya, kira-kira sama ya mas dengan yang biasa. saya baru masuk sekitar 1 tahun. apa ngak ada cara supaya kita bisa mendapatkan keuntungan di unitlink? seperti memanfaatkan fasilitas top up?

  36. Yuli 18 March 2014 at 9:34 pm #

    Bang Aidil, sy perempuan umur 25 thn 7 bln. sdh ikut UL 1 thn 2 bln dgn premi 500rb/bln , kiat2 buat tutup UL gmn yah ?? biar ndak rugi 2x :(

    terimakasih

  37. Fikry 24 April 2014 at 7:52 am #

    Bang Akbar,

    Saya dah jalan 3 taon jadi anggota unit link, scara kalkulasi nilai yang saya dapat hanya skitar 33% daari total yang saya bayarkan..saya setor per bulan sebesar 1,500.000,-…

    Mhon advisenya, apakah saya harus berhenti dan tarik semua, walaupun rugi….trims

  38. riokh 3 June 2014 at 7:59 am #

    Baca artikel tentang UL asyik banget….nambah wawasan…pada intinya semua keputusan terserah pd customer sendiri…yak dan saya juga customer, sepengetahuan saya investasi dan asuransi berbeda, tujuannya udah beda…profitnya dan benefit juga beda…hehehehe…so gak perlu risau bagi yg sudah ikut asuransi….dan kalo punya duit lebih investasi di property sejak dini ajah…soalnya tanah gak bakalan diciptakan lagi….hahaha

  39. Winda V 10 June 2014 at 12:26 pm #

    Assalamu’alaikum Bang Aidil,

    Heleeeepp,,, heleeeepp.. kelelep unitlink nih!!!!!

    Saya punya dua buah polis Axa Mandiri yang pasti memang unit Link.
    yang pertama perbulannya Rp 350.000,- untuk anak pertama dan polis kedua Rp 500.000,- untuk anak kedua.
    Ini musti diCUT sekarang dengan merugi serugi-ruginya,, atau tetap saya ikuti flownya sampai 10 tahun nanti due datenya?

    Tolongin reply ya bang. Plissssss…

    Wassalamu’alaikum

    Winda V

  40. Dhi 5 February 2015 at 1:24 pm #

    browsing2 sana sini akhirnya mampir kesini walaupun udah follow bang aidil di twitter..dan sering banget ngetwit jangan beli unitlink minggu kemarin dan hari ini mutusin buat tutup dan mutusin untuk pake asuransi jiwa murni atau yang konvensional aja

    thanks buat pencerahannya bang

    god bless you :)


Leave a Reply