UnitLink , seri 4
Masih penasaran dengan produk Unitlink ini? Mari kita lanjutan bahasan berikutnya. Sedemikian banyak informasi dan berita positif dan negatif dari produk ini, pertanyaannya adalah sebenarnya dimana kelemahan dari produk ini? Pasti Pengen tau banget kaaaan kelemahan dari produk ini dimana? Ooohh biar dibilang fair juga dan bukan Financial Planner (FP) yang benci UnitLink (inget lhooo.. saya benci yang salah jual… bukan produknya, atau yang udah bener jualannya)… ngertiiiii????? OK akan ada beberapa informasi disini yang seru nih.
Proteksi Asuransi Jiwa Minim
Sudah pernah disinggung ditulisan sebelumnya (lupa yang seri ke berapa), sewaktu saya jadi Financial Planner di Amerika di tahun 90an lalu (dah lama booooo… jd FP nya) produk UnitLink ini (variable life) termasuk produk investasi alias produk pasar modal, sehingga yang jualnya harus punya lisensi pasar modal (hayooooo regulator tanggung jawab nih urusan lisensi agen)… Nah, di Indonesia karena produk ini di “perlakukan” sebagai produk Asuransi, maka mau ngak mau kita harus melihat sisi proteksinya dulu. Nyatanya kan produk ini dikeluarkan dan ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa tho?
Coba cek polis UnitLink yang kita sudah punya (salah beli nih yeeeeee….) atau yang kita sedang ditawarkan (dag dig dug….dag dig dug). Perhatikan jumlah proteksi perlindungan yang ditawarkan ke kita, pasti nilai perlindungan alias proteksi yang ditawarkan “cuma” “hanya” berkisar antara Rp. 50 juta – Rp. 250 juta an (coba liaaaaaaatt.. hayo ngakuuuu bener ngaaaaak). Apa artinya itu??? Artinya.. kalau kita meninggal dunia (amit2 jabang bayi ya jangan meninggal dulu… eits umur ditangan Tuhan lho..) ahli waris kita cuma dapet sejumlah antara Rp. 50-Rp. 250 juta itu. Dengan dana hanya segitu, cukup ngak ahli waris dan anak-anak kita bertahan hidup sampai mereka dewasa (eng ing eeeeeeenng).
Kita pasti mikirnya ngak laaahh…mana cukup uang segitu, palingan cukup untuk hidup beberapa tahun aja. Makanya disebut diatas perlindungan alias proteksi yang kita miliki di Unitlink minim.
Banyak Biaya dan Mahal
Kalo asuransi tradisional dikenal simpel karena ngak banyak fitur-fiturnya. Nah, Unitlink kan asuransi yang jelimet, jadi wajar kalo banyak banget biayanya, jadinya mahal deeeeeeehhh….. Semakin jelimet… semakin ngak ngerti atau sulit dimengerti… semakin bagus kayaknya yaaaa…….. Nah, Apa aja jenis-jensi biayanya, nti silahkan dibaca di buku saya #SHOCKINGUNITLINK ya..
Jangan lupa juga… rata-rata di hampir semua perusahaan asuransi (saya bilang hampir yaaa… ngak semua… ntar gw dimarahin lagi sama agen yang bete baca blog ini… kalo dah bete jangan dibaca kaleeee) bahwa setiap produksi dari seorang agen maka atasannya akan mendapatkan komisi tambahan (istilahnya override) hampir mirip-mirip kayak MLM deh, dari mulai agen, naik ke leader, sampai branch manajer konon dapet bagian. Dan semua biaya itu siapa yang bayarin? Yes yes udah pasti dari kita sebagai klien yang membeli polis asuransi.
Jadi jangan kaget kalau kita baca polis asuransi kita (kalo baca yaaa) secara hati-hati mereka akan memberi tahukan bahwa premi yang kita bayarkan ditahun pertama biasanya 75%-90% akan hilang.. alias kita tidak akan melihat premi kita lagi. Biaya ini sering disebut dengan biaya akusisi yang dibebankan ke kita istilahnya front load. Di tahun kedua sampai kelima akan bervariasi besaran biaya yang dibebankan. Itulah sebabnya jangan heran kalau agen kita akan membujuk merayu (setengah memaksa) untuk kita “TOP UP” alias menambah porsi untuk investasi diatas premi yang harus kita bayarkan supaya kalau (suatu hari) kita sampai periksa uang kita kita tidak kaget kalau premi kita ditahun pertama hilang alias lenyap alias gone….karena masih ada uang kita yang “top up” tadi… hiyaaaaaa…
Masih blom selesai nih… it’s just getting more fun
Investasi Tidak Maksimal
Kalau sebelumnya bahas dari sisi asuransi sebagai proteksi, nah sekarang kita bahas sebagai produk investasi jadi harus dibandingkan dua2nya. Produk yang menyamai investasi di unitlink ini adalah ReksaDana, mari kita coba bandingin.
Kalau unitlink di Indonesia tidak memilih reksadana langsung (seperti UnitLink di Amerika Serikat dulu) akan tetapi dibuatkan produk yang menyamai mirroring dari reksadana yang dijual & kelola oleh perusahaan Manajer Investasi yang mengelola unitlink tersebut. Herannya, ReksaDana yang menjadi acuannya bisa memberikan return atau hasil investasi yang tinggi, sementara hasil investasi didalam unitlink ini (yang mirip lhooo) berbeda cukup jauh.
Sebagai contoh kami di Akbar’s Financial Check Up sudah melakukan beberapa kali riset pasar untuk beberapa produk unitlink. Hasilnya cukup mengejutkan. Selisih hasil investasi antara produk didalam unitlink (beda-beda yaaaa) dengan produk reksadana yang mirip tadi bisa antara 5%-20% malah ada yang sampai 30%an…(wwwoowwwww… banyak banget bo). Pernah kejadian IHSG naik cukup tinggi ada satu ReksaDana saham dari suatu manajer investasi membukukan hasil investasi sampe 60% tahun itu. Sementara hasil investasi pada unitlink yang dananya dikelola oleh perusahaan manajer investasi yang sama hanya sanggup memberikan return (hasil investasi bacanya….) sebesar 28%… OH MY GOD… selisih nya kemana yaaaaa???…………. (wondering)…hayoooooooo
Tidak Transparan
ReksaDana produk pasar modal yang sudah diatur dengan undang-undang tersendiri yang sangat ketat dan ReksaDana harus transparan ke investor. Kenapa harus transparan? Karena ReksaDana sebenarnya dimiliki oleh investor. Itu sebabnya investor ber hak untuk mendapatkan informasi tentang investasi mereka di reksadana.
Nah, sementara produk unitlink tidak termasuk kategori produk investasi ReksaDana. Karena bukan ReksaDana Itulah sebabnya tidak ada kewajiban dari unitlink untuk transparan kepada investor dimana uang mereka ditanamkan, bahkan bagaimana cara perhitungan dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari unitlink juga tidak diwajibkan untuk dipublikasikan dan tidak tau cara menghitungnya (apalagi menyangkut biaya-biayanya). Sehingga tingkat transparansi dari produk ini sangat sangat rendah. (capek deeeeeeeeehhh…)
Tidak Fleksibel
Ceritanya kalau kita pakai unitlink maka kita “dipaksa” untuk berinvestasi setiap bulan (apabila premi dibayarkan bulanan). Poin ini bisa menjadi positif akan tetapi bisa juga menjadi negatif (setelah posting kelemahan ini, di posting berikutnya saya akan kasih kelebihannya… biar adil yaaaa… ntar gw ngak dimarah2in sama “oknum” unitlink yang sakit hati karena produknya gw kulitin)… Masalahnya hidup kita naik turun ngak selamanya senang dan punya duit banyak buat bayar premi yang mahal itu (cieeeeeee kudu disebut yak mahalnya), kita belum tentu setiap saat bisa melaksanakan komitmen premi yang wajib kita bayarkan. Akibatnya polis asuransi kita bias mati alias lapse. (nah lhoooo.. nah lhoo), jadi kita akan kehilangan manfaat dari asuransi kita.
Kalau kita pisahin antar asuransi & investasi, kalo duit lagi pas-pasan (karena kondisi darurat atau mendesak), kita bisa kurangin atau bahkan stop bagian investasi kita, tanpa takut kehilangan proteksi asuransi.
Dah ngerti blom?????…… hahahah abis baca ini pasti banyak oknum-oknum agen yang kesel karena produknya dikulitin kan? dah gitu bisa dibaca oleh umum. Jangan takut brotheeeerr dan sisteeeerr… setiap produk selalu punya kelebihan dan kekurangannya… nah next posting saya akan coba (usaha sedemikian keras mencari kelebihannya) untuk di posting… tapi tentu juga dengan embel-embel komentar dari saya yak… c u in the seri no 5.
TABIK





Ampe tahan napas bacanya. Jadi gitu ya hihi, untung dulu gw gagal jadi agen jadi ga ikut2an disalahin. Btw mana nih info pembatalannn, lama amaaat
sabaaar orang sabar disayang tuhan
Wah …huebatt Mas..mendidik banget ulasannya.
Semoga bisa membuat orang – orang jadi melek apa itu Asuransi dana Investasi , apa itu Unit Link dan Reksadana dsb..dsb.. Teliti sebelum membeli ..
Pilah dan pilih produk berdasarkan untung dan ruginya.
Bukan berdasarkan bujuk rayu pihak lain , ‘ntar bisa
nyesel seumur hidup .
Aku setuju banget dengan ulasan diatas , logic sekali dan mudah dicerna…
Thanks Mas Aidil ..God bless you..
hehee…bagus mas, sekarang kan jamannya harus transparan, biar masyarakat yang menilai, apakah produk ini cocok atau engga buat mereka…seringkali agen yang jual asuransi ini juga tidak transparan atau bahkan tidak bisa menjelaskan kepada nasabahnya. Semua dalam bahasa hukum asuransi sedangkan masyarakat tidak tahu apa kaidah dan artinya.
Memang lebih tepat kalau antara asuransi dan investasi di pisah.
betuull makanya dibahaslah di blog ini
Sudah lama saya pengen menambah asuransi tp g mw unitlink (terima kasih pencerahan mas akbar, sdh ngikutin 2thn belakangan ini acara dan artikel2nya). Tp susah cari yang pure asuransi! bbrp malah menyatakan hanya produk UL yg dijual. Ada rekomendasi asuransi apa yg pure asuransi???
ada kok… kalo agen nya bilang ngak ada berarti agennya (mohon maaf) bodoooo…. atau ngak diajarin sama perusahaannya.. berarti yang kurang ajar perusahaannya
wahh tambah seru nihh post nya, emang mau sp seri brp? Thanks infonya yaa..
Btw bwt yg mau asuransi aja plz check :alianz smart life, axa mandiri jiwa sejahtera, bumi putra mitra sejati, sunlife termlife, manulife pro active, takaful falah dll..
Mas akbar tlng diralat yaa klo aq salah menyebutkan nama2 ‘termlife insurance’ diatas..
Aq ga tau apa masih dijual krn yg sering ditawarin tu pastinya si UL.. hehee…
thank u info nya
Very good.. Thank you bwt infonya. Sangat bmanfaat.
Bang.. Jgn lupa referensi asuransinya… Agak susah minta asuransi yg murah meriah tp b’manfaat.. Dah beberapa kali cari tetep aj ditwarin asuransi yg ada pengembalian.. Klo versi mereka nnti uangnya kembali ditambah 10%. Atau ada tp.. Mahal amat.. n cara tanya ma tukang asuransi biar dpt yg sesuai.. Biasakan.. Klo orang jualan cari yg untungnya gede bwat mereka..
Referensi dunk bang Akbar..
Agak dilema jg yaa.. Dikerjaan disuruh jual2 UL tuh.. Mungkin abaikan sedikit aj.. Xixixi…
Ditunggu tulisan berikutnya.. Thank u Bang Akbar..!!!!
itulah yu kita harus pintar2 menyelamatkan dua2nya, kerjaan dan klient kita
Thx bang.. Mo tny bang dg kmampuan byr premi 5jt/th bs dpt UP brp bang max nya? Thx ya..
rata2 (ini cuma tebak2an aja ya berdasarkan pengalaman, bukan hitungan resmi ilustasi), untuk termlife bisa dapet perlindungan antara 1-1.5M
tentunya tidak boleh tebak2an.. nanti kecewa, bisa2 pak akbar jadi calon oknum Financial.Planner….ha3(bercanda)
Lho, kirain UL ga ada positfnya? Jd pnasaran ama seri 5.
Btw utk temen2 yg lain, banyak kok produk pure insurance di luar sana, tp emang bener sih ngga setiap agen ngerti ttg produk ini. Kitanya yg mst pinter2 nanya dan googling dulu.
Skedar sharing utk mbak sari, premi termlife saya 5.7jt per thn (udah termasuk riders penyakit kritis, kecelakaan, premium waiver dan hospital benefit) dapet UP Rp 1 milyar.
Boleh dong dibagi info nama asuransinya atau perush nya (bkn promosi kok)? Dah capek nich nanya ke agen asuransi yg bonafit tp gak ada yg mau kasih produk termlife itu. tq.
g0od job
Mbak VIE belum menemukan agen yang tepat kayaknya..Saran saya browsing dulu fitur2 produk asuransi di web resmi perusahaan asuransinya..jika memang ada produk termlife pasti si Agen mau kasih juga..
yang bener u..? P.kritis dpt brp? kclkaan brp dan apa aj? premium waiver utk apa tuh dan syaratny utk dpt manfaat it?manfaat hospitalnya brp dan sesuai tagihan gk berapapun biaya rmh sakit? kesimpulannya nama perusahaannya apa dan kpn ambil? agennya sapa no tlp ny?web site perusahaannya?
Thx
Kalo emang niat ambil asuransi murni dan agen ga mau jual, datengin aja kantor pusat asuransinya bisa kan? Daftar di sana. Emang lebih repot sih tapi kan dapat sesuai kebutuhan. Betul ga?
Hm…. I see Bang Akbar…
Walawpun ni kelemahannya pasti ada kelebihannyaa…
di tunggu aja dech kelebihannya…
HHEeeee
jangan makan mentah mentah dulu…
tunggu kelar Bang Akbar jelasin ampe tuntas baru kita ambil pendapat dari kacamata kita masing masing tentang product Unit Link ini…
OK bang Akbar?!
LANJUTGAN ke 5 nye…
masih ada koq yg jual, dan rata2 sebenernya punya term life. sekedar sharing premi sy 1.2jt/thn (asuransi dasarnya saja tanpa rider tambahan) UP 715jt
good job juga, tenkyu sharingnya
Tolong di PM gaan perusahaanya..ane dapetnya sg premi segitu UPnya jauh lebih ransah nieh..
perusahaan apa? thn kapan?tiap thn naik gk? apa tiap tahun harus apppl lagi dan dianogsa kesehatan lagi?
apa semua yg bil uda ambil termlfe dpt sekian2 pada takut ya gk ksh tahu perusahaannya..???
jgn2 kyk sewa orang utk testi rame2in.. kyk di pasar rakyat…tuh.. judi koprok..
no offense..
thx
alhamdulillah bang,gw agen asuransi yang beruntung yang diajarin sm kantor gw untuk ngejual UL lebih menekankan ke proteksinya..so bwt temen2 agen asuransi laen sadar deh kalo kita tuh perusahaan asuransi bukan investasi..2 jempol bwt bang akbar!!
good job Synthia sangat jarang agen yang mengerti seperti anda, kebanyakan agen yg baca blog ini sakit hati dan marah2 padahal yang saya ungkapkan disini hanya fakta kebenaran, berarti oknum itu emang salah jual n “nipu”nasabah nya kan hahaha ketauan deh
Haduh deg2an nunggu tulisan berikutnya. Td udah dijelasin secara umum sama Fany, tp biar afdol membaca semua tulisan ttg unitlink dulu deh..
Saya abis beli Unitlink Manulife Nov 2009 kemarin, langsung disalah2in oleh temen. Saya perempuan bekerja dan belum menikah pula. Mohon pencerahan.
Selamat Boss, saya mendukung edukasi dan pembelajaran ke masyarakat luas (walau memiliki konsekuensi).
Selamat berjuang dalam men-sejahtera-kan masyarakat, dengan penyampaian apa yang sebaiknya mereka lakukan.
Salam,
Freddy Pieloor
waaaahh itu dah salah besar, fany bener bgt, kemarin kopdar datang ngak? kalau ngak harus ketemuan deh
hadoohhh semakin tau semakin nyesek niy bacanya! tapi gapapa deh dapet pencerahan biarpun udah terlambat.. tapi kasi solusinya juga ya bang buat yang udah terlanjur punya. fyi, udah bayar premi 3 taun 2 bulan dari jangka waktu 10 taun dlm polis hiks ;(( *tambah nangis bdarah2 niy*
hihihihi gpp kok hampir semua temen2 dini pasti salah beli juga kan
dah…pada di tutup aja ULnya..pindah ke TL+reksadana….
betul itu good idea
Sekedar sharing aja…Gw uda ikut unit-linked sebesar 400 ribu/bln dari 3 tahun lalu(pas waktu semester IV kuliah), setelah 6 bulan ikut baru tau kalo unit-linked itu hasil invwstasinya kurang memuaskan dibanding reksadana. Dulunya sempet nyesel banget dan sampe benci ama orang yang nawarin. Cuma setelah itu gw memutuskan untuk melanjutkan kontrak 400 ribu tiap bulan. gw menganggap itu sebagai tabungan gw buat masa tua aja,hehehe… jadi nanti tiba2 pas gw cairin 30 tahun kemudian nilainya uda jadi bertambah banyak. Tapi klo ada yg nawarin unit-linked lagi,gw juga gamau ikut lagi…hehehe
Jadi daripada kita menyesal lebih baik kita ambil hikmahnya saja…
selamat untuk mas onggo, kalau anda puas dengan hasil investasi yg lebih kecil (resiko sama) sih ngak apa2, kalau saya mah, kalau bisa dapet 25-30% ngapain harus puas dengan 18% kan? selisih 7-20% bisa berbeda miliar an dalam waktu puluhan tahun kedepan
betul itu good idea
Mas Akbar,
Setelah saya ikut kopdar kemaren, jadi tertarik juga ikut pendidikan RFC-nya.
Btw, kalo UL dianggap lebih besar cost-nya daripada benefitnya, kenapa ya sampai sekarang produk itu masih tetap di produksi dan masih bertahan pasarannya? Apakah di Indonesia ada asosiasi pembeli produk asuransi? Jika UL sangat merugikan bagi pembelinya, kenapa dewan pengawas produk@ asuransi tidak menghentikan saja produk2 UL di Indonesia.
Makasih n ditunggu acara kopdar berikut, nama acaranya gimana kalo diganti “SEMERBAK” singkatan dari “Seru Mengupas Gebrakan Akbar”. Gimana mas, oke kan namanya hehehe
Also denke ich die Power Wächst das Gras im Januar, wächst es schlecht das ganze Jahr.
senang baca artikel ini meski sya sudah terlanjut beli unitlink meski baru jalan 1 bulan.
tp sya tidak menyesali, karena saya hanya ambil 10 tahun spt yg ditawarkan. trus sya anggap aja unitlink ini “memaksa” kita rajin menabung tiap bulan dan mengambil keuntungan saat waktunya tiba.apalagi mmg ada proteksinya.
soalnya klu nabung di bank biasa suka ditarik di ATM.apalg klu pake m banking, suka belanja online trus main transfer dr hp.bablas deh tabungan.
bagi saya asal uang saya yang saya simpan selama 10 tahun itu tidak akan berkurang nantinya. klu ada untung, ya alhamdulillah.yg penting jangan rugi dari hitungan sederhana saya.
bang aidil gimana pendapat saya ini ? keliru ato gimana ? hiks
matur nuwun aku bantu jawab yah Mas Akbar….
Mbak Ina.. spt yg dibahas diatas hasilnya gak akan maksimal..
kl cm utk displin invesatsi buat aja autodebet ke ReksaDana setiap bulan hasilnya akan lebih tinggi dibanding dgn UL tp jgn lupa buat Asuransi Term Lifenya sbg Proteksi cara pembayarannya jg diautodebet aja..
Dijamin jadi dislpin dan hasilnya maksimal…
Mumpung baru 1 bln loh…
mba ina… walopun yg namanya investasi itu hasilnya nggak bisa diprediksi. daripada pake unitlink buat invest kayaknya mending duitnya dipisah jadi asji murni dan taro ke invest bentuk lain yg murni invest. saya sih yakin hasilnya lebih maksimal. beneran… saya barusan nutup UL yang udah 4 tahunan jalan. sakit ati banget liat jumlahnya, tapi daripada-daripada sih mendingan mendingan (nahlooo)
mau nagisssss bacanya….pendapatan ga seberapa, tp saya udah ikut UL sejak 2007 dan terikat 10thn kedepan. pantas aja agen P********L saya bln kmrn bisa keliling dunia dan eropa. rupanya dari hasil jual UL nya yg gencar. memang dia gencar skali jualnya koq. kalo inget gmn saya dan suami nyari uang susah dan uang menyusut cuma krn UL, jd speechless deh mas. any idea mas aidil?