25 May 2010 31 Comments

UnitLink , seri 5

Masih nungguin tulisan ngak sih? berhubung minggu ini lagi ribeeeettt banget sama acara talkshow plus mau ada KopDar kan, jadi tulisan yang seyogianya (cieeeeee bahasanya) terbit alias di posting setiap Senin, Rabu dan Jum’at (khusus Jum’at tentang Syariah) jadi minggu ini kita buat dulu di hari Selasa n Kamis yak… ya ya ya  Daaaaann seperti janji saya di tulisan seri terakhir dimana saya kulitin itu produk UnitLink dengan Kelemahannya, maka sekarang agar fair saya juga harus memberikan info (beruaha keras) untuk melihat Kelebihannya…  But Please teman-teman Agent, kalau pakai tulisan Kelebihan ini untuk jualan kita HARUS dan WAJIB memberi tahukan Kelemahannya juga kepada calon client ya, biar lebih fair donk, jangan jual yang bagus-bagusnya aja (btw anyway bussway klien jaman sekarang pinter-pinter lho).

Anywaaaayyy buuuusswaaayy…. mari kita mulai dengan kelebihan unitlink yang pertama….

 

Pajak
Jujur sewaktu jadi Perencana Keuangan di Amerika Serikat, feature pajak inilah yang menjadi jualan kitalan di Produk UnitLink baik itu berupa Universal Life maupun Variable Life.  Kenapa pajak? karena semua komponen dari hasil keuntungan dari asuransi maupun pengembangan investasi di asuransi Unitlink tidak kena pajak.  SAYANGNYA (hayoooo tetep ada kelemahannya yaaa).. fitur ini di Indonesia tidak bisa di maksimalkan (kecuali yang ngerti… dan yang ngerti selain saya keliatannya baru segelintir aja termasuk murid-murid yang pernah ambil kelas Intermediate di IARFC kita, seperti apa cara pakainya?…..waaaahhh sorry sorry sorry jek…..yang ini rahasia dapur bos ngak bisa di sharing), kenapa tidak bisa maksimal di Indonesia, salah satunya adalah karena ada produk lain  contohnya ReksaDana. Maksudnya apa? Itu ada dibuku SHOCKING UNITLINK saya. Itulah sebabnya UnitLink di Indonesia tidak bisa ber kompetisi melawan produk ini.

Disiplin
Nah, ini biasanya selalu dipakek sebagai alasan alias sales pitch ato cara jualan untuk para agen… dan hebatnya kita juga meng iyakan bujukan ini.  Berfikir bahwa kalau tidak “dipaksa” bayar premi kita tidak bisa menabung setiap bulan?  bener ngaaaakk… hayooo ngaku.  Yakin kita tidak bisa nabung / investasi setiap bulan?  It’s only about a habit kok. Lagian kalau kita sudah menggunakan jasa seorang Perencana Keuangan Profesional yang berpengalaman 16thn di US dan Indonesia (saya maksudnya…. Sorry yak jualan bo) kita sudah akan kami “paksa” untuk investasi… dan hasilnya? oalah!!! jauuuhh lebih maksimal.

 

Kemudahan

Hahahahaha jujur ini juga sales pitch alias cara dagang yang sering dilakukan.  Dan sudah pasti kita akan terbuai dengan cara dagang ini, karena 8 dari 10 orang yang datang ke saya untuk konsultasi ketika saya tanya “kenapa kita membeli produk ini” maka jawabannya adalah seperti dibawah ini (kemudahan).  Artinya “brainwash” tersebut telah berhasil masuk dikita sehingga tidak melakukan perhitungan dengan lebih detil lagi. Dan justru disinilah letak permasalahannya.  Tawaran Kemudahan ini sering dijual kepada kita bahwa kita dapat berinvestasi tapi di cover oleh sebuah asuransi atau kebalikannya, kita membeli asuransi tapi bisa sekaligus berinvestasi.  Cara mikir & jualannya sebenernya Ngak salah siiiiih, SELAMA kedua produk tersebut bisa kasih hasil yang maksimal.  Sayangnya (dibahasan seri 4 lalu udah kita bahas) produk ketika digabung (2 jadi 1) tidak bisa memberikan hasil yang maksimal.  Itulah sebabnya, yang seharusnya Kemudahan ini menjadi kelebihan alias selling point tapi malah menyebabkan bencana bagi kita yang berfikir bahwa kita mendapatkan keuntungan dari kemudahan ini.

 

Jum’at lalu baru saja salah satu teman yang bertemu (lupa entah dimana) bisa aja di FB ataupun Twitter, datang ke kantor untuk berkonsultasi dengan salah satu associate di Akbar’s Financial Check Up (i think you know who you are… heheh).  Beliau terpana dan menitikan air mata ketika mengetahui bahwa premi yang dia bayarkan selama 2 tahun pada produk unitlink tersebut (dengan harapan ada tabungan/investasi) hanya sedikit yang bisa diambil dan setelah dikurangi biaya-biaya termasuk penalty dll… guess what.. dia tidak mendapatkan apa-apa.  Jadi dana yang sudah dibayarkan selama 2 tahun dengan nominal lebih dari Rp. 20juta itu hilang begitu saja…. Ironic.

 

Kalau ada 1 orang yang seperti itu, berarti masih ada ratusan atau bahkan ribuan orang lain diluar sana yang membuat kesalahan yang sama.  Apabila kita mempunyai uang banyak sih ngak apa-apa ya.  But if you only have small money… then you will be in trouble… makanyaaaa… bayar Independent Financial Planner seperti di Akbar’s Financial Check Up ngak akan nyesel kok… at least keuangan akan teratur kan… hahaha

 

Di seri berikut kita akan membahas gimana n apa yang harus dilakukan kalau dah terjadi… alias kejadian.. tapi cara yang paling simpel aja ya… karena setiap orang dengan ratusan produk yang berbeda treatmentnya akan beda…

TABIK

 

Akbar

 

 

 

31 Responses to “UnitLink , seri 5”

  1. tricia 25 May 2010 at 7:30 pm #

    Dengan kata lain gak ada kelebihannya?

  2. Astoetijani 25 May 2010 at 7:50 pm #

    Salam kenal, Bang, klo saya mau ambil produk perlindungan terhadap sakit kritis doang..bellinya dimana?
    Terus, klo mau jadi nasabah anda (konsultasi), bisa tahu ratenya kah? Terus mekanismenya seperti apa?
    Thank You

  3. Hijir Ismail 25 May 2010 at 7:59 pm #

    wah….apessssss…..sudah bulat tekadku untuk menutup unit link….lebih baik rugi sekarang,,,daripada rugi nantinya,…..T-T

  4. wahyu.. 25 May 2010 at 9:30 pm #

    Hmmm… Kayanya setuju tuh.. Dengan kata lain untungnya lebih banyak ke agennya… Ni padahal Bang Akbarnya sudah berusaha keras jelasinnya (saking kerasnya jd beruaha… Ckckckck.. T-O-B bgt dah..)

    Ada rahasia dapur yg pakai penekanan “SEHARUSNYA” seakan2 ga terjadi.. =P

    Intinya… Masih menunggu pembahasan berikutnya…

    (Seperti lebih baik ditutup.. Atau engga ya… Still waiting for the next Unitlink seri 6)

    Huft…

  5. tricia 25 May 2010 at 9:51 pm #

    Plg jg solusi gampang yg ditawarin mas Aidil: tutup UL biarpun rugi dan bayar seorang financial planner b’pengalaman spt dirinya. Bener gak

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:24 am #

      hahahah kalo baca dari sinis me komentarnya berarti anda agen yaaa?? hayoo ngaku… nutup aja ngak bisa sembarangan kalee…kasian kan udah korban di tipu harus dibantuin donk

  6. Laura Khalida 26 May 2010 at 9:58 am #

    Gw hari ni ke sudirman nutup UL. Rugi 3,5 jt, dana yg masih gw terima 5,2jt lumayan dweeeeh. Bang bener tuh dijawan dwong buat penghasilan pas2an kayak gw berapa neh kalo mau konsul tarifnya. Coz ada seorang finansial planner yg nyuruh gw imel dia eiiit ga dibalas2. Ternyata eh ternyata gw baca di koran untu konsul ke dia minimal penghasilan per bulan kudu 20 jetong. Jiyaaa wajar aja imel gw dianggurin wkwkwk

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:26 am #

      hahahaah yg pasti di AKbar’s Financial Check Up menerima semua jenis pertanyaan dengan semua jenis penghasilan (kita udah 16thn jd FP mbak, jadi soal pengalaman mah yahuuudd) hihihih

  7. Icad Dufi 26 May 2010 at 10:23 am #

    Wah klu begitu ga ada kelebihannya dunx Bang?!

    apakah UL di america lebih baik dari di indonesia karena pajak dan RD?!

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:28 am #

      ada kok kelebihannnya tapi sering disalah gunakan untuk meng halal kan cara menjual yang salah… UL di USA lebih dipilih karena bebas pajak, RD kena pajak

  8. andri 26 May 2010 at 3:12 pm #

    hufff..makin yakin utk segera menutup unitlink… ditunggu tulisan selanjutnya, bang akbar…sekaligus solusinya agar asuransinya tetep jalan tp tanpa embel2 investasi…tengyuuuuuu…..

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:28 am #

      mau nutup? konsultasi dulu gih ke associates Financial Planner di Akbar’s Financial Check Up biar ngak salah langkah lagi

  9. Steve 29 May 2010 at 11:38 am #

    hahahah kalo baca dari sinis me komentarnya berarti anda agen yaaa?? hayoo ngaku… nutup aja ngak bisa sembarangan kalee…kasian kan udah korban di tipu harus dibantuin donk

  10. Sabai 30 May 2010 at 6:40 pm #

    Suami saya sudah beli asuransi+UL sejak Nov 2005, dg premi 5.2 juta pertahun. Haruskah ditutup dr pd makin lama makin byk ruginya?
    Ada saran lain?
    thank you

  11. Wiwied 31 May 2010 at 2:02 am #

    Mas, ko kayanya sering su’uzon yah.. Hehehe.. Btw yg lg d omongin ini UL mana yah? Soalnya aku punya produk UL dr prudential tp alhamdulillah hasil investasinya tdk terlalu mengecewakan spt yg mas bahas d sblm2nya..
    Dan aku sih sbnrnya ada planning utk ambil produk UL lg tp dr perusahaan lain.. Ada suggest mas? Makasi..

    • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 5:58 pm #

      Mbak Wiwied setahu saya su’uzon itu artinya ber prasangka buruk (ngak tau kalau ada arti lain ya), kalau mbak baca baik-baik tulisan saya, saya selalu bilang ada juga agen yang ber prilaku baik akan tetapi jumlahnya kalah banyak dengan mereka yang menghalalkan cara untuk berjualan. Kenapa bisa begitu? Karena statistik di kantor kami menunjukan dari 10 yang beli produk UnitLink 9 orang salah beli. Mbak bisa liat komentar-komentar yang masuk di blog ini mayoritas menyatakan setuju bahwa mereka sudah “kena”.

      Mengenai Mbak yang cukup puas dengan hasil investasi yang mbak peroleh, berarti Alhamdulillah. Karena kalau saya secara pribadi kalau bisa dapat 25% hasil investasi rata-rata per tahun kenapa harus puas dengan hanya 12-15% kah? itu aja blom dipotong biaya2 lain. Coba mbak tolong cek biaya2nya.

  12. tricia 31 May 2010 at 5:38 pm #

    Waduhh tdnya sih tertarik dg bahasan mas Aidil, tp spt kt mba Wiwied kok sll su’uzon yahh mas salah, saya bkn agent hanya heran kok di tiap postingan mas sering menyerang agent. Disayangkan sekali..

    • Aidil Akbar Madjid 31 May 2010 at 5:59 pm #

      Terima kasih atas komentarnya mbak,

      Silahkan baca komentar saya di atas dengan Mbak Wiwied plus baca postingan saya yang lain terutama seri 6. Apabila keberatan juga, ya blog nya ngak usah dibaca… mudah bukan?

  13. nining 31 May 2010 at 9:17 pm #

    Hm menarik cerita2 ttg ul… Sepertinya saya harus belajar lagi apa yg mjadi kekurangan dan kelebihan dr program ul.. Saya agen asuransi.. sy slalu bilang ke nasabah sy untung rugi n bea2 yg ditanggung nasabah dan benefit apa saja yg mereka akan dptkan.. Sy mbandingkan dg produk tradisional ada banyak ketidaktranparan-an dlm soal biaya dll (coba cek di buku abang aidil: muda kaya raya, mati masuk surga, di buku ini dibahas bedanya program syariah dan asuransi tradisional).. Di allianz sy banyak jual produk ul krn sy sudah mbandingkan dg program tradisional yg kurang flexible dll. Ketika nasabah sy approach, dr awal sy sudah memberikan input ttg kelebihan dan kekurangan ul. kputusan selalu sy serahkan pada nasabah.. Yg pasti ga ada produk sempurna.. Dlm produk tapro dari allianz yg saya jual, sy tdk mengedepankan investasinya, tp proteksi 49 penyakit kritis.. Kabayang kah oleh bang aidil akbar berapa lama nabung 500.000 di usia 25 th u/ bisa nyampe jumlah 250jt? Yg pasti lama ya.. Kl ditengah jalan nasabah terkena sakit kritis seperti kanker, stroke, jantung dll (ada 49 penyakit kritis), dan butuh uang 250jt, tabunagnya kepake dong.. Kl uangnya cukup, gimana kl kurang? Harus ambil reksadana, saham, jual rumah,mobil dll.. Atau pinjam sana sini? Apa itu solusinya…
    Gimana dg rencana menabungnya? Masih lancarkah ketika nasabah terkena penyakit kritis? Asuransi bs jamin tabungan yg sesuai dg nasabah tabung jika nasabah tkena salah satu penyakit kritis atau cacat.. Yg pasti ga ada produk dewa.. Emang uang harus di bagi sesuai proposinya, asuransi adalah tabungan jangka panjang. Habibie aja bilang bahwa beliau tdk khawatir dg masa tuanya dlm wawancara dg tv one, krn dia sudah menyiapkan pensiun melalui asuransi…(Ga tau ya dia pake produk yg mana hehehe) So.. Yg pasti prinsip jgn memasukan uang dlm satu tempat, itu yg hrs dipegang oleh rekan2 dlm mengelola keuangan… Thanks ya u/ input temen2 pd kami, yg pasti dimana pun dan kapanpun selalu ada oknum.. Smoga sy dilindungi o/ yg mciptakan sy u/ slalu jujur dan transparant dlm melakukan bisnis asuransi.. Sy hanya ingin membantu masyarakat menyiapkan dana kesehatan mereka, itu tujuannya.. Krn sy sudah mengalami betapa menderitanya ketika salah satu dari keluarga sakit dan qt tidak punya biaya u/ menanggungnya..
    Maaf kalau ada kata2 yg tdk bekenan.. Maaf kl ada yg ga nyambung dr gambaran sy ttg ul.. Jika rekan2 ingin bertanya lebih lanjut; hub: sy di nining76@yahoo.com
    Terima kasih

    • sbastian 2 June 2010 at 2:17 am #

      Bagus tuh mbak, jarang sekali agen2 yg dateng ke saya nunjukin kelemahan2 unitlink yg mereka jual. 5 orang agent (perusahaan yg sama) mundur ngeprospek krn saya minta asuransi tradisional, bilangnya gak punya (padahal di websitenya ada), 1 org dari asurnasi yg sama stlh didesak2 akhirnya nunjukin juga kl mereka punya produk tsb.
      Bagusnya ada 2 orang agen dari perusahaan lain yg berbeda, sejak awal tidak memaksa asurnasi unitlink, meski mrk ngejelasin juga…akhirnya satu aku beli untuk asuransi jiwanya, satu lagi sedg proses untuk asurnasi kesehatannya…>tp masih compare dgn ilustrasi dari perusahaan lain dulu…

      Utk penyakit kritis, emang di tradisional allianz gak ada asurnasi tempelan utk penyakit kritis ya?

  14. zaara 20 August 2010 at 12:18 pm #

    abang-abang..ngejelekin abis profesi orang, untuk mengiklankan profesi sendiri…kayaknya perlu di tiru nih cara jualan kayak gini…hebat..top! wahai para agen sekarang ganti metode lama jualan anda, ganti dengan metode abang kita satu ini. metode brainwashnya canggih.he..he..saya agen bang. yang bener saya ambil yang salah saya buang.being a trully financial planner is one of my obsession.abang tetep jadi role model buat saya meraihnya. peace!!

    • jablai 30 October 2010 at 10:50 am #

      Kalau mbak keberatan, monggo dishare dimana salahnya dari artikel blog ini, aripada cuma sekedar tunjuk-tunjuk.
      Kita-kita juga pengen tau opini dari agen asuransi.

  15. amelia 4 January 2011 at 12:04 pm #

    Mas, sy telanjur beli unit link 2 lagi dan setelah saya baca review ini saya jadi nyesel banget terus enaknya saya close aja ato gimana ya bisa gak dialihin ke bentuk lain? daripada rugi tambah banyak, mumpung saya baru setaon bayar premi hiks hiks hiks nyesel juga sihduitnya kan bisa buat yang laen. Thanks before untuk sarannya.

  16. ina 6 April 2011 at 11:48 pm #

    hmm..
    setelah membaca artikel dan koment mereka yg nyesel ambil UL, saya menyimpulkan mereka “ketakutan” saat uang mereka “hilang” ketika UL baru berjalan beberapa tahun.

    Mungkin hal ini disebabkan agen tidak transparan dr awal jadi si nasabah menganggap uangnya akan utuh dan bisa diambil kapan saja spt di bank.

    tapi, kalo uang mereka diambil saat masanya habis misal 10 tahun, tentu uangnya tidak berkurang malah ada untung dari hasil investasinya.memang klu dibandingkan dengan reksadana lebih kecil.

    tapi bagi saya yang berpikiran simpel “yang penting modal saya dikalikan jumlah tahun saya investasi tidak berkurang” . bunga mah itu urusan kedua.yang penting uang saya kembali …hehehe

  17. Tirta Wu 7 April 2011 at 4:28 pm #

    Saya agen asuransi lho.. Prudential. Klien2 saya semua beli unitlink. Dan dari awal masuk Prudential saya sudah mendalami dan mempelajari terlebih dahulu product2nya, kekurangan, dan kelebihannya, dan perbandingannya dengan product investasi lainnya. Mas Akbar ga salah kok, saya terima dan cerna dengan baik sekali pembahasan ttg UL. Dan memang di UL pasti ada biaya asuransi, biaya administrasi, biaya akuisisi, termasuk biaya komisi agent dan leader saya.

    Setiap klien saya, sudah saya jelaskan dengan detail semua biaya maupun nilai2 manfaat lainnya (makanya tiap ketemu klien cukup lama waktunya hahahaha). Pilihan ada di mereka kok, saya tidak menyarankan dia untuk memasukkan semua uangnya di saya, karena sudah pasti RUGI. Investasi dan Asuransi memang harus dipisahkan, BENER BGT!.

    Tapi perlu dipertanyakan juga, bagaimana kalau kita sudah membayar Premi Asuransi Tiap bulan (memilih Term Insurance daripada UL) misalkan 6juta/th (lebih murah daripada UL). 1 tahun kita ga sakit, uangnya ilang. 2 tahun ga sakit uangnya ilang. Kalau 10 tahun ga sakit-sakit(puji Tuhan), tetapi uangnya sudah raib 60juta selama 10 tahun tanpa terpakai apa2 manfaat asuransinya, GIMANA TUH? Lebih baik UL dengan return cukup baik, tapi proteksi tetap ada. Dengan begitu uang dia masih ada di UL, dia bisa pakai tools2 investment lain kok selain UL.

    Btw busway, Saya juga bisa lho merencanakan keuangan nasabah saya dengan baik, dengan objektif Saya juga ikut training dan pelatihan khusus untuk gelar RFP (Registered Financial Planner) dan akan ambil jg CFP (Certified Financial Planner). Which is saya juga punya kelebihan yang saya bisa berikan ke nasabah saya, dengan transparant bisa membantu mereka merencanakan keuangan keluarga mereka dari lahir, jaminan kesehatan, pensiun, warisan, dll. Saya juga bisa menjaga keluarga mereka apabila mereka memerlukan bantuan saya sewaktu mereka sakit, saya juga bisa lho mengurus klaim rumah sakit mereka dengan baik sampai keluar uang klaimnya. Saya juga memaintain mereka layaknya teman dengan menelepon mereka, memberikan ucapan dan bingkisan sewaktu mereka berulang tahun ataupun hari raya. Saya juga ikut siap sedia datang untuk memproses keinginan mereka untuk perubahan data, pengambilan tabungan, ataupun lainnya.

    Kenapa UL sedikit mahal? Mari saya ilustrasikan UL sebagai berikut : Modern Supermarket seperti Carrefour. Kenapa orang-orang sekarang berbondong bondong berbelanja di Carrefour? Sedangkan pasar tradisional tersedia di dekat rumah kita. Kenapa orang-orang sekarang mau membeli Sayur (hanya sayur) di Carrefour dengan harga lebih mahal padahal di pasar tradisional dekat rumah mereka bisa jauh lebih murah???.

    Itu karena mereka butuh kenyamanan, kemudahan, dan service yang baik. Mereka lebih relaks dengan berbelanja kebutuhan sehari hari di Carrefour daripada pasar tradisional karena dingin (AC booo), lalu sayur2nya pun masih segar, ada pelayan siap membantu dan kasir yang memudahkan anda menghitung, dan mau cari apa saja ada di Carrefour. Carrefour perlu dana kan untuk mengelola itu semua? untuk menyajikan SERVICE YANG BAIK kepada konsumennya?.

    Seperti itulah positioning Prudential dan Agent2nya sebenarnya. Memang tergantung dari pribadi masing-masing, ada oknum agent yang ga well trained menjual seenaknya. Tapi juga ada yang berkomitmen memberikan yang terbaik dengan pengetahuan yang mumpuni tentang product dan konsepnya.

    Perlu diingat bahwa kita harus saling menghargai profesi masing-masing dan selalu mengedepankan objektifitas. Saya menghargai Mas Akbar dengan segudang pengalamannya apalagi sudah pernah menjual produk UL dahulu kala. Saya juga bisa mengklaim diri saya adalah Financial Consultant karena saya juga lulusan RFP, dan akan lulus CFP. Dan saya bisa kasih gratis lho konsultasi financial check up pada semua nasabah saya. Kalau Mas Akbar kan musti bayar berapa juta tuh tiap tahun… =p

    Terima kasih atas pembahasannya Mas Akbar, ditunggu pendapat dan sharingnya. No heart feeling ya..

    Regards,

    Tirta Wu
    Financial Advisor Prudential Indonesia
    08170040001
    tirta_wu@yahoo.com

    • Tesa 27 April 2011 at 9:55 am #

      Saya ikut Prudential sdh 4th…mungkin klo 4th lalu sy baca blog ini sy pasti ga ambil. Apalagi waktu tu ga ngerti sm sekali ttg asuransi, makanya pas ditawarin agen Prudential yg kebetulan kenalan teman sy oke aja (tapi sayangnya agen sy hilang setelah 1thn, dan sy ga pernah dpt service apa2 drnya) bagus kalo masih ada agen spt saudara Tirta.
      skrg lg dilema mau ditutup aja or gimana. mau konsulatasi ama financial planner ga punya duit buat bayar. ada yg mau kasih masukan-ka??**ngarep.com**

  18. Prasetyo 14 April 2011 at 10:20 am #

    Saya sudah menutup UL di “P” tahun lalu dan sekarang ikut asuransi tradisional + reksadana. Saya tidak menemui kesulitan apapun ketika ikut asuransi tradisional yang lebih murah dengan manfaat kesehatan yang lebih besar. Sedangkan investasi di reksadana juga mudah tinggal telp dan fax data kita kemudian transfer dana ke bank kustodian yang ditunjuk. Cuma kena biaya akuisisi 1% (di UL 5 kali lipat lebih besar), tidak ada biaya administrasi bulanan, biaya investasi juga murah, hanya 1% per tahun (di UL juga lebih mahal). Hasilnya memang jauh lebih unggul jika investasi di reksadana. Jadi buat teman-teman yang lain, sebaiknya memisahkan investasi dan asuransi. Investasi di UL tidak menguntungkan karena biayanya mahal.

  19. trisiakeren 16 July 2011 at 9:29 pm #

    Nah, mumpung banyak juga agen asuransi yang komen2 di website ini…marilah saya sebagai orang awam bertanya2 :
    Koq bisa yah, agen2 perusahaan asuransi itu tidak well trained, lalu dilepas begitu saja?
    Begini nih pengalaman saya…baru punya bayi kecil, tidak punya nanny krn tak sanggup bayar, diajak “teman lama” untuk ketemuan di mall. Pengen ngobrol, kangen, katanya. Sudah dibela2in berangkat, mana aku ga punya penghasilan, bayiku terpaksa titip krn aku menghargai “persahabatan” yang dia tawarkan…apa yang terjadi? keluarlah kata asuransi dari mulutnya. Lalu…saya menolak. Toh agen2 disini juga setuju bahwa itu semua tergantung pada nasabah, mau atau tidak kan terserah, bukan? Saya menolak tanpa menjelek2an asuransi atau apapun, saya hanya menolak. OH MY GOD, apa yang terjadi di hari2 berikutnya??? Tak pernah sekalipun dan sedikitpun “sahabat” saya ini menghubungi saya lagi. Jadi persahabatan macam apa yg dia tawarkan? cuma sebatas kebutuhan KOMISI???????Wah…semakin negative thinking deh sama asuransi…semakin gak mau punya asuransi. Titik.


Leave a Reply