19 May 2010 54 Comments

UnitLink , seri 4

Masih penasaran dengan produk Unitlink ini? Mari kita lanjutan bahasan berikutnya.  Sedemikian banyak informasi dan berita positif dan negatif dari produk ini, pertanyaannya adalah sebenarnya dimana kelemahan dari produk ini?  Pasti Pengen tau banget kaaaan kelemahan dari produk ini dimana?  Ooohh biar dibilang fair juga dan bukan Financial Planner (FP) yang benci UnitLink (inget lhooo.. saya benci yang salah jual… bukan produknya, atau yang udah bener jualannya)… ngertiiiii?????  OK akan ada beberapa informasi disini yang seru nih.

Proteksi Asuransi Jiwa Minim
Sudah pernah disinggung ditulisan sebelumnya (lupa yang seri ke berapa), sewaktu saya jadi Financial Planner di Amerika di tahun 90an lalu (dah lama booooo… jd FP nya) produk UnitLink ini (variable life) termasuk produk investasi alias produk pasar modal, sehingga yang jualnya harus punya lisensi pasar modal (hayooooo regulator tanggung jawab nih urusan lisensi agen)…  Nah, di Indonesia karena produk ini di “perlakukan” sebagai produk Asuransi, maka mau ngak mau kita harus melihat sisi proteksinya dulu.  Nyatanya kan produk ini dikeluarkan dan ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa tho?

Coba cek polis UnitLink yang kita sudah punya (salah beli nih yeeeeee….) atau yang kita sedang ditawarkan (dag dig dug….dag dig dug).  Perhatikan jumlah proteksi perlindungan yang ditawarkan ke kita, pasti nilai perlindungan alias proteksi yang ditawarkan “cuma” “hanya” berkisar antara Rp. 50 juta – Rp. 250 juta an (coba liaaaaaaatt.. hayo ngakuuuu bener ngaaaaak).  Apa artinya itu???  Artinya.. kalau kita meninggal dunia (amit2 jabang bayi ya jangan meninggal dulu… eits umur ditangan Tuhan lho..) ahli waris kita cuma dapet sejumlah antara Rp. 50-Rp. 250 juta itu.  Dengan dana hanya segitu, cukup ngak ahli waris dan anak-anak kita bertahan hidup sampai mereka dewasa (eng ing eeeeeeenng).

Kita pasti mikirnya ngak laaahh…mana cukup uang segitu, palingan cukup untuk hidup beberapa tahun aja. Makanya disebut diatas perlindungan alias proteksi yang kita miliki di Unitlink minim.

Banyak Biaya dan Mahal
Kalo asuransi tradisional dikenal simpel karena ngak banyak fitur-fiturnya.  Nah, Unitlink kan asuransi yang jelimet, jadi wajar kalo banyak banget biayanya, jadinya mahal deeeeeeehhh….. Semakin jelimet… semakin ngak ngerti atau sulit dimengerti… semakin bagus kayaknya yaaaa……..  Nah, Apa aja jenis-jensi biayanya, nti silahkan dibaca di buku saya #SHOCKINGUNITLINK ya..

Jangan lupa juga… rata-rata di hampir semua perusahaan asuransi (saya bilang hampir yaaa… ngak semua… ntar gw dimarahin lagi sama agen yang bete baca blog ini… kalo dah bete jangan dibaca kaleeee) bahwa setiap produksi dari seorang agen maka atasannya akan mendapatkan komisi tambahan (istilahnya override) hampir mirip-mirip kayak MLM deh, dari mulai agen, naik ke leader, sampai branch manajer konon dapet bagian.  Dan semua biaya itu siapa yang bayarin?  Yes yes udah pasti dari kita sebagai klien yang membeli polis asuransi.

Jadi jangan kaget kalau kita baca polis asuransi kita (kalo baca yaaa)  secara hati-hati mereka akan memberi tahukan bahwa premi yang kita bayarkan ditahun pertama biasanya 75%-90% akan hilang.. alias kita tidak akan melihat premi kita lagi.  Biaya ini sering disebut dengan biaya akusisi yang dibebankan ke kita istilahnya front load.  Di tahun kedua sampai kelima akan bervariasi besaran biaya yang dibebankan.  Itulah sebabnya jangan heran kalau agen kita akan membujuk merayu (setengah memaksa) untuk kita “TOP UP” alias menambah porsi untuk investasi diatas premi yang harus kita bayarkan supaya kalau (suatu hari) kita sampai periksa uang kita kita tidak kaget kalau premi kita ditahun pertama hilang alias lenyap alias gone….karena masih ada uang kita yang “top up” tadi… hiyaaaaaa…

Masih blom selesai nih… it’s just getting more fun

 

Investasi Tidak Maksimal

Kalau sebelumnya bahas dari sisi asuransi sebagai proteksi, nah sekarang kita bahas sebagai produk investasi jadi harus dibandingkan dua2nya.  Produk yang menyamai investasi di unitlink ini adalah ReksaDana, mari kita coba bandingin.

Kalau unitlink di Indonesia tidak memilih reksadana langsung (seperti UnitLink di Amerika Serikat dulu) akan tetapi dibuatkan produk yang menyamai mirroring dari reksadana yang dijual & kelola oleh perusahaan Manajer Investasi yang mengelola unitlink tersebut. Herannya, ReksaDana yang menjadi acuannya bisa memberikan return atau hasil investasi yang tinggi, sementara hasil investasi didalam unitlink ini (yang mirip lhooo) berbeda cukup jauh.

Sebagai contoh kami di Akbar’s Financial Check Up sudah melakukan beberapa kali riset pasar untuk beberapa produk unitlink.  Hasilnya cukup mengejutkan.  Selisih hasil investasi antara produk didalam unitlink (beda-beda yaaaa) dengan produk reksadana yang mirip tadi bisa antara 5%-20% malah ada yang sampai 30%an…(wwwoowwwww… banyak banget bo). Pernah kejadian IHSG naik cukup tinggi ada satu ReksaDana saham dari suatu manajer investasi membukukan hasil investasi sampe 60% tahun itu.  Sementara hasil investasi pada unitlink yang dananya dikelola oleh perusahaan manajer investasi yang sama hanya sanggup memberikan return (hasil investasi bacanya….) sebesar 28%… OH MY GOD… selisih nya kemana yaaaaa???…………. (wondering)…hayoooooooo

 

Tidak Transparan

ReksaDana produk pasar modal yang sudah diatur dengan undang-undang tersendiri yang sangat ketat dan ReksaDana harus transparan ke investor.  Kenapa harus transparan?  Karena ReksaDana sebenarnya dimiliki oleh investor.  Itu sebabnya investor ber hak untuk mendapatkan informasi tentang investasi mereka di reksadana.

Nah, sementara produk unitlink tidak termasuk kategori produk investasi ReksaDana.  Karena bukan ReksaDana Itulah sebabnya tidak ada kewajiban dari unitlink untuk transparan kepada investor dimana uang mereka ditanamkan, bahkan bagaimana cara perhitungan dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari unitlink juga tidak  diwajibkan untuk dipublikasikan dan tidak tau cara menghitungnya (apalagi menyangkut biaya-biayanya).  Sehingga tingkat transparansi dari produk ini sangat sangat rendah. (capek deeeeeeeeehhh…)

Tidak Fleksibel

Ceritanya kalau kita pakai unitlink maka kita “dipaksa” untuk berinvestasi setiap bulan (apabila premi dibayarkan bulanan).  Poin ini bisa menjadi positif akan tetapi bisa juga menjadi negatif (setelah posting kelemahan ini, di posting berikutnya saya akan kasih kelebihannya… biar adil yaaaa… ntar gw ngak dimarah2in sama “oknum” unitlink yang sakit hati karena produknya gw kulitin)… Masalahnya hidup kita naik turun ngak selamanya senang dan punya duit banyak buat bayar premi  yang mahal itu (cieeeeeee kudu disebut yak mahalnya), kita belum tentu setiap saat bisa melaksanakan komitmen premi yang wajib kita bayarkan.  Akibatnya polis asuransi kita bias mati alias lapse. (nah lhoooo.. nah lhoo), jadi kita akan kehilangan manfaat dari asuransi kita.

Kalau kita pisahin antar asuransi & investasi, kalo duit lagi pas-pasan (karena kondisi darurat atau mendesak), kita bisa kurangin atau bahkan stop bagian investasi kita, tanpa takut kehilangan proteksi asuransi.

Dah ngerti blom?????…… hahahah abis baca ini pasti banyak oknum-oknum agen yang kesel karena produknya dikulitin kan? dah gitu bisa dibaca oleh umum.  Jangan takut brotheeeerr dan sisteeeerr… setiap produk selalu punya kelebihan dan kekurangannya… nah next posting saya akan coba (usaha sedemikian keras mencari kelebihannya) untuk di posting… tapi tentu juga dengan embel-embel komentar dari saya yak… c u in the seri no 5.

TABIK

Akbar

 

54 Responses to “UnitLink , seri 4”

  1. laura 19 May 2010 at 4:04 pm #

    Ampe tahan napas bacanya. Jadi gitu ya hihi, untung dulu gw gagal jadi agen jadi ga ikut2an disalahin. Btw mana nih info pembatalannn, lama amaaat

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:02 am #

      sabaaar orang sabar disayang tuhan

      • Ricky-Rico 28 February 2011 at 1:14 am #

        Wah …huebatt Mas..mendidik banget ulasannya.
        Semoga bisa membuat orang – orang jadi melek apa itu Asuransi dana Investasi , apa itu Unit Link dan Reksadana dsb..dsb.. Teliti sebelum membeli ..
        Pilah dan pilih produk berdasarkan untung dan ruginya.
        Bukan berdasarkan bujuk rayu pihak lain , ‘ntar bisa
        nyesel seumur hidup .

        Aku setuju banget dengan ulasan diatas , logic sekali dan mudah dicerna…
        Thanks Mas Aidil ..God bless you..

  2. achiem 19 May 2010 at 4:13 pm #

    hehee…bagus mas, sekarang kan jamannya harus transparan, biar masyarakat yang menilai, apakah produk ini cocok atau engga buat mereka…seringkali agen yang jual asuransi ini juga tidak transparan atau bahkan tidak bisa menjelaskan kepada nasabahnya. Semua dalam bahasa hukum asuransi sedangkan masyarakat tidak tahu apa kaidah dan artinya.
    Memang lebih tepat kalau antara asuransi dan investasi di pisah.

  3. Andina 19 May 2010 at 4:21 pm #

    Sudah lama saya pengen menambah asuransi tp g mw unitlink (terima kasih pencerahan mas akbar, sdh ngikutin 2thn belakangan ini acara dan artikel2nya). Tp susah cari yang pure asuransi! bbrp malah menyatakan hanya produk UL yg dijual. Ada rekomendasi asuransi apa yg pure asuransi???

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:04 am #

      ada kok… kalo agen nya bilang ngak ada berarti agennya (mohon maaf) bodoooo…. atau ngak diajarin sama perusahaannya.. berarti yang kurang ajar perusahaannya

      • Rani 22 April 2014 at 11:29 am #

        saya baru saja ditawarin UL Prudent sama temen kantor,karena uda beberapa kali di tawarin jadi ya ikutan dg penjelasan yg minim, dan saya pernah bertanya untuk asuransi kesehatan saja atau asuransi jiwa saja tetapi jawaban nya spt yang bang aidil bilang mereka hanya punya jenis asuransi jenis UL saja. setelah baca ini saya menyesal sudah ikutan UL tp untungnya saya masih belum mulai untuk membayarkan premi bulanan nya hehehe..

  4. linda 19 May 2010 at 4:47 pm #

    wahh tambah seru nihh post nya, emang mau sp seri brp? Thanks infonya yaa..
    Btw bwt yg mau asuransi aja plz check :alianz smart life, axa mandiri jiwa sejahtera, bumi putra mitra sejati, sunlife termlife, manulife pro active, takaful falah dll..
    Mas akbar tlng diralat yaa klo aq salah menyebutkan nama2 ‘termlife insurance’ diatas..
    Aq ga tau apa masih dijual krn yg sering ditawarin tu pastinya si UL.. hehee…

  5. Mutia 19 May 2010 at 7:16 pm #

    Very good.. Thank you bwt infonya. Sangat bmanfaat.

  6. wahyu.. 19 May 2010 at 8:42 pm #

    Bang.. Jgn lupa referensi asuransinya… Agak susah minta asuransi yg murah meriah tp b’manfaat.. Dah beberapa kali cari tetep aj ditwarin asuransi yg ada pengembalian.. Klo versi mereka nnti uangnya kembali ditambah 10%. Atau ada tp.. Mahal amat.. n cara tanya ma tukang asuransi biar dpt yg sesuai.. Biasakan.. Klo orang jualan cari yg untungnya gede bwat mereka..

    Referensi dunk bang Akbar..

    Agak dilema jg yaa.. Dikerjaan disuruh jual2 UL tuh.. Mungkin abaikan sedikit aj.. Xixixi…

    Ditunggu tulisan berikutnya.. Thank u Bang Akbar..!!!!

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:07 am #

      itulah yu kita harus pintar2 menyelamatkan dua2nya, kerjaan dan klient kita

  7. sari 19 May 2010 at 9:57 pm #

    Thx bang.. Mo tny bang dg kmampuan byr premi 5jt/th bs dpt UP brp bang max nya? Thx ya..

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:08 am #

      rata2 (ini cuma tebak2an aja ya berdasarkan pengalaman, bukan hitungan resmi ilustasi), untuk termlife bisa dapet perlindungan antara 1-1.5M

      • hermanto 3 August 2011 at 4:26 am #

        tentunya tidak boleh tebak2an.. nanti kecewa, bisa2 pak akbar jadi calon oknum Financial.Planner….ha3(bercanda)

  8. tofan 20 May 2010 at 10:22 am #

    Lho, kirain UL ga ada positfnya? Jd pnasaran ama seri 5.
    Btw utk temen2 yg lain, banyak kok produk pure insurance di luar sana, tp emang bener sih ngga setiap agen ngerti ttg produk ini. Kitanya yg mst pinter2 nanya dan googling dulu.
    Skedar sharing utk mbak sari, premi termlife saya 5.7jt per thn (udah termasuk riders penyakit kritis, kecelakaan, premium waiver dan hospital benefit) dapet UP Rp 1 milyar.

    • VIE 28 May 2010 at 4:28 pm #

      Boleh dong dibagi info nama asuransinya atau perush nya (bkn promosi kok)? Dah capek nich nanya ke agen asuransi yg bonafit tp gak ada yg mau kasih produk termlife itu. tq.

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:08 am #

      g0od job

      • raoni 18 June 2010 at 7:02 am #

        Mbak VIE belum menemukan agen yang tepat kayaknya..Saran saya browsing dulu fitur2 produk asuransi di web resmi perusahaan asuransinya..jika memang ada produk termlife pasti si Agen mau kasih juga..

    • hermanto 3 August 2011 at 4:36 am #

      yang bener u..? P.kritis dpt brp? kclkaan brp dan apa aj? premium waiver utk apa tuh dan syaratny utk dpt manfaat it?manfaat hospitalnya brp dan sesuai tagihan gk berapapun biaya rmh sakit? kesimpulannya nama perusahaannya apa dan kpn ambil? agennya sapa no tlp ny?web site perusahaannya?
      Thx

  9. laura 20 May 2010 at 11:54 am #

    Kalo emang niat ambil asuransi murni dan agen ga mau jual, datengin aja kantor pusat asuransinya bisa kan? Daftar di sana. Emang lebih repot sih tapi kan dapat sesuai kebutuhan. Betul ga?

  10. Icad Dufi 20 May 2010 at 12:26 pm #

    Hm…. I see Bang Akbar…

    Walawpun ni kelemahannya pasti ada kelebihannyaa…

    di tunggu aja dech kelebihannya…

    HHEeeee

    jangan makan mentah mentah dulu…

    tunggu kelar Bang Akbar jelasin ampe tuntas baru kita ambil pendapat dari kacamata kita masing masing tentang product Unit Link ini…

    OK bang Akbar?!

    LANJUTGAN ke 5 nye…

  11. hime 20 May 2010 at 1:36 pm #

    masih ada koq yg jual, dan rata2 sebenernya punya term life. sekedar sharing premi sy 1.2jt/thn (asuransi dasarnya saja tanpa rider tambahan) UP 715jt

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:09 am #

      good job juga, tenkyu sharingnya

    • raoni 18 June 2010 at 7:03 am #

      Tolong di PM gaan perusahaanya..ane dapetnya sg premi segitu UPnya jauh lebih ransah nieh..

    • hermanto 3 August 2011 at 4:44 am #

      perusahaan apa? thn kapan?tiap thn naik gk? apa tiap tahun harus apppl lagi dan dianogsa kesehatan lagi?
      apa semua yg bil uda ambil termlfe dpt sekian2 pada takut ya gk ksh tahu perusahaannya..???
      jgn2 kyk sewa orang utk testi rame2in.. kyk di pasar rakyat…tuh.. judi koprok..
      no offense..
      thx

  12. synthia 20 May 2010 at 1:53 pm #

    alhamdulillah bang,gw agen asuransi yang beruntung yang diajarin sm kantor gw untuk ngejual UL lebih menekankan ke proteksinya..so bwt temen2 agen asuransi laen sadar deh kalo kita tuh perusahaan asuransi bukan investasi..2 jempol bwt bang akbar!!

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:11 am #

      good job Synthia sangat jarang agen yang mengerti seperti anda, kebanyakan agen yg baca blog ini sakit hati dan marah2 padahal yang saya ungkapkan disini hanya fakta kebenaran, berarti oknum itu emang salah jual n “nipu”nasabah nya kan hahaha ketauan deh

  13. nonadita 20 May 2010 at 4:56 pm #

    Haduh deg2an nunggu tulisan berikutnya. Td udah dijelasin secara umum sama Fany, tp biar afdol membaca semua tulisan ttg unitlink dulu deh..

    Saya abis beli Unitlink Manulife Nov 2009 kemarin, langsung disalah2in oleh temen. Saya perempuan bekerja dan belum menikah pula. Mohon pencerahan.

    😀

    • Freddy Pieloor 24 May 2010 at 9:22 am #

      Selamat Boss, saya mendukung edukasi dan pembelajaran ke masyarakat luas (walau memiliki konsekuensi).

      Selamat berjuang dalam men-sejahtera-kan masyarakat, dengan penyampaian apa yang sebaiknya mereka lakukan.

      Salam,
      Freddy Pieloor

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:11 am #

      waaaahh itu dah salah besar, fany bener bgt, kemarin kopdar datang ngak? kalau ngak harus ketemuan deh

  14. dini 24 May 2010 at 4:04 pm #

    hadoohhh semakin tau semakin nyesek niy bacanya! tapi gapapa deh dapet pencerahan biarpun udah terlambat.. tapi kasi solusinya juga ya bang buat yang udah terlanjur punya. fyi, udah bayar premi 3 taun 2 bulan dari jangka waktu 10 taun dlm polis hiks ;(( *tambah nangis bdarah2 niy*

  15. sbastian 24 May 2010 at 4:08 pm #

    dah…pada di tutup aja ULnya..pindah ke TL+reksadana….

  16. onggo 28 May 2010 at 1:26 pm #

    Sekedar sharing aja…Gw uda ikut unit-linked sebesar 400 ribu/bln dari 3 tahun lalu(pas waktu semester IV kuliah), setelah 6 bulan ikut baru tau kalo unit-linked itu hasil invwstasinya kurang memuaskan dibanding reksadana. Dulunya sempet nyesel banget dan sampe benci ama orang yang nawarin. Cuma setelah itu gw memutuskan untuk melanjutkan kontrak 400 ribu tiap bulan. gw menganggap itu sebagai tabungan gw buat masa tua aja,hehehe… jadi nanti tiba2 pas gw cairin 30 tahun kemudian nilainya uda jadi bertambah banyak. Tapi klo ada yg nawarin unit-linked lagi,gw juga gamau ikut lagi…hehehe
    Jadi daripada kita menyesal lebih baik kita ambil hikmahnya saja…

    • Aidil Akbar Madjid 29 May 2010 at 1:15 am #

      selamat untuk mas onggo, kalau anda puas dengan hasil investasi yg lebih kecil (resiko sama) sih ngak apa2, kalau saya mah, kalau bisa dapet 25-30% ngapain harus puas dengan 18% kan? selisih 7-20% bisa berbeda miliar an dalam waktu puluhan tahun kedepan

  17. Emily 3 June 2010 at 8:42 am #

    betul itu good idea

  18. Fithri 8 June 2010 at 2:43 am #

    Mas Akbar,
    Setelah saya ikut kopdar kemaren, jadi tertarik juga ikut pendidikan RFC-nya.
    Btw, kalo UL dianggap lebih besar cost-nya daripada benefitnya, kenapa ya sampai sekarang produk itu masih tetap di produksi dan masih bertahan pasarannya? Apakah di Indonesia ada asosiasi pembeli produk asuransi? Jika UL sangat merugikan bagi pembelinya, kenapa dewan pengawas produk@ asuransi tidak menghentikan saja produk2 UL di Indonesia.
    Makasih n ditunggu acara kopdar berikut, nama acaranya gimana kalo diganti “SEMERBAK” singkatan dari “Seru Mengupas Gebrakan Akbar”. Gimana mas, oke kan namanya hehehe

  19. beziehung suchen 22 October 2010 at 7:37 pm #

    Also denke ich die Power Wächst das Gras im Januar, wächst es schlecht das ganze Jahr.

  20. ina 6 April 2011 at 10:39 pm #

    senang baca artikel ini meski sya sudah terlanjut beli unitlink meski baru jalan 1 bulan.

    tp sya tidak menyesali, karena saya hanya ambil 10 tahun spt yg ditawarkan. trus sya anggap aja unitlink ini “memaksa” kita rajin menabung tiap bulan dan mengambil keuntungan saat waktunya tiba.apalagi mmg ada proteksinya.

    soalnya klu nabung di bank biasa suka ditarik di ATM.apalg klu pake m banking, suka belanja online trus main transfer dr hp.bablas deh tabungan.

    bagi saya asal uang saya yang saya simpan selama 10 tahun itu tidak akan berkurang nantinya. klu ada untung, ya alhamdulillah.yg penting jangan rugi dari hitungan sederhana saya.

    bang aidil gimana pendapat saya ini ? keliru ato gimana ? hiks

    • Berta Salim 20 April 2011 at 10:57 am #

      matur nuwun aku bantu jawab yah Mas Akbar….

      Mbak Ina.. spt yg dibahas diatas hasilnya gak akan maksimal..

      kl cm utk displin invesatsi buat aja autodebet ke ReksaDana setiap bulan hasilnya akan lebih tinggi dibanding dgn UL tp jgn lupa buat Asuransi Term Lifenya sbg Proteksi cara pembayarannya jg diautodebet aja..

      Dijamin jadi dislpin dan hasilnya maksimal…

      Mumpung baru 1 bln loh…

    • depezahrial 28 April 2011 at 1:38 am #

      mba ina… walopun yg namanya investasi itu hasilnya nggak bisa diprediksi. daripada pake unitlink buat invest kayaknya mending duitnya dipisah jadi asji murni dan taro ke invest bentuk lain yg murni invest. saya sih yakin hasilnya lebih maksimal. beneran… saya barusan nutup UL yang udah 4 tahunan jalan. sakit ati banget liat jumlahnya, tapi daripada-daripada sih mendingan mendingan (nahlooo)

  21. sophia ferdiani 29 July 2011 at 10:24 am #

    mau nagisssss bacanya….pendapatan ga seberapa, tp saya udah ikut UL sejak 2007 dan terikat 10thn kedepan. pantas aja agen P********L saya bln kmrn bisa keliling dunia dan eropa. rupanya dari hasil jual UL nya yg gencar. memang dia gencar skali jualnya koq. kalo inget gmn saya dan suami nyari uang susah dan uang menyusut cuma krn UL, jd speechless deh mas. any idea mas aidil?

  22. taufiq 12 August 2011 at 4:38 pm #

    saya bulan lalu baru aja nutup 2 unitlink saya, 1 umur 3 tahun dan 1 umur setahun. ambil UL karena tergiur sama hasilnya dan karena ga enak sama temen.
    well emang ada kerugian kaerna penutupan, tapi saya merasa kalau saya lanjutkan bisa-bisa sakit karena “dirampok” secara sadar.
    hasil yang bisa saya ambil kemudian saya belikan emas, sebulan langsung naik 15%,
    kacau deh UL, 3 tahun “investasi”, cuma bisa ngambil 25% dari pokoknya aja.
    mending ambil term life saja, UP 1 M, premi setahun untuk pria 32 tahun hanya sekitar 3,5 – 4,2 juta (range dari bbrp insurance company)

  23. anti 18 January 2012 at 12:15 pm #

    Om aidil, kok gak nemu ya yang seri 3 n 5??? Dimana kah?

  24. deny 18 January 2012 at 1:59 pm #

    mas,bang,kalau dplk termasuk UL tidak

  25. shefa 4 February 2012 at 10:15 am #

    baru baca blognya mas akbar dan langsung lemes, tersadarkan..omg,gw salah banget(sambil garuk2 pala mulu..)aku udah ikut UL selama 2 taunan dengan pembayaran premi 4,8 jt per tahun..menurut mas akbar, kalo seandainya aku tutup UL dan ambil asuransi yg term life plus ikut reksadana, kira2 uang hasil dr reksadana itu bisa mentupi kerugian saya untuk pembayaran premi yg udah berjalan 2 taun itu blom ya mas akbar?
    mohon pencerahannya.. :'(

  26. yusak 8 January 2013 at 8:54 pm #

    Mas Aidil,

    Penjelasannya sangat bagus dan mudah dipahami..
    Saya sudah sempat googling, bagaimana bila saya ikut
    asji = CIGNA
    askes = Simas Sehat Executive
    recommended ga ya?

    mohon ulasan dan jawabannya.. thx..
    bagi teman2 yg lain, boleh juga kasi pendapatnya.

    saya rasa, 2 produk itu terjangkau buat saya..

  27. Muhammad Jafar 25 July 2013 at 1:36 pm #

    makannya jangan serakah, orang indo gak bisa ngeliat yg bening tanpa melihat ternyata punggung nya bolong #eeaahh

    bukan begitu ya mas aidil :))

    saya termasuk orang yg telah di tolong oleh suhu, master, guru besar finance. mas aidil. thx mas atas blog ini

    #simpel,gampang di mengerti,bermanfaat.

  28. rizka faqoth 27 December 2013 at 1:59 am #

    Alhamdulillah, suami, mertua, kakak ipar semua sudah lepas dari yg namanya unit link, mama mertua sakit 2x habis skitar 20jt, iya sih memang di cover , tpi ktika ingin stop d thun kdua , uang mama yg stiap bulannya d byar 1jt, ke asuransi P*******L cuma balik 2jeti, haha sama aja bayr sendiri yah. Trus yg lebih parah papa mertua ambil UL yg syariah sudah stor 24jt, hangus gitu aja… Oh nooo. Yg anehnya sih memang suami mantan agen itu, tpi alhamdulillah sudah ke jalan yg benar :p beralih ke agen muslim aja ” 99 cahaya di langit eropa” kali ahhh :p , pokoknya hua kecewa sekali dgn produk itu, smoga bnyak yg tersadarkan ya. Bisa sadar klu kesejahteraan nasabah(pemilik uang) yg harus di utamakan, bukan yg katanya “akusisi” u/ agen lhooo … Thanks berat bang aidil, barakallah…

  29. rizka faqoth 27 December 2013 at 2:10 am #

    Oh ya, untuk mbak ina. Bener loh mba mumpung msih 1 bulan hehe. Aku tutup di bln ke enam, masyaAllah sakit hatiii… Uangnya sdh di kemanakan? Akuisisi agen atau apa? Klu invest ya kemana kok gak balik ke saya, hehe… Nah, aku mikir klu 10th, yg sesuai di janjikan itu ke aku, misal 250juta. Nilai uang 250jt di sepuluh tahun yg akan dtg, apa artinya? Mgkin beli tanah udah dpt bnr2 di pedalaman hehe. Sungguh rasulullah benar, contoh : pada zaman rasul harga kambing 1 Dinar, dan sampai sekarang itu 1 Dinar tidak mengalami inflasi,1 dinar skrg +/- 2.400.000, untuk kambing yg sehat dan bgus ya sgitu, sesuai hadits rasul, di akhir zaman yg akan berlaku adalah dinar dan dirham. Semoga bermanfaat ya mbak, itu juga pilihan masing2 :), pasti bang aidil lebih Jlebbb jelasinnya wehehe

  30. Efendi 11 March 2014 at 10:47 pm #

    salam sukses,bermanfaat sekali pencerahannya,mohon info,untuk membeli buku2 bapak..apa saja judul2nya yg telah terbit di toko2 buku..thx be4..sukses selalu!!


Leave a Reply